Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, berkomunikasi dengan pelanggan, memasarkan produk, dan membangun hubungan dengan pasar. Jika sebelumnya kegiatan pemasaran sangat bergantung pada media konvensional, saat ini perusahaan dapat menjangkau konsumen melalui website, mesin pencari, media sosial, marketplace, email, aplikasi, hingga berbagai platform digital lainnya.
Perubahan tersebut juga membuat konsep bisnis ikut berkembang. Perusahaan tidak hanya membutuhkan strategi pemasaran digital, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan produk, layanan, pengalaman pelanggan, proses operasional, hingga model bisnis baru.
Dua kompetensi yang semakin relevan dalam kondisi tersebut adalah Digital Marketing dan Digital Business.
Digital Marketing berfokus pada bagaimana teknologi dan kanal digital digunakan untuk menjangkau, menarik, melibatkan, dan mempertahankan pelanggan. Sementara itu, Digital Business memiliki cakupan yang lebih luas karena membahas bagaimana teknologi digital digunakan dalam keseluruhan aktivitas bisnis.
Keduanya saling berhubungan, tetapi bukan merupakan istilah yang sama.
Pemahaman mengenai digital marketing dan digital business menjadi penting bagi profesional, pelaku usaha, perusahaan, maupun individu yang ingin mengembangkan karier di tengah transformasi digital.
Apa Itu Digital Marketing?
Digital Marketing adalah aktivitas pemasaran yang memanfaatkan teknologi dan kanal digital untuk menyampaikan nilai produk atau layanan kepada target audiens.
Digital marketing tidak hanya berarti membuat postingan di media sosial.
Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas seperti:
- Search Engine Optimization atau SEO;
- Search Engine Marketing;
- social media marketing;
- content marketing;
- email marketing;
- digital advertising;
- influencer marketing;
- marketplace marketing;
- marketing automation;
- analytics;
- customer engagement;
- conversion optimization.
Tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan perhatian, tetapi menghasilkan dampak bisnis seperti:
Awareness → Engagement → Leads → Conversion → Retention.
Karena itu, digital marketing membutuhkan perpaduan antara kreativitas, strategi, teknologi, komunikasi, dan analisis data.
Apa Itu Digital Business?
Digital Business merupakan pendekatan bisnis yang memanfaatkan teknologi digital dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengembangkan nilai bisnis.
Cakupannya lebih luas dibandingkan digital marketing.
Digital Business dapat mencakup:
- digital products;
- e-commerce;
- platform digital;
- digital customer experience;
- business analytics;
- digital operation;
- automation;
- digital payment;
- data-driven decision making;
- digital transformation;
- pengembangan model bisnis digital.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang menjual produk melalui marketplace sedang melakukan aktivitas digital commerce.
Namun ketika perusahaan tersebut mulai mengintegrasikan:
website + marketplace + CRM + data pelanggan + pembayaran digital + otomatisasi + analitik
maka pembahasannya sudah masuk ke area Digital Business yang lebih luas.
Hubungan Digital Marketing dan Digital Business
Digital Marketing dan Digital Business bukan dua bidang yang berdiri sendiri.
Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat.
Sederhananya:
Digital Business = bagaimana bisnis beroperasi dan menciptakan nilai dengan teknologi digital.
Digital Marketing = bagaimana bisnis memasarkan dan mengomunikasikan nilai tersebut melalui kanal digital.
Contohnya sebuah perusahaan memiliki produk aplikasi.
Digital Business dapat mencakup:
- pengembangan aplikasi;
- sistem pembayaran;
- model subscription;
- customer experience;
- data pelanggan;
- sistem operasional.
Sementara Digital Marketing dapat mencakup:
- SEO;
- iklan digital;
- media sosial;
- content marketing;
- email marketing;
- influencer campaign.
Jadi, digital marketing merupakan salah satu bagian penting dalam ekosistem bisnis digital.
Mengapa Digital Marketing dan Digital Business Penting?
Transformasi digital membuat persaingan bisnis menjadi semakin dinamis.
Perusahaan tidak hanya bersaing dari sisi produk dan harga, tetapi juga dari:
- kecepatan layanan;
- pengalaman pelanggan;
- kemudahan transaksi;
- kualitas informasi;
- personalisasi;
- kehadiran digital;
- kemampuan memanfaatkan data.
Konsumen juga semakin terbiasa mencari informasi sebelum membeli.
Perjalanan pelanggan dapat dimulai dari:
Google → media sosial → website → marketplace → review → transaksi → customer service.
Artinya, perusahaan membutuhkan strategi digital yang terintegrasi.
Tidak cukup hanya memiliki akun media sosial.
Perusahaan juga perlu memahami bagaimana seluruh kanal tersebut berhubungan dengan tujuan bisnis.
Pilar Utama Digital Marketing
Digital Marketing memiliki beberapa komponen utama.
Search Engine Optimization
SEO bertujuan meningkatkan visibilitas website pada mesin pencari secara organik.
Aktivitasnya dapat mencakup:
- keyword research;
- content creation;
- technical SEO;
- on-page optimization;
- link building;
- website optimization.
SEO membutuhkan kombinasi antara pemahaman audiens, konten, teknologi, dan analisis.
Social Media Marketing
Media sosial menjadi salah satu kanal penting untuk membangun hubungan dengan audiens.
Strateginya dapat mencakup:
- content planning;
- content creation;
- community engagement;
- social media advertising;
- influencer collaboration;
- performance analysis.
Media sosial bukan hanya tempat publikasi, tetapi juga sumber informasi mengenai perilaku dan kebutuhan audiens.
Content Marketing
Content marketing menggunakan konten untuk memberikan informasi dan membangun hubungan dengan target audiens.
Bentuknya dapat berupa:
- artikel;
- video;
- infografis;
- podcast;
- ebook;
- webinar;
- social media content.
Konten yang baik seharusnya memiliki hubungan dengan kebutuhan audiens sekaligus tujuan bisnis.
Digital Advertising
Digital advertising memungkinkan perusahaan menargetkan audiens berdasarkan berbagai parameter.
Contohnya:
- lokasi;
- usia;
- minat;
- perilaku;
- keyword;
- aktivitas digital.
Namun, iklan digital tidak cukup hanya dengan menentukan budget.
Profesional juga perlu memahami:
Targeting → Creative → Landing Page → Conversion → Measurement.
Email Marketing
Email marketing dapat digunakan untuk:
- lead nurturing;
- promosi;
- customer retention;
- informasi produk;
- newsletter;
- campaign automation.
Strategi ini dapat menjadi bagian dari customer journey yang lebih panjang.
Marketing Analytics
Data menjadi bagian penting dalam digital marketing.
Profesional perlu memahami metrik seperti:
- impressions;
- reach;
- engagement;
- click-through rate;
- conversion rate;
- cost per click;
- cost per acquisition;
- return on advertising spend;
- customer acquisition cost.
Dengan data, keputusan marketing dapat dibuat berdasarkan performa, bukan hanya asumsi.
Pilar Utama Digital Business
Digital Business memiliki ruang lingkup yang lebih luas.
Digital Customer Experience
Pelanggan saat ini mengharapkan proses yang cepat dan mudah.
Digital customer experience mencakup:
- website;
- aplikasi;
- chatbot;
- pembayaran;
- customer service;
- personalisasi;
- after-sales service.
Setiap titik interaksi dapat memengaruhi persepsi pelanggan terhadap perusahaan.
E-Commerce
E-commerce memungkinkan transaksi berlangsung secara digital.
Perusahaan perlu mengelola:
- katalog;
- harga;
- stok;
- pembayaran;
- pengiriman;
- promosi;
- customer service;
- analisis penjualan.
Digital marketing membantu mendatangkan traffic, sedangkan digital business memastikan keseluruhan sistem transaksi dapat berjalan.
Data-Driven Business
Bisnis digital menghasilkan data dalam jumlah besar.
Data dapat berasal dari:
- transaksi;
- website;
- media sosial;
- aplikasi;
- customer service;
- marketplace;
- CRM.
Data tersebut dapat digunakan untuk memahami:
- perilaku pelanggan;
- produk populer;
- tren permintaan;
- efektivitas campaign;
- customer retention.
Business Automation
Teknologi digital memungkinkan berbagai proses bisnis diotomatisasi.
Contohnya:
Customer mengisi formulir → data masuk CRM → sistem mengirim email → sales mendapatkan notifikasi → customer mendapatkan follow-up.
Otomatisasi seperti ini dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi pekerjaan manual.
Digital Payment
Pembayaran digital menjadi salah satu komponen penting dalam ekosistem bisnis modern.
Perusahaan dapat mengintegrasikan:
- transfer digital;
- virtual account;
- payment gateway;
- QR payment;
- digital wallet.
Kemudahan pembayaran dapat menjadi bagian dari customer experience.
Kompetensi Digital Marketing
Profesional Digital Marketing membutuhkan kombinasi kompetensi teknis dan nonteknis.
Beberapa di antaranya:
- digital marketing strategy;
- SEO;
- content marketing;
- social media;
- digital advertising;
- analytics;
- copywriting;
- branding;
- customer journey;
- conversion optimization.
Selain itu, dibutuhkan kemampuan:
- komunikasi;
- kreativitas;
- analytical thinking;
- problem solving;
- adaptability.
Pembahasan lebih khusus mengenai kompetensi tersebut dapat dilanjutkan melalui artikel Kompetensi Digital Marketing yang Dibutuhkan di Era Transformasi Digital.
Kompetensi Digital Business
Digital Business membutuhkan perspektif yang lebih luas.
Profesional perlu memahami:
- digital strategy;
- business model;
- customer experience;
- digital operations;
- data;
- technology;
- e-commerce;
- automation;
- innovation;
- digital transformation.
Kemampuan bisnis tetap penting karena teknologi pada akhirnya harus menghasilkan nilai.
Teknologi bukan tujuan akhir.
Teknologi → proses → pengalaman pelanggan → nilai bisnis.
Hard Skill dan Soft Skill di Bidang Digital
Baik Digital Marketing maupun Digital Business membutuhkan perpaduan antara hard skill dan soft skill.
| Hard Skill | Soft Skill |
|---|---|
| SEO | Komunikasi |
| Digital Ads | Kreativitas |
| Analytics | Problem Solving |
| Content Strategy | Adaptasi |
| CRM | Critical Thinking |
| E-Commerce | Kolaborasi |
| Data Analysis | Strategic Thinking |
| Marketing Technology | Leadership |
Semakin tinggi posisi profesional, semakin besar kebutuhan terhadap kemampuan strategis dan kepemimpinan.
Baca Juga
Sertifikasi Digital Marketing: Panduan Lengkap Uji Kompetensi dan Karier
Kompetensi Digital Marketing yang Dibutuhkan di Era Transformasi Digital
Sertifikasi Digital Business: Panduan Kompetensi Bisnis di Era Digital
Digital Marketing vs Digital Business: Perbedaan Kompetensi dan Karier
Digital Marketing dan Data
Salah satu perubahan terbesar dalam digital marketing adalah meningkatnya penggunaan data.
Marketing modern tidak hanya bertanya:
“Konten apa yang bagus?”
Tetapi juga:
“Konten mana yang menghasilkan hasil terbaik?”
Contohnya:
| Metrik | Fungsi |
|---|---|
| Reach | Mengukur jangkauan |
| Engagement Rate | Mengukur interaksi |
| CTR | Mengukur klik |
| Conversion Rate | Mengukur konversi |
| CAC | Mengukur biaya akuisisi |
| ROAS | Mengukur hasil iklan |
| Retention | Mengukur pelanggan yang bertahan |
Kemampuan membaca data membantu marketer mengambil keputusan yang lebih objektif.
Digital Business dan Data
Dalam Digital Business, data digunakan tidak hanya untuk marketing.
Data dapat membantu:
- forecasting;
- inventory planning;
- customer segmentation;
- product development;
- operational efficiency;
- pricing;
- customer retention.
Perusahaan yang mampu menghubungkan data dari berbagai sumber dapat memiliki gambaran bisnis yang lebih komprehensif.
Peran Artificial Intelligence dalam Digital Marketing dan Digital Business
AI semakin banyak digunakan dalam ekosistem digital.
Dalam Digital Marketing, AI dapat membantu:
- ide konten;
- copywriting;
- customer segmentation;
- analisis data;
- personalisasi;
- campaign optimization.
Dalam Digital Business, AI dapat digunakan untuk:
- customer service;
- forecasting;
- automation;
- recommendation system;
- document processing;
- business analytics.
Namun, AI tetap membutuhkan pengawasan manusia.
Profesional perlu memahami:
- validasi informasi;
- keamanan data;
- etika;
- privacy;
- bias;
- kualitas output.
Dengan demikian, AI menjadi alat pendukung strategi, bukan pengganti keseluruhan proses bisnis.
Transformasi Digital Bukan Sekadar Digitalisasi
Istilah digitalisasi dan transformasi digital sering digunakan secara bergantian.
Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda.
Digitalisasi dapat berarti mengubah proses manual menjadi digital.
Contohnya:
Dokumen kertas → dokumen digital.
Sementara transformasi digital memiliki cakupan lebih luas.
Contohnya:
Proses manual → sistem digital → data terintegrasi → otomatisasi → analitik → model bisnis baru.
Transformasi digital dapat mengubah bukan hanya alat yang digunakan, tetapi juga cara organisasi bekerja dan menciptakan nilai.
Digital Marketing dan Digital Business dalam Perusahaan
Perusahaan dapat melihat hubungan keduanya melalui customer journey.
Misalnya:
Awareness
Digital Marketing membuat konsumen mengetahui produk.
↓
Consideration
Konten dan informasi membantu konsumen memahami produk.
↓
Conversion
Platform digital membantu proses pembelian.
↓
Transaction
Sistem pembayaran memproses transaksi.
↓
Experience
Customer service dan produk memberikan pengalaman.
↓
Retention
CRM dan marketing automation menjaga hubungan dengan pelanggan.
↓
Data
Seluruh proses menghasilkan data.
↓
Optimization
Data digunakan untuk memperbaiki strategi bisnis.
Inilah alasan Digital Marketing dan Digital Business perlu dipandang sebagai ekosistem yang saling terhubung.
Sertifikasi Digital Marketing dan Digital Business
Seiring meningkatnya kebutuhan kompetensi digital, sertifikasi dapat menjadi salah satu sarana untuk menunjukkan kemampuan profesional.
Dalam ekosistem sertifikasi kompetensi, calon peserta perlu melihat skema kompetensi yang sesuai dengan bidang dan pekerjaan.
Saat ini, profil LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika yang tercantum di BNSP memuat skema Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 10 unit kompetensi dan skema Bisnis Digital (Digital Business) dengan 8 unit kompetensi. LSP tersebut tercatat berstatus aktif pada direktori BNSP.
Artinya, Digital Marketing dan Digital Business dapat diposisikan sebagai dua jalur kompetensi yang berbeda tetapi saling berkaitan.
Untuk pembahasan khusus mengenai proses sertifikasi Digital Marketing, artikel turunannya dapat diarahkan ke:
Sertifikasi Digital Marketing: Panduan Lengkap Uji Kompetensi dan Karier
Sedangkan bagi profesional yang ingin memahami kompetensi bisnis berbasis teknologi, dapat dilanjutkan ke:
Sertifikasi Digital Business: Panduan Kompetensi Bisnis di Era Digital
Sertifikasi Bukan Pengganti Pengalaman
Sertifikasi dapat menjadi bukti kompetensi, tetapi tidak seharusnya dipandang sebagai pengganti pengalaman kerja.
Dalam pengembangan karier digital, kombinasi yang lebih kuat adalah:
Pengetahuan + Praktik + Portofolio + Pengalaman + Sertifikasi.
Contohnya, seorang Digital Marketing Specialist dapat memiliki:
- sertifikasi;
- portofolio campaign;
- pengalaman mengelola media sosial;
- kemampuan analytics;
- pengalaman menggunakan advertising platform.
Sementara seorang Digital Business professional dapat memiliki:
- pemahaman business model;
- pengalaman digital transformation;
- kemampuan data;
- pengalaman mengelola platform digital;
- sertifikasi kompetensi.
Peluang Karier Digital Marketing
Perkembangan ekosistem digital menciptakan berbagai posisi pekerjaan.
Contohnya:
- Digital Marketing Specialist;
- SEO Specialist;
- Social Media Specialist;
- Content Strategist;
- Performance Marketing Specialist;
- Digital Advertising Specialist;
- CRM Specialist;
- Marketing Analyst;
- E-Commerce Specialist;
- Digital Marketing Manager.
Setiap posisi memiliki kombinasi kompetensi yang berbeda.
Peluang Karier Digital Business
Karier Digital Business dapat memiliki cakupan yang lebih luas.
Beberapa contohnya:
- Digital Business Specialist;
- Business Development Specialist;
- Digital Transformation Specialist;
- E-Commerce Manager;
- Product Manager;
- Digital Strategy Specialist;
- Business Analyst;
- Digital Project Manager;
- Innovation Specialist;
- Digital Business Manager.
Pada tingkat manajerial, pemahaman mengenai teknologi, bisnis, pelanggan, dan data menjadi semakin penting.
Bagaimana Memulai Karier di Bidang Digital?
Bagi pemula, tidak perlu mempelajari seluruh bidang sekaligus.
Gunakan pendekatan bertahap.
Tahap 1 — Digital Literacy
Pahami:
- internet;
- platform digital;
- data;
- cloud;
- keamanan digital.
Tahap 2 — Pilih Fokus
Tentukan apakah ingin lebih fokus pada:
Digital Marketing
atau
Digital Business.
Tahap 3 — Bangun Kompetensi
Pelajari skill yang sesuai.
Tahap 4 — Praktik
Kerjakan proyek sederhana.
Tahap 5 — Bangun Portofolio
Dokumentasikan hasil pekerjaan.
Tahap 6 — Sertifikasi
Jika tersedia dan relevan, ikuti sertifikasi kompetensi yang sesuai.
Tahap 7 — Pengalaman
Gunakan kompetensi tersebut dalam pekerjaan nyata.
Contoh Portofolio Digital Marketing
Portofolio tidak harus berasal dari perusahaan besar.
Pemula dapat membuat proyek seperti:
Project 1: Strategi media sosial untuk UMKM.
Project 2: Keyword research dan SEO artikel.
Project 3: Simulasi digital advertising campaign.
Project 4: Content calendar 30 hari.
Project 5: Analisis performa media sosial.
Yang penting dapat menunjukkan:
Masalah → Strategi → Implementasi → Data → Evaluasi.
Contoh Portofolio Digital Business
Portofolio Digital Business dapat berupa:
Project 1: Analisis model bisnis digital.
Project 2: Digital transformation roadmap.
Project 3: Customer journey mapping.
Project 4: Analisis e-commerce.
Project 5: Digital business model canvas.
Project 6: Analisis peluang produk digital.
Portofolio tersebut menunjukkan kemampuan melihat hubungan antara teknologi dan kebutuhan bisnis.
Digital Marketing vs Digital Business
Secara sederhana:
| Aspek | Digital Marketing | Digital Business |
|---|---|---|
| Fokus | Pemasaran | Keseluruhan bisnis digital |
| Tujuan | Mendapatkan dan mempertahankan pelanggan | Menciptakan dan mengembangkan nilai bisnis |
| Ruang lingkup | Marketing | Marketing, operasi, produk, data, teknologi |
| Kompetensi | SEO, ads, content, analytics | Strategy, business model, data, technology |
| Output | Leads, traffic, conversion, engagement | Revenue, efficiency, innovation, business growth |
| Orientasi | Customer acquisition & retention | Business transformation |
| Karier | Digital Marketer | Digital Business Specialist/Manager |
Namun, batas keduanya tidak selalu kaku.
Seorang Digital Marketing Manager tetap perlu memahami bisnis, sedangkan seorang Digital Business professional perlu memahami bagaimana pemasaran digital membantu pertumbuhan bisnis.
Kesalahan dalam Transformasi Digital
Beberapa organisasi melakukan transformasi digital hanya dengan membeli teknologi.
Padahal, teknologi tanpa strategi belum tentu menghasilkan perubahan.
Kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- membeli tools tanpa kebutuhan yang jelas;
- tidak melatih SDM;
- tidak memiliki KPI;
- data tidak terintegrasi;
- mengabaikan customer experience;
- tidak melakukan evaluasi;
- terlalu fokus pada teknologi;
- tidak menyesuaikan proses bisnis.
Transformasi digital seharusnya dimulai dari pertanyaan:
Masalah bisnis apa yang ingin diselesaikan?
Baru kemudian menentukan:
Teknologi apa yang paling tepat digunakan?
Strategi Membangun Kompetensi Digital
Organisasi dapat menggunakan pendekatan:
Identify → Train → Practice → Assess → Improve.
Identify
Identifikasi kebutuhan kompetensi.
Train
Berikan pelatihan sesuai kebutuhan.
Practice
Berikan proyek atau kasus nyata.
Assess
Evaluasi kemampuan.
Improve
Lakukan pengembangan berkelanjutan.
Pendekatan ini membuat pengembangan SDM lebih terarah.
Masa Depan Digital Marketing dan Digital Business
Perkembangan teknologi seperti AI, data analytics, automation, cloud computing, dan platform digital akan terus memengaruhi dunia bisnis.
Digital Marketing kemungkinan semakin mengarah pada:
- personalization;
- automation;
- AI-assisted content;
- predictive analytics;
- omnichannel marketing;
- customer data platform.
Sementara Digital Business akan semakin banyak berkaitan dengan:
- digital ecosystem;
- AI;
- data-driven business;
- automation;
- platform economy;
- digital products;
- customer experience;
- business model innovation.
Karena itu, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi kompetensi yang sangat penting.
FAQ
Apa perbedaan Digital Marketing dan Digital Business?
Digital Marketing berfokus pada pemasaran melalui kanal digital, sedangkan Digital Business memiliki cakupan lebih luas, yaitu bagaimana teknologi digital digunakan dalam keseluruhan aktivitas dan model bisnis.
Apakah Digital Marketing merupakan bagian dari Digital Business?
Ya. Digital Marketing dapat menjadi salah satu komponen dalam Digital Business karena pemasaran merupakan bagian dari keseluruhan aktivitas bisnis.
Apakah Digital Marketing dan Digital Business membutuhkan kemampuan teknologi?
Keduanya membutuhkan literasi teknologi digital. Namun, tingkat kemampuan teknis yang diperlukan dapat berbeda sesuai posisi dan skema kompetensi yang dipilih.
Apakah ada sertifikasi Digital Marketing dan Digital Business?
Ada skema kompetensi yang berkaitan dengan Digital Marketing dan Digital Business. Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memeriksa skema, unit kompetensi, persyaratan, serta status LSP melalui sumber resmi.
Kesimpulan
Digital Marketing dan Digital Business merupakan dua bidang yang semakin penting dalam menghadapi transformasi digital. Digital Marketing berfokus pada pemanfaatan kanal digital untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan mendukung pemasaran, sedangkan Digital Business memiliki cakupan lebih luas dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam model, proses, produk, dan strategi bisnis.
Keduanya membutuhkan kombinasi antara kompetensi digital, kemampuan analisis, pemahaman bisnis, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi.
Bagi profesional, pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui pembelajaran, praktik, proyek, portofolio, pengalaman kerja, dan sertifikasi yang sesuai.
Dalam ekosistem sertifikasi BNSP saat ini, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika mencantumkan Digital Marketing dengan 10 unit kompetensi serta Digital Business dengan 8 unit kompetensi, sehingga kedua bidang tersebut dapat dikembangkan sebagai jalur kompetensi profesional yang berbeda namun saling melengkapi.
Untuk pembaca yang ingin memperdalam topik, artikel pilar ini dapat menjadi pintu masuk menuju pembahasan yang lebih spesifik mengenai sertifikasi Digital Marketing, kompetensi Digital Marketing, sertifikasi Digital Business, serta perbedaan Digital Marketing dan Digital Business.
Kembangkan kompetensi digital, bangun portofolio, buktikan kemampuan profesional, dan siapkan diri menghadapi dunia bisnis yang semakin terhubung dengan teknologi.
Untuk informasi pelatihan, pengembangan kompetensi, dan uji sertifikasi profesional, hubungi PSKN melalui WhatsApp 0812-6660-0643, telepon (021) 3454 426, email info@trainingpskn.com, atau kunjungi www.trainingpskn.com.

Digital Marketing dan Digital Business menjadi kompetensi penting di era digital untuk mengembangkan pemasaran, bisnis, teknologi, dan karier profesional.
