Risk, Compliance & Governance Training: Strategi Memperkuat Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Tata Kelola Organisasi

Risk, Compliance & Governance Training membantu meningkatkan kompetensi manajemen risiko, compliance, internal control, governance, dan fraud risk management.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Daftar Isi

 

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, organisasi tidak hanya dituntut mencapai target pertumbuhan dan profitabilitas. Perusahaan juga harus mampu mengidentifikasi risiko, memenuhi ketentuan yang berlaku, menjaga pengendalian internal, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

Semakin kompleks suatu organisasi, semakin beragam pula risiko yang harus dikelola.

Risiko dapat muncul dari berbagai aspek, seperti:

  • operasional;
  • keuangan;
  • teknologi;
  • sumber daya manusia;
  • hukum;
  • kepatuhan;
  • keamanan informasi;
  • fraud;
  • reputasi;
  • perubahan regulasi.

Apabila risiko tidak dikelola dengan baik, dampaknya dapat mengganggu pencapaian tujuan organisasi.

Karena itu, perusahaan membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami pekerjaannya secara teknis, tetapi juga memiliki risk awareness, compliance awareness, dan governance mindset.

Salah satu pendekatan untuk mengembangkan kompetensi tersebut adalah Risk, Compliance & Governance Training.

Sebagai salah satu turunan dari Corporate Training & Professional Development, program ini berfokus pada pengembangan kompetensi dalam mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memantau risiko sekaligus memperkuat kepatuhan dan tata kelola organisasi.


Risk, Compliance & Governance Training dalam Corporate Training

Risk, Compliance & Governance Training merupakan salah satu cluster dalam Corporate Training & Professional Development.

Jika Corporate Training mencakup pengembangan kompetensi SDM secara luas, cluster ini memiliki fokus pada bagaimana organisasi dapat menjalankan kegiatan secara terkendali, patuh, transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Hubungannya dapat dilihat berikut:

Cluster Fokus
Corporate Training & Professional Development Pengembangan kompetensi SDM
Business Management Training Strategi dan pengelolaan bisnis
Finance & Accounting Training Keuangan dan pengendalian finansial
Operational Excellence Training Efisiensi dan perbaikan proses
Risk, Compliance & Governance Training Risiko, kepatuhan, pengendalian, dan tata kelola
Quality, HSE & Operational Safety Kualitas, keselamatan, dan lingkungan

Informasi mengenai cakupan pengembangan kompetensi perusahaan dapat dilihat melalui Corporate Training & Professional Development.


Apa Itu Risk, Compliance & Governance Training?

Risk, Compliance & Governance Training adalah program pengembangan kompetensi yang membantu profesional memahami prinsip dan praktik manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, corporate governance, dan fraud risk management.

Tiga area utama dalam program ini adalah:

Risk Management

Berfokus pada bagaimana organisasi:

  • mengidentifikasi risiko;
  • menganalisis risiko;
  • menilai risiko;
  • menentukan risk treatment;
  • melakukan monitoring;
  • membangun risk awareness.

Compliance

Berfokus pada bagaimana organisasi memastikan aktivitasnya sesuai dengan:

  • regulasi;
  • kebijakan;
  • prosedur;
  • standar;
  • kontrak;
  • ketentuan internal.

Governance

Berfokus pada bagaimana organisasi diarahkan dan dikendalikan melalui:

  • accountability;
  • transparency;
  • responsibility;
  • fairness;
  • oversight;
  • internal control.

Ketiga aspek tersebut saling berkaitan.

Risk Management membantu organisasi menghadapi ketidakpastian, Compliance membantu memastikan kepatuhan, sedangkan Governance memastikan organisasi memiliki sistem pengarahan dan pengendalian yang baik.


Mengapa Risk, Compliance & Governance Training Penting?

1. Meningkatkan Risk Awareness

Setiap karyawan dapat menjadi bagian dari sistem manajemen risiko.

Contohnya:

  • kesalahan input data;
  • keterlambatan pekerjaan;
  • kehilangan dokumen;
  • pelanggaran prosedur;
  • kebocoran informasi;
  • konflik kepentingan.

Risk awareness membantu karyawan memahami bahwa pengelolaan risiko bukan hanya tanggung jawab risk management team.


2. Memperkuat Internal Control

Internal control membantu organisasi mencegah atau mendeteksi kesalahan dan penyimpangan.

Contohnya:

  • segregation of duties;
  • approval;
  • authorization;
  • reconciliation;
  • documentation;
  • monitoring.

Training membantu peserta memahami bagaimana kontrol dirancang dan diterapkan dalam proses kerja.


3. Meningkatkan Kepatuhan

Organisasi harus memastikan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Compliance training membantu peserta memahami:

  • regulatory requirements;
  • internal policies;
  • standard operating procedures;
  • compliance risk;
  • reporting;
  • monitoring.

Kepatuhan bukan hanya persoalan menghindari sanksi, tetapi juga menjaga keberlangsungan dan reputasi organisasi.


4. Mengurangi Risiko Fraud

Fraud dapat menimbulkan kerugian finansial dan reputasi.

Organisasi perlu memahami:

  • fraud risk;
  • fraud indicators;
  • internal control;
  • conflict of interest;
  • whistleblowing;
  • fraud prevention.

Kesadaran terhadap fraud dapat diperkuat melalui training dan sistem pengendalian yang memadai.


5. Mendukung Pengambilan Keputusan

Keputusan bisnis selalu memiliki risiko.

Dengan pendekatan risk-based decision making, manajemen dapat mempertimbangkan:

Objective → Risk → Impact → Likelihood → Control → Treatment → Monitoring

Dengan demikian, risiko dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, bukan dipertimbangkan setelah masalah terjadi.


Jenis-Jenis Risk, Compliance & Governance Training

Program dapat dikembangkan menjadi beberapa pelatihan sesuai kebutuhan organisasi.

1. Enterprise Risk Management Training

Enterprise Risk Management atau ERM melihat risiko secara menyeluruh pada tingkat organisasi.

Materinya dapat mencakup:

  • ERM framework;
  • risk identification;
  • risk assessment;
  • risk register;
  • risk treatment;
  • risk appetite;
  • risk monitoring;
  • risk reporting.

ERM membantu organisasi menghubungkan risiko dengan pencapaian tujuan strategis.


2. Corporate Risk Management Training

Corporate Risk Management berfokus pada pengelolaan risiko dalam lingkungan perusahaan.

Risiko dapat meliputi:

  • strategic risk;
  • financial risk;
  • operational risk;
  • legal risk;
  • compliance risk;
  • technology risk;
  • reputational risk.

Peserta belajar memahami risiko berdasarkan fungsi dan proses bisnis.


3. Governance, Risk & Compliance (GRC) Training

GRC mengintegrasikan tiga aspek:

Governance + Risk + Compliance

Pendekatan GRC membantu organisasi menghindari pengelolaan risiko dan kepatuhan yang berjalan secara terpisah.

Misalnya, satu proses bisnis dapat memiliki:

  • tujuan;
  • risiko;
  • control;
  • compliance requirement;
  • responsible person;
  • monitoring indicator.

Dengan integrasi tersebut, pengelolaan menjadi lebih sistematis.


4. Compliance Management Training

Compliance Management Training berfokus pada sistem pengelolaan kepatuhan.

Materinya dapat mencakup:

  • compliance identification;
  • regulatory monitoring;
  • compliance risk assessment;
  • compliance control;
  • compliance reporting;
  • compliance monitoring.

Program dapat disesuaikan dengan sektor industri dan regulasi yang relevan.


5. Internal Control Training

Internal control merupakan bagian penting dalam governance dan risk management.

Materinya dapat meliputi:

  • control environment;
  • risk assessment;
  • control activities;
  • information and communication;
  • monitoring;
  • control testing.

Peserta dapat belajar mengidentifikasi kelemahan kontrol dan menentukan langkah perbaikannya.


6. Corporate Governance Training

Corporate Governance Training membantu peserta memahami bagaimana organisasi diarahkan dan dikendalikan.

Materinya dapat mencakup:

  • prinsip tata kelola;
  • board governance;
  • accountability;
  • transparency;
  • responsibility;
  • stakeholder management;
  • decision making;
  • oversight.

Governance yang baik membantu memastikan keputusan organisasi dapat dipertanggungjawabkan.


7. Fraud Risk Management Training

Fraud Risk Management berfokus pada pencegahan dan pengelolaan risiko fraud.

Materi dapat meliputi:

  • fraud risk assessment;
  • fraud indicators;
  • fraud prevention;
  • internal control;
  • conflict of interest;
  • whistleblowing;
  • fraud response.

Organisasi perlu memiliki pendekatan yang sistematis karena fraud dapat terjadi ketika terdapat kelemahan kontrol dan kesempatan untuk melakukan penyimpangan.


8. Business Continuity Management Training

Business Continuity Management membantu organisasi mempersiapkan diri menghadapi gangguan yang dapat memengaruhi operasional.

Contoh gangguan:

  • bencana;
  • gangguan sistem;
  • serangan siber;
  • kegagalan vendor;
  • gangguan fasilitas;
  • krisis operasional.

Materinya dapat mencakup:

  • business impact analysis;
  • continuity strategy;
  • business continuity plan;
  • crisis management;
  • recovery;
  • testing.

Risk Identification dan Risk Assessment

Salah satu kemampuan dasar dalam risk management adalah mengidentifikasi risiko.

Contohnya:

Objective: Menyelesaikan proyek tepat waktu.

Risk: Keterlambatan material.

Cause: Vendor mengalami keterlambatan pengiriman.

Impact: Jadwal proyek mundur.

Dari sini organisasi dapat menentukan:

  • likelihood;
  • impact;
  • existing control;
  • risk level;
  • treatment.

Risk assessment membantu organisasi menentukan risiko mana yang harus mendapatkan prioritas.


Risk Register

Risk register dapat digunakan untuk mendokumentasikan risiko.

Contoh sederhana:

Risk Cause Impact Likelihood Treatment
Keterlambatan proyek Vendor terlambat Schedule delay Medium Vendor monitoring
Data hilang Sistem gagal Operational disruption Low Backup
Fraud Kontrol lemah Financial loss Medium Strengthen control
Pelanggaran regulasi Prosedur tidak diperbarui Compliance issue Medium Regulatory monitoring

Risk register perlu diperbarui secara berkala karena kondisi organisasi dapat berubah.


Risk Treatment

Setelah risiko dinilai, organisasi perlu menentukan respons.

Beberapa strategi yang umum digunakan:

Risk Avoidance

Menghindari aktivitas yang menghasilkan risiko tertentu.

Risk Reduction

Mengurangi kemungkinan atau dampak risiko.

Risk Transfer

Mengalihkan sebagian risiko kepada pihak lain melalui mekanisme yang sesuai.

Risk Acceptance

Menerima risiko apabila berada dalam batas yang dapat ditoleransi.

Pilihan treatment harus mempertimbangkan risk appetite, biaya kontrol, dan tujuan organisasi.


Risk Appetite dan Risk Tolerance

Risk appetite menunjukkan tingkat risiko yang bersedia diterima organisasi dalam mencapai tujuan.

Sedangkan risk tolerance menunjukkan batas variasi yang masih dapat diterima.

Pemahaman keduanya membantu manajemen menentukan:

Risiko mana yang dapat diterima dan risiko mana yang membutuhkan tindakan segera.


Internal Control dan Three Lines

Dalam pengelolaan risiko, organisasi membutuhkan pembagian peran yang jelas.

Secara umum:

First Line

Unit operasional yang menjalankan proses dan memiliki tanggung jawab utama terhadap risiko dalam aktivitasnya.

Second Line

Fungsi yang membantu memberikan oversight, guidance, monitoring, dan challenge terkait risiko dan kepatuhan.

Third Line

Internal audit yang memberikan assurance dan evaluasi independen terhadap efektivitas governance, risk management, dan internal control.

Pembagian ini membantu mencegah seluruh tanggung jawab risiko dibebankan kepada satu fungsi saja.


Compliance Risk Management

Compliance risk dapat muncul ketika organisasi gagal memenuhi ketentuan yang berlaku.

Contohnya:

  • regulasi;
  • perizinan;
  • kontrak;
  • kebijakan perusahaan;
  • standar;
  • prosedur internal.

Pendekatan yang dapat digunakan:

Identify → Assess → Control → Monitor → Report

Dengan demikian, compliance menjadi bagian dari proses manajemen risiko.


Governance dan Accountability

Governance membutuhkan kejelasan mengenai:

  • siapa yang membuat keputusan;
  • siapa yang bertanggung jawab;
  • siapa yang melakukan pengawasan;
  • bagaimana keputusan didokumentasikan;
  • bagaimana kinerja dievaluasi.

Accountability membantu memastikan bahwa kewenangan selalu disertai tanggung jawab.


Fraud Risk Management

Fraud dapat terjadi dalam berbagai bentuk.

Misalnya:

  • manipulasi laporan;
  • penyalahgunaan aset;
  • konflik kepentingan;
  • transaksi fiktif;
  • pemalsuan dokumen;
  • penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, perusahaan perlu membangun sistem yang mencakup:

Prevention → Detection → Response → Investigation → Remediation

Training dapat meningkatkan kemampuan peserta mengenali red flags dan memahami peran internal control.


Digital Risk dan Cybersecurity

Transformasi digital menciptakan peluang sekaligus risiko baru.

Risiko dapat muncul dari:

  • data breach;
  • unauthorized access;
  • phishing;
  • system failure;
  • third-party risk;
  • data privacy;
  • cyberattack.

Karena itu, risk management modern perlu mempertimbangkan technology risk dan cybersecurity risk.

Program Risk, Compliance & Governance dapat dikombinasikan dengan Digital Transformation & Technology Training untuk membangun pemahaman risiko digital.


Risk-Based Decision Making

Keputusan bisnis yang baik perlu mempertimbangkan risiko.

Misalnya perusahaan ingin menggunakan vendor baru.

Tidak cukup hanya melihat:

  • harga;
  • kualitas;
  • waktu pengiriman.

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan:

  • financial stability vendor;
  • compliance;
  • data security;
  • business continuity;
  • reputation;
  • contractual risk.

Dengan demikian, keputusan menjadi lebih komprehensif.


Risk, Compliance & Governance untuk Manager

Kompetensi ini tidak hanya dibutuhkan oleh risk atau compliance officer.

Manager dari berbagai fungsi juga perlu memahami risiko dalam pekerjaannya.

Finance Manager

Perlu memperhatikan:

  • financial risk;
  • fraud;
  • internal control;
  • compliance.

HR Manager

Perlu memperhatikan:

  • employment compliance;
  • employee data;
  • workforce risk.

IT Manager

Perlu memperhatikan:

  • cybersecurity;
  • system risk;
  • data governance.

Procurement Manager

Perlu memperhatikan:

  • vendor risk;
  • conflict of interest;
  • contract compliance.

Operation Manager

Perlu memperhatikan:

  • operational risk;
  • process control;
  • business continuity.

Metode Risk, Compliance & Governance Training

Training akan lebih efektif apabila menggunakan pendekatan praktis.

Case Study

Peserta menganalisis kasus risiko atau compliance.

Risk Assessment Workshop

Peserta melakukan identifikasi dan penilaian risiko.

Risk Register Exercise

Peserta menyusun risk register berdasarkan kasus.

Simulation

Peserta menghadapi simulasi incident atau compliance issue.

Group Discussion

Peserta membahas risiko berdasarkan fungsi masing-masing.

Control Assessment

Peserta mengevaluasi efektivitas kontrol.

Scenario Analysis

Peserta menganalisis kemungkinan dampak dari berbagai skenario risiko.


Cara Menyusun Risk, Compliance & Governance Training

1. Identifikasi risiko organisasi

Perusahaan perlu menentukan risiko yang paling relevan.

Contohnya:

  • operational risk;
  • financial risk;
  • compliance risk;
  • legal risk;
  • technology risk;
  • fraud risk.

2. Tentukan kompetensi

Kebutuhan Kompetensi
Risiko belum teridentifikasi Risk Identification
Risk register tidak efektif Risk Assessment
Kontrol lemah Internal Control
Regulasi sering terlewat Compliance Management
Fraud risk tinggi Fraud Risk Management
Governance belum jelas Corporate Governance
Gangguan operasional Business Continuity

3. Tentukan peserta

Program dapat ditujukan kepada:

  • risk management;
  • compliance;
  • internal audit;
  • finance;
  • legal;
  • procurement;
  • operation;
  • HR;
  • IT;
  • manager;
  • executive.

Mengukur Keberhasilan Training

Keberhasilan training dapat diukur melalui beberapa indikator.

Area Indikator
Risk Management Kualitas risk register
Compliance Compliance issue
Internal Control Control effectiveness
Fraud Fraud risk awareness
Governance Accountability
Business Continuity Recovery readiness
Competency Pre-test vs post-test

Evaluasi juga dapat dilakukan melalui penerapan risk assessment atau improvement project setelah pelatihan.


Inhouse Risk, Compliance & Governance Training

Setiap organisasi memiliki profil risiko yang berbeda.

Karena itu, Inhouse Risk, Compliance & Governance Training dapat dirancang berdasarkan:

  • industri;
  • proses bisnis;
  • struktur organisasi;
  • regulasi;
  • profil risiko;
  • tingkat kompetensi peserta.

Misalnya:

Perusahaan keuangan: fokus pada compliance, fraud, financial risk, dan governance.

Perusahaan konstruksi: fokus pada project risk, contract risk, operational risk, dan cost control.

Perusahaan teknologi: fokus pada cyber risk, data governance, technology risk, dan business continuity.

Instansi pemerintah: fokus pada risk management, internal control, compliance, governance, dan penguatan akuntabilitas.

PSKN menyediakan layanan Inhouse Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan karakteristik peserta.


Tantangan Implementasi Risk, Compliance & Governance

Beberapa tantangan yang sering dihadapi organisasi antara lain:

Risk Management Hanya Menjadi Dokumentasi

Risk register dibuat tetapi tidak digunakan dalam pengambilan keputusan.

Compliance Bersifat Reaktif

Organisasi baru memperhatikan compliance setelah terjadi masalah.

Internal Control Tidak Efektif

Kontrol ada di dalam dokumen tetapi tidak berjalan secara konsisten.

Risk Awareness Rendah

Karyawan menganggap risiko hanya tanggung jawab bagian tertentu.

Governance Tidak Jelas

Pembagian kewenangan dan accountability tidak tegas.

Data Risiko Tidak Terintegrasi

Informasi risiko tersebar di berbagai unit sehingga sulit dianalisis.

Karena itu, organisasi membutuhkan budaya yang menjadikan risk, compliance, dan governance sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.


Tren Risk, Compliance & Governance Training

Beberapa kompetensi yang semakin relevan antara lain:

1. Integrated GRC

Risk, compliance, dan governance mulai dikelola secara lebih terintegrasi.

2. Data-Driven Risk Management

Data digunakan untuk mendukung identifikasi dan pemantauan risiko.

3. Technology Risk

Risiko teknologi menjadi semakin penting seiring digitalisasi.

4. Cyber Risk

Keamanan siber menjadi bagian dari enterprise risk management.

5. Third-Party Risk Management

Organisasi semakin memperhatikan risiko dari vendor dan pihak ketiga.

6. AI Governance

Penggunaan Artificial Intelligence menciptakan kebutuhan baru terkait governance, data, security, transparency, dan accountability.

7. Continuous Compliance Monitoring

Monitoring kepatuhan semakin diarahkan agar berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya ketika audit dilakukan.


Roadmap Risk, Compliance & Governance Competency

Pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara bertahap.

Tahap Program Fokus
1 Risk Management Fundamentals Dasar manajemen risiko
2 Risk Identification & Assessment Identifikasi dan penilaian
3 Risk Register & Risk Treatment Pengelolaan risiko
4 Internal Control Penguatan kontrol
5 Compliance Management Kepatuhan
6 Fraud Risk Management Pencegahan fraud
7 Corporate Governance Tata kelola
8 Business Continuity Ketahanan bisnis
9 GRC Integrasi governance, risk, compliance
10 Strategic Risk Management Risiko tingkat strategis

Roadmap dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kematangan organisasi.


Hubungan Risk, Compliance & Governance dengan Operational Excellence

Operational Excellence berfokus pada bagaimana proses dibuat lebih efektif dan efisien.

Risk, Compliance & Governance memastikan proses tersebut tetap:

  • terkendali;
  • patuh;
  • aman;
  • dapat dipertanggungjawabkan.

Hubungannya:

Process Improvement → Control → Compliance → Risk Management → Sustainable Performance

Karena itu, Operational Excellence dan GRC sebaiknya tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pembaca dapat melihat artikel terkait Operational Excellence Training dalam cluster Corporate Training & Professional Development untuk memahami hubungan antara perbaikan proses dan pengendalian risiko.


Hubungan Risk Management dengan Finance & Accounting

Risiko keuangan sangat berkaitan dengan pengelolaan finance dan accounting.

Contohnya:

  • fraud;
  • cash flow risk;
  • credit risk;
  • financial reporting risk;
  • cost overrun;
  • investment risk.

Karena itu, Risk Training dapat dikombinasikan dengan Finance & Accounting Training agar pengelolaan keuangan tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga mempertimbangkan risiko.


Risk, Compliance & Governance sebagai Investasi Organisasi

Organisasi yang sehat tidak hanya mengejar pertumbuhan.

Organisasi juga perlu memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung secara:

Responsible + Controlled + Compliant + Sustainable

Kompetensi Risk, Compliance & Governance membantu membangun fondasi tersebut.

Hubungannya dapat digambarkan:

People → Governance → Risk Management → Internal Control → Compliance → Business Resilience

Semakin baik kemampuan organisasi mengelola risiko dan kepatuhan, semakin siap organisasi menghadapi perubahan dan ketidakpastian.


FAQ Risk, Compliance & Governance Training

Apa itu Risk, Compliance & Governance Training?

Risk, Compliance & Governance Training adalah program pengembangan kompetensi yang membahas manajemen risiko, compliance, internal control, corporate governance, fraud risk management, dan business continuity.

Siapa yang membutuhkan Risk, Compliance & Governance Training?

Program dapat ditujukan kepada risk management, compliance, internal audit, finance, legal, procurement, IT, operation, manager, hingga executive.

Apa saja materi Risk, Compliance & Governance Training?

Materinya dapat mencakup Enterprise Risk Management, Corporate Risk Management, GRC, Compliance Management, Internal Control, Corporate Governance, Fraud Risk Management, Business Continuity, dan Strategic Risk Management.

Apakah program dapat dilakukan secara Inhouse?

Ya. Program dapat disesuaikan dengan profil risiko, industri, regulasi, proses bisnis, kebutuhan organisasi, dan level peserta.


Referensi Pemerintah

Untuk memperoleh informasi resmi mengenai regulasi, tata kelola, pengawasan, dan pengelolaan risiko di Indonesia, beberapa sumber pemerintah yang dapat digunakan antara lain:


Kesimpulan

Risk, Compliance & Governance Training merupakan salah satu bagian dari Corporate Training & Professional Development yang berfokus pada kemampuan organisasi dalam mengelola risiko, memenuhi ketentuan, memperkuat pengendalian internal, dan membangun tata kelola yang baik.

Program ini dapat mencakup Enterprise Risk Management, Corporate Risk Management, GRC, Compliance Management, Internal Control, Corporate Governance, Fraud Risk Management, dan Business Continuity Management.

Pengelolaan risiko tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab departemen risk management. Setiap fungsi dalam organisasi memiliki risiko yang perlu dipahami dan dikelola sesuai perannya.

Di tengah digitalisasi dan perubahan lingkungan bisnis, organisasi juga perlu memperhatikan technology risk, cybersecurity, third-party risk, data governance, dan AI governance.

Dengan pengembangan kompetensi yang tepat, perusahaan dapat membangun SDM yang lebih sadar risiko, patuh terhadap ketentuan, memahami pengendalian internal, dan mampu mendukung pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Perkuat budaya risk awareness, compliance, dan tata kelola organisasi melalui Risk, Compliance & Governance Training bersama PSKN.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan