Perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan memasarkan produk, membangun hubungan dengan pelanggan, dan mengembangkan bisnis. Konsumen kini dapat menemukan informasi produk melalui mesin pencari, media sosial, marketplace, website, video, hingga berbagai platform digital lainnya.
Perubahan tersebut membuat Digital Marketing menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh perusahaan maupun profesional.
Digital Marketing bukan hanya tentang membuat konten di media sosial. Di dalamnya terdapat kemampuan menyusun strategi pemasaran, memahami target audiens, mengelola kanal digital, membuat konten, menggunakan data, menjalankan kampanye, mengoptimalkan konversi, hingga mengevaluasi hasil pemasaran.
Karena itu, profesional yang ingin membangun karier di bidang ini tidak cukup hanya memiliki pengalaman menggunakan media sosial. Dibutuhkan kompetensi yang lebih terstruktur dan dapat dibuktikan.
Salah satu cara untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi tersebut adalah melalui sertifikasi digital marketing.
Artikel ini merupakan bagian dari cluster Digital Marketing dan Digital Business: Strategi, Kompetensi, dan Karier di Era Transformasi Digital. Jika artikel pilar membahas Digital Marketing dan Digital Business secara luas, artikel ini secara khusus membahas jalur sertifikasi Digital Marketing, kompetensi yang perlu disiapkan, proses uji kompetensi, hingga peluang kariernya.
Apa Itu Sertifikasi Digital Marketing?
Sertifikasi digital marketing merupakan proses pengakuan kompetensi seseorang dalam bidang pemasaran digital melalui asesmen berdasarkan skema kompetensi tertentu.
Dalam konteks sertifikasi kompetensi, peserta tidak sekadar mengikuti pembelajaran dan mendapatkan bukti kehadiran. Peserta perlu melalui proses penilaian untuk mengetahui apakah kompetensi yang dipersyaratkan dalam skema telah terpenuhi.
Hal ini penting karena kemampuan Digital Marketing memiliki banyak aspek.
Seorang profesional dapat mahir membuat konten, tetapi belum tentu memahami analytics.
Sebaliknya, seseorang dapat memahami data marketing tetapi belum tentu mampu menyusun strategi konten.
Sertifikasi membantu mengarahkan kompetensi tersebut ke standar atau unit kompetensi yang telah ditentukan dalam skema.
BNSP menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi bertujuan memberikan pengakuan terhadap kompetensi seseorang dan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Mengapa Sertifikasi Digital Marketing Penting?
Perkembangan pemasaran digital membuat perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya mampu menggunakan tools, tetapi juga memahami tujuan bisnis dari aktivitas pemasaran.
Misalnya, seorang Digital Marketing Specialist tidak cukup hanya mengetahui cara membuat iklan.
Ia juga perlu memahami:
- siapa target audiens;
- apa tujuan campaign;
- pesan apa yang digunakan;
- kanal apa yang sesuai;
- bagaimana mengukur performa;
- bagaimana membaca data;
- bagaimana meningkatkan conversion;
- bagaimana menghitung efektivitas campaign.
Dengan demikian, kompetensi Digital Marketing merupakan kombinasi antara strategi, kreativitas, teknologi, komunikasi, dan analisis data.
Sertifikasi dapat menjadi salah satu bukti formal bahwa seseorang telah mengikuti proses asesmen pada skema kompetensi tertentu.
Sertifikasi Digital Marketing dalam Ekosistem Digital Business
Digital Marketing tidak berdiri sendiri.
Dalam artikel Digital Marketing dan Digital Business: Strategi, Kompetensi, dan Karier di Era Transformasi Digitals, telah dijelaskan bahwa Digital Marketing merupakan salah satu bagian penting dari ekosistem bisnis digital.
Hubungannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Digital Business
↓
Produk dan Model Bisnis
↓
Customer Experience
↓
Digital Marketing
↓
Awareness → Engagement → Conversion → Retention
↓
Data dan Evaluasi
Karena itu, seorang Digital Marketing professional sebaiknya memiliki pemahaman mengenai bisnis.
Marketing bukan sekadar mendapatkan likes atau followers.
Aktivitas pemasaran harus berhubungan dengan tujuan seperti:
- meningkatkan awareness;
- mendapatkan leads;
- meningkatkan penjualan;
- mempertahankan pelanggan;
- membangun brand;
- meningkatkan customer lifetime value.
Inilah alasan kompetensi Digital Marketing memiliki hubungan erat dengan Digital Business.
Apa Saja Kompetensi dalam Digital Marketing?
Kompetensi yang dibutuhkan dapat berbeda berdasarkan posisi, pekerjaan, dan skema sertifikasi.
Namun, secara umum profesional Digital Marketing perlu memahami beberapa area berikut.
1. Digital Marketing Strategy
Strategi menjadi fondasi dalam pemasaran digital.
Profesional perlu mampu memahami:
- tujuan pemasaran;
- target pasar;
- customer persona;
- positioning;
- value proposition;
- marketing funnel;
- customer journey;
- channel strategy.
Tanpa strategi, aktivitas digital marketing dapat menjadi sekadar aktivitas publikasi tanpa arah yang jelas.
2. Content Marketing
Konten merupakan bagian penting dari komunikasi digital.
Bentuk konten dapat berupa:
- artikel;
- video;
- infografis;
- carousel;
- email;
- landing page;
- podcast;
- webinar.
Profesional perlu memahami bahwa konten harus disesuaikan dengan tahap customer journey.
Contohnya:
Awareness: konten edukasi.
Consideration: perbandingan dan informasi produk.
Conversion: penawaran dan call to action.
Retention: edukasi pelanggan dan informasi lanjutan.
3. Search Engine Optimization
SEO membantu website atau konten memperoleh visibilitas pada mesin pencari.
Kompetensi SEO dapat mencakup:
- keyword research;
- search intent;
- on-page SEO;
- technical SEO;
- content optimization;
- internal linking;
- website performance;
- SEO analytics.
SEO juga membutuhkan kemampuan memahami kebutuhan audiens, bukan hanya memasukkan keyword ke dalam artikel.
4. Social Media Marketing
Media sosial menjadi salah satu kanal utama pemasaran digital.
Kompetensi yang dibutuhkan dapat mencakup:
- social media strategy;
- content planning;
- content calendar;
- community management;
- engagement;
- social media analytics;
- campaign management.
Profesional juga perlu memahami karakter masing-masing platform karena audiens dan format kontennya dapat berbeda.
5. Digital Advertising
Digital advertising berkaitan dengan penggunaan iklan pada platform digital.
Beberapa hal yang perlu dipahami:
- campaign objective;
- audience targeting;
- budget;
- creative;
- bidding;
- conversion;
- performance measurement.
Tujuan iklan bukan hanya mendapatkan traffic.
Yang lebih penting adalah mengetahui apakah traffic tersebut menghasilkan tindakan yang diharapkan.
6. Marketing Analytics
Data membantu profesional mengetahui apakah strategi yang dijalankan berhasil.
Beberapa metrik yang umum digunakan antara lain:
| Metrik | Kegunaan |
|---|---|
| Reach | Mengetahui jumlah audiens yang terjangkau |
| Impressions | Mengetahui jumlah penayangan |
| Engagement Rate | Mengukur interaksi |
| CTR | Mengukur rasio klik |
| Conversion Rate | Mengukur konversi |
| CAC | Mengukur biaya mendapatkan pelanggan |
| ROAS | Mengukur hasil dari biaya iklan |
| Retention Rate | Mengukur pelanggan yang bertahan |
Kemampuan membaca metrik tersebut membuat keputusan marketing lebih berbasis data.
Kompetensi Digital Marketing Tidak Hanya Soal Tools
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menganggap kompetensi Digital Marketing sama dengan kemampuan mengoperasikan tools.
Padahal tools dapat berubah dengan cepat.
Platform yang populer saat ini dapat mengalami perubahan algoritma, fitur, atau kebijakan.
Karena itu, kompetensi yang lebih fundamental adalah kemampuan memahami:
Tujuan → Strategi → Eksekusi → Data → Evaluasi → Optimasi.
Tools hanya menjadi sarana untuk menjalankan proses tersebut.
Siapa yang Cocok Mengikuti Sertifikasi Digital Marketing?
Sertifikasi Digital Marketing dapat relevan bagi berbagai kelompok profesional, tergantung persyaratan skema yang dipilih.
Digital Marketing Specialist
Bagi profesional yang memang bekerja pada bidang pemasaran digital, sertifikasi dapat menjadi pelengkap pengalaman dan portofolio.
Social Media Specialist
Kompetensi social media dapat dikembangkan menjadi pemahaman marketing yang lebih luas.
Content Creator
Content creator dapat memperluas kemampuan dari sekadar produksi konten menjadi strategi konten dan pemasaran.
Marketing Staff
Profesional marketing konvensional dapat mengembangkan kompetensi digital untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen.
UMKM dan Entrepreneur
Pemilik bisnis juga dapat mempelajari Digital Marketing untuk mengembangkan pemasaran dan penjualan.
Fresh Graduate
Bagi lulusan baru, sertifikasi dapat menjadi salah satu elemen pendukung ketika membangun profil profesional, terutama jika disertai portofolio.
BNSP dan Sertifikasi Digital Marketing
Dalam sistem sertifikasi kompetensi Indonesia, BNSP memiliki peran dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja dan pengawasan ekosistem LSP.
Calon peserta sebaiknya memastikan bahwa informasi mengenai LSP dan skema dapat diverifikasi melalui sumber resmi.
Pada profil BNSP saat ini, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika tercatat berstatus Aktif, dengan nomor lisensi BNSP-LSP-2699-ID. Profil tersebut mencantumkan 27 skema, termasuk skema Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 10 unit kompetensi.
Selain Digital Marketing, LSP yang sama juga tercatat memiliki skema Bisnis Digital (Digital Business) dengan 8 unit kompetensi. Hal ini memperlihatkan hubungan antara dua topik utama dalam cluster artikel ini.
Informasi mengenai skema, status lisensi, TUK, dan LSP sebaiknya selalu diperiksa kembali karena data sertifikasi dapat berubah.
Apa yang Dimaksud Uji Kompetensi Digital Marketing?
Uji kompetensi Digital Marketing merupakan proses asesmen untuk menilai kemampuan peserta berdasarkan unit kompetensi yang terdapat dalam skema.
Artinya, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan seberapa banyak teori yang dihafal.
Asesmen dapat berkaitan dengan kemampuan peserta dalam menunjukkan kompetensi sesuai ruang lingkup skema.
Secara umum, peserta perlu mempersiapkan:
- pengetahuan;
- keterampilan;
- pengalaman;
- bukti kompetensi;
- kemampuan menjelaskan pekerjaan;
- kemampuan menyelesaikan tugas atau kasus.
Metode asesmen dapat berbeda berdasarkan skema dan LSP.
Karena itu, peserta perlu membaca persyaratan resmi dari program yang akan diikuti.
Tahapan Sertifikasi Digital Marketing
Secara umum, proses dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Menentukan Skema
Pertama, tentukan skema yang sesuai dengan pekerjaan atau tujuan karier.
2. Memeriksa Persyaratan
Pelajari persyaratan peserta dan bukti kompetensi yang dibutuhkan.
3. Melakukan Pendaftaran
Peserta melakukan proses pendaftaran sesuai mekanisme LSP atau penyelenggara.
4. Persiapan
Peserta dapat mengikuti pembelajaran atau melakukan persiapan mandiri.
5. Asesmen
Peserta mengikuti proses uji kompetensi sesuai metode yang ditentukan.
6. Penilaian Asesor
Asesor melakukan penilaian terhadap bukti dan kemampuan peserta.
7. Penetapan Hasil
Hasil ditentukan berdasarkan ketentuan skema.
8. Sertifikat Kompetensi
Peserta yang dinyatakan memenuhi kompetensi memperoleh sertifikat sesuai ketentuan sertifikasi.
BNSP juga menyediakan pedoman terkait pelaksanaan asesmen dan penerbitan sertifikat kompetensi dalam ekosistem sertifikasi nasional.
Persiapan Mengikuti Uji Kompetensi Digital Marketing
Persiapan sebaiknya tidak dilakukan hanya beberapa hari sebelum asesmen.
Gunakan pendekatan yang sistematis.
Pelajari Skema
Langkah pertama adalah mengetahui kompetensi apa yang sebenarnya akan dinilai.
Jangan belajar Digital Marketing secara terlalu luas jika skema yang diikuti memiliki ruang lingkup tertentu.
Pahami Customer Journey
Pemasaran digital sangat berkaitan dengan perjalanan pelanggan.
Pahami tahapan:
Awareness → Consideration → Conversion → Retention.
Kemudian hubungkan setiap tahap dengan strategi dan kanal yang sesuai.
Latihan Membuat Strategi Digital Marketing
Buat simulasi campaign sederhana.
Contohnya:
Produk: Pelatihan profesional.
Target: HRD dan Learning & Development.
Tujuan: mendapatkan leads.
Channel: Instagram, Google, website.
Content: edukasi dan informasi program.
CTA: registrasi atau konsultasi.
KPI: traffic, leads, conversion.
Latihan seperti ini membantu menghubungkan teori dengan praktik.
Bangun Portofolio Digital Marketing
Portofolio merupakan salah satu aset penting bagi profesional Digital Marketing.
Portofolio tidak harus berasal dari perusahaan besar.
Contohnya:
Portofolio SEO
Buat strategi keyword dan artikel untuk sebuah website.
Portofolio Social Media
Buat content calendar selama 30 hari.
Portofolio Advertising
Buat simulasi campaign digital advertising.
Portofolio Analytics
Analisis performa akun media sosial atau website.
Portofolio Content Strategy
Buat strategi konten berdasarkan customer persona.
Setiap portofolio sebaiknya menjelaskan:
Masalah → Strategi → Implementasi → Data → Evaluasi.
Sertifikasi dan Portofolio: Mana yang Lebih Penting?
Keduanya memiliki fungsi berbeda.
Sertifikasi memberikan bukti formal bahwa kompetensi telah dinilai berdasarkan skema tertentu.
Portofolio menunjukkan contoh pekerjaan yang pernah dilakukan.
Pengalaman menunjukkan penerapan kompetensi dalam lingkungan kerja nyata.
Karena itu, kombinasi ketiganya dapat memberikan profil yang lebih kuat:
Sertifikasi + Portofolio + Pengalaman
Bagi fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman, kombinasi sertifikasi dan portofolio dapat membantu membangun profil awal.
Bagi profesional berpengalaman, sertifikasi dapat menjadi pelengkap terhadap pengalaman dan hasil kerja yang sudah dimiliki.
Kompetensi Soft Skill yang Dibutuhkan
Digital Marketing bukan hanya pekerjaan teknis.
Profesional juga membutuhkan soft skill.
Komunikasi
Marketer harus mampu menyampaikan pesan dengan jelas.
Kreativitas
Konten dan campaign membutuhkan ide yang relevan dan menarik.
Analytical Thinking
Data harus diubah menjadi insight.
Problem Solving
Campaign yang tidak mencapai target membutuhkan analisis dan perbaikan.
Adaptability
Platform digital berubah dengan cepat sehingga profesional harus mau belajar.
Strategic Thinking
Aktivitas marketing harus dikaitkan dengan tujuan bisnis.
AI dalam Digital Marketing
Artificial Intelligence juga mulai memengaruhi pekerjaan Digital Marketing.
AI dapat membantu:
- brainstorming konten;
- copywriting;
- analisis data;
- customer segmentation;
- personalisasi;
- campaign optimization;
- customer service;
- marketing automation.
Namun, profesional tidak boleh hanya mengandalkan output AI.
Hasil AI perlu diperiksa dari sisi:
- akurasi;
- relevansi;
- brand voice;
- keamanan data;
- etika;
- hak cipta.
Dengan demikian, kompetensi Digital Marketing masa kini semakin berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara kritis.
Digital Marketing dan Data-Driven Decision Making
Digital Marketing memiliki keunggulan karena banyak aktivitasnya dapat diukur.
Misalnya, perusahaan menjalankan campaign.
Sebelum campaign, tentukan:
Objective → KPI → Target → Budget.
Setelah campaign:
Data → Analysis → Insight → Optimization.
Contohnya, sebuah iklan memiliki impressions tinggi tetapi conversion rendah.
Kesimpulannya bukan langsung bahwa iklan gagal.
Profesional perlu melihat:
- targeting;
- creative;
- copy;
- landing page;
- offer;
- customer journey.
Dengan demikian, data digunakan untuk mencari penyebab, bukan sekadar melihat angka.
Cara Memilih Program Sertifikasi Digital Marketing
Sebelum mengikuti program sertifikasi, lakukan pemeriksaan berikut.
| Hal yang Diperiksa | Pertanyaan |
|---|---|
| Skema | Apakah sesuai dengan pekerjaan? |
| LSP | Apakah statusnya dapat diverifikasi? |
| Unit kompetensi | Apa saja yang dinilai? |
| Persyaratan | Apakah saya memenuhi syarat? |
| Asesmen | Bagaimana proses penilaiannya? |
| Asesor | Siapa yang melakukan asesmen? |
| TUK | Di mana asesmen dilakukan? |
| Sertifikat | Apa bentuk pengakuannya? |
| Biaya | Apakah informasinya transparan? |
Jangan memilih program hanya berdasarkan klaim bahwa program tersebut memberikan “sertifikat”.
Yang lebih penting adalah kompetensi apa yang dinilai dan siapa yang memberikan pengakuan kompetensi tersebut.
BNSP menyediakan direktori LSP yang dapat digunakan untuk melakukan verifikasi lembaga sertifikasi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengikuti Sertifikasi
Hanya Mengejar Sertifikat
Sertifikasi seharusnya menjadi bagian dari pengembangan kompetensi, bukan sekadar dokumen tambahan.
Tidak Memahami Skema
Peserta perlu mengetahui kompetensi apa yang akan dinilai.
Tidak Memiliki Praktik
Digital Marketing membutuhkan kemampuan praktik.
Tidak Memahami Data
Marketing modern sangat berkaitan dengan analytics.
Mengabaikan Bisnis
Marketing harus memiliki hubungan dengan tujuan bisnis.
Terlalu Bergantung pada Tools
Tools dapat berubah. Prinsip dan kemampuan strategis harus tetap dikuasai.
Peluang Karier Setelah Memiliki Kompetensi Digital Marketing
Kompetensi Digital Marketing dapat mendukung berbagai jalur karier.
Beberapa posisi yang dapat dikembangkan antara lain:
- Digital Marketing Specialist;
- Digital Marketing Executive;
- SEO Specialist;
- Social Media Specialist;
- Content Strategist;
- Performance Marketing Specialist;
- Digital Advertising Specialist;
- CRM Specialist;
- Marketing Analyst;
- E-Commerce Specialist;
- Digital Marketing Manager.
Pilihan karier bergantung pada pengalaman, kompetensi, pendidikan, portofolio, dan kebutuhan perusahaan.
Roadmap Karier Digital Marketing
Bagi pemula, roadmap sederhana dapat dimulai dari:
Digital Literacy
↓
Marketing Fundamentals
↓
Digital Marketing Fundamentals
↓
SEO / Social Media / Content / Ads
↓
Analytics
↓
Project & Portfolio
↓
Sertifikasi Kompetensi
↓
Pengalaman Kerja
↓
Specialist
↓
Manager / Strategist
Tidak semua orang harus menguasai seluruh cabang Digital Marketing.
Seseorang dapat memilih spesialisasi sesuai minat dan kebutuhan karier.
Sertifikasi Digital Marketing untuk Fresh Graduate
Fresh graduate sering menghadapi tantangan ketika mencari pekerjaan karena belum memiliki pengalaman profesional yang panjang.
Dalam kondisi tersebut, sertifikasi dapat menjadi salah satu komponen pendukung profil.
Namun, sertifikasi sebaiknya disertai portofolio.
Contohnya:
Sertifikasi Digital Marketing
Portofolio SEO
Social Media Project
Analisis Campaign
akan memberikan gambaran kompetensi yang lebih lengkap dibandingkan hanya mencantumkan sertifikat.
Sertifikasi Digital Marketing untuk Profesional Berpengalaman
Bagi profesional yang sudah bekerja, sertifikasi dapat digunakan sebagai bagian dari pengembangan karier.
Misalnya:
Marketing Staff → Digital Marketing Specialist → Senior Specialist → Digital Marketing Manager.
Sertifikasi dapat membantu mendukung proses upskilling, terutama ketika seseorang ingin memperkuat kompetensi digital yang sebelumnya belum terdokumentasi secara formal.
BNSP sendiri menempatkan sertifikasi kompetensi sebagai salah satu sarana pengakuan kompetensi dan peningkatan daya saing tenaga kerja.
Hubungan Sertifikasi Digital Marketing dengan Digital Business
Inilah bagian penting dari cluster artikel ini.
Digital Marketing berfungsi membawa pelanggan menuju bisnis.
Digital Business memastikan bisnis mampu memberikan nilai melalui teknologi.
Hubungannya dapat digambarkan:
Digital Business
→ Produk
→ Platform
→ Customer Experience
→ Digital Marketing
→ Customer Acquisition
→ Conversion
→ Retention
→ Data
→ Business Improvement
Karena itu, semakin tinggi posisi seorang Digital Marketing professional, semakin penting pula pemahaman terhadap Digital Business.
Seorang marketer tidak hanya perlu bertanya:
“Bagaimana mendapatkan lebih banyak traffic?”
Tetapi juga:
“Bagaimana traffic tersebut menghasilkan nilai bagi bisnis?”
Checklist Kesiapan Sertifikasi Digital Marketing
Sebelum mengikuti uji kompetensi, gunakan checklist berikut:
- Memahami dasar Digital Marketing.
- Memahami target audience.
- Memahami customer journey.
- Mampu menyusun strategi digital marketing.
- Memahami content marketing.
- Memahami social media marketing.
- Memahami SEO dasar.
- Memahami digital advertising.
- Mampu membaca data marketing.
- Memahami KPI.
- Memiliki pengalaman atau latihan praktik.
- Memiliki portofolio.
- Memahami skema sertifikasi.
- Mengetahui unit kompetensi yang dinilai.
- Siap mengikuti proses asesmen.
Semakin banyak indikator yang terpenuhi, semakin terarah persiapannya.
FAQ Sertifikasi Digital Marketing
Apa itu sertifikasi digital marketing?
Sertifikasi digital marketing adalah proses pengakuan kompetensi dalam bidang pemasaran digital melalui asesmen berdasarkan skema kompetensi tertentu.
Apakah sertifikasi digital marketing sama dengan sertifikat pelatihan?
Tidak. Pelatihan berfokus pada pembelajaran, sedangkan sertifikasi kompetensi berfokus pada proses asesmen untuk menilai kompetensi peserta berdasarkan skema yang digunakan.
Apakah harus bisa menggunakan semua tools digital marketing?
Tidak. Kompetensi yang diperlukan bergantung pada skema dan pekerjaan. Yang lebih penting adalah memahami prinsip, strategi, proses, dan penggunaan tools yang relevan.
Apakah sertifikasi digital marketing cocok untuk fresh graduate?
Dapat menjadi salah satu pendukung profil profesional, terutama jika dilengkapi dengan portofolio dan praktik nyata.
Apa yang harus dipersiapkan sebelum uji kompetensi?
Pelajari skema, pahami unit kompetensi, kuasai dasar Digital Marketing, lakukan praktik, siapkan bukti kompetensi yang diperlukan, dan biasakan diri menjelaskan proses kerja secara sistematis.
Kesimpulan
Sertifikasi digital marketing dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi profesional di tengah meningkatnya kebutuhan pemasaran berbasis teknologi.
Digital Marketing bukan sekadar kemampuan mengelola media sosial. Profesional perlu memahami strategi pemasaran, customer journey, content marketing, SEO, social media, digital advertising, analytics, serta hubungan antara aktivitas marketing dengan tujuan bisnis.
Dalam ekosistem BNSP saat ini, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika tercatat aktif dan memiliki skema Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 10 unit kompetensi.
Namun, sertifikasi sebaiknya tidak dipandang sebagai tujuan akhir. Kompetensi akan lebih bernilai apabila didukung oleh praktik, portofolio, pengalaman, kemampuan analisis, dan pemahaman terhadap Digital Business.
Sebagai bagian dari cluster Digital Marketing & Digital Business, artikel ini menjadi pembahasan khusus mengenai jalur sertifikasi Digital Marketing. Setelah memahami sertifikasi, pembaca dapat melanjutkan ke artikel berikutnya mengenai Kompetensi Digital Marketing yang Dibutuhkan di Era Transformasi Digital untuk memperdalam skill yang perlu dikuasai sebelum maupun setelah sertifikasi.
Bangun kompetensi Digital Marketing, buktikan kemampuan profesional, dan kembangkan karier di tengah transformasi bisnis digital.
Untuk informasi pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi profesional, hubungi PSKN melalui WhatsApp 0812-6660-0643, telepon (021) 3454 426, email info@trainingpskn.com, atau kunjungi www.trainingpskn.com.

Sertifikasi digital marketing membantu profesional membuktikan kompetensi pemasaran digital, memahami uji kompetensi, dan mengembangkan karier di era digital.
