Kompetensi yang Dibutuhkan Project Management Officer di Dunia Kerja

Pelajari kompetensi Project Management Officer yang dibutuhkan di dunia kerja, mulai dari perencanaan, monitoring, risiko, komunikasi, hingga digital tools.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Daftar Isi

 

Dalam dunia kerja yang semakin berorientasi pada proyek, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang mampu mengelola pekerjaan secara terstruktur terus meningkat. Perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga profesional yang dapat memastikan berbagai aktivitas proyek berjalan sesuai rencana.

Salah satu posisi yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah Project Management Officer (PMO).

Project Management Officer berfungsi mendukung pengelolaan proyek melalui aktivitas seperti perencanaan, monitoring, koordinasi, dokumentasi, pelaporan, pengelolaan risiko, hingga pengendalian tindak lanjut. Karena berhubungan dengan berbagai pihak dan tahapan proyek, seorang PMO membutuhkan kombinasi kompetensi teknis, analitis, komunikasi, dan kemampuan menggunakan teknologi.

Inilah alasan mengapa memahami kompetensi Project Management Officer menjadi penting, baik bagi profesional yang sudah bekerja sebagai PMO maupun bagi seseorang yang sedang mempersiapkan diri untuk memasuki bidang project management.

Artikel ini merupakan bagian dari cluster Project Management dan melanjutkan pembahasan mengenai Project Management: Pengertian, Tahapan, Kompetensi, dan Strategi Pengelolaan Proyek.


Apa Itu Project Management Officer?

Project Management Officer adalah profesional yang membantu memastikan aktivitas pengelolaan proyek berjalan secara sistematis, terdokumentasi, dan terkoordinasi.

Dalam praktiknya, tugas PMO dapat berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Ada PMO yang lebih banyak menangani administrasi dan dokumentasi, sementara PMO pada organisasi tertentu dapat memiliki fungsi monitoring, governance, reporting, hingga pengendalian proyek yang lebih luas.

Secara umum, PMO dapat membantu:

  • menyusun dan memonitor rencana proyek;
  • mengelola jadwal;
  • melakukan monitoring progres;
  • menyusun laporan proyek;
  • mengelola dokumentasi;
  • memantau risiko dan isu;
  • mengoordinasikan tindak lanjut;
  • membantu komunikasi antar-stakeholder;
  • memonitor perubahan proyek;
  • menyediakan data bagi Project Manager;
  • memastikan informasi proyek tersedia secara tepat waktu.

Dengan tanggung jawab tersebut, PMO membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan administratif.


Mengapa Kompetensi Project Management Officer Sangat Penting?

Proyek memiliki karakteristik yang berbeda dengan pekerjaan rutin.

Pekerjaan proyek biasanya mempunyai:

  • tujuan tertentu;
  • ruang lingkup;
  • target waktu;
  • anggaran;
  • sumber daya;
  • stakeholder;
  • risiko;
  • output atau deliverable.

Artinya, proyek membutuhkan koordinasi yang lebih terstruktur.

Kesalahan dalam monitoring jadwal, misalnya, dapat menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Kesalahan dokumentasi dapat menyebabkan informasi tidak sinkron. Sementara keterlambatan dalam menyampaikan risiko dapat membuat organisasi terlambat mengambil keputusan.

Karena itu, PMO harus mampu menjadi salah satu sumber informasi penting dalam pengelolaan proyek.

Secara sederhana:

Data Proyek → Monitoring → Analisis → Reporting → Koordinasi → Tindak Lanjut

Kemampuan menjalankan rangkaian tersebut merupakan bagian dari kompetensi PMO.


10 Kompetensi Project Management Officer yang Dibutuhkan di Dunia Kerja

Berikut beberapa kompetensi utama yang penting dimiliki seorang Project Management Officer.

1. Kompetensi Perencanaan Proyek

Perencanaan merupakan fondasi dari pengelolaan proyek.

PMO perlu memahami bagaimana rencana proyek disusun dan diterjemahkan menjadi aktivitas yang dapat dimonitor.

Kemampuan ini dapat mencakup:

  • memahami tujuan proyek;
  • memahami scope;
  • menyusun aktivitas;
  • membuat timeline;
  • menentukan milestone;
  • menyusun prioritas;
  • mengidentifikasi kebutuhan sumber daya;
  • menentukan indikator monitoring.

PMO tidak harus selalu menjadi pengambil keputusan utama dalam perencanaan, tetapi harus memahami bagaimana rencana tersebut diterjemahkan menjadi aktivitas operasional.

Contohnya, apabila proyek ditargetkan selesai dalam enam bulan, PMO harus mampu membantu memonitor apakah setiap milestone tercapai sesuai timeline.


2. Kompetensi Monitoring dan Controlling

Monitoring merupakan salah satu fungsi yang sangat penting bagi PMO.

Seorang PMO harus mampu membandingkan antara kondisi yang direncanakan dengan kondisi aktual.

Contohnya:

Indikator Rencana Aktual Status
Penyelesaian pekerjaan 80% 75% Perlu perhatian
Milestone Minggu 4 Minggu 5 Terlambat
Deliverable 10 9 Belum selesai
Risiko terbuka 3 5 Meningkat

Dari data tersebut, PMO tidak cukup hanya mengatakan bahwa proyek terlambat.

PMO harus membantu menjawab:

Mengapa terlambat?

Apa dampaknya?

Apa tindak lanjutnya?

Siapa yang bertanggung jawab?

Kapan harus diselesaikan?

Dengan demikian, monitoring bukan sekadar mencatat status, tetapi membantu menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.


3. Kompetensi Manajemen Risiko

Tidak ada proyek yang benar-benar bebas risiko.

Risiko dapat muncul dari berbagai sumber, seperti:

  • keterlambatan vendor;
  • perubahan kebutuhan pengguna;
  • keterbatasan sumber daya;
  • perubahan regulasi;
  • masalah teknologi;
  • kesalahan komunikasi;
  • perubahan anggaran;
  • ketergantungan antaraktivitas.

PMO perlu memahami proses dasar pengelolaan risiko.

Mulai dari:

Identifikasi → Analisis → Prioritas → Mitigasi → Monitoring

Salah satu tools yang umum digunakan adalah risk register.

Contoh sederhana:

Risiko Probabilitas Dampak Mitigasi Status
Keterlambatan vendor Tinggi Tinggi Monitoring mingguan Open
Perubahan kebutuhan Sedang Tinggi Change control Monitoring
Kekurangan SDM Sedang Sedang Redistribusi pekerjaan Open

Kemampuan membaca dan memperbarui informasi risiko menjadi penting karena PMO sering menjadi pihak yang memastikan risiko tidak hilang dari radar proyek.


4. Kompetensi Administrasi dan Dokumentasi Proyek

Dokumentasi sering dianggap sebagai pekerjaan administratif biasa.

Padahal dalam project management, dokumentasi merupakan bagian penting dari governance.

Dokumen proyek dapat digunakan untuk:

  • mengetahui keputusan yang telah dibuat;
  • melacak perubahan;
  • memonitor pekerjaan;
  • mengetahui tanggung jawab;
  • menjadi bukti pelaksanaan;
  • mempermudah evaluasi;
  • menjaga knowledge proyek.

PMO perlu mampu mengelola dokumen seperti:

  • project plan;
  • timeline;
  • progress report;
  • meeting minutes;
  • action list;
  • risk register;
  • issue log;
  • change request;
  • status report;
  • project closing report.

Dokumentasi yang baik harus jelas, konsisten, mudah ditemukan, dan diperbarui secara berkala.


5. Kompetensi Reporting dan Penyajian Data

PMO sering menjadi penghubung antara data operasional proyek dan pihak manajemen.

Karena itu, kemampuan membuat laporan menjadi salah satu kompetensi penting.

Laporan yang baik bukan laporan yang paling panjang.

Laporan yang baik adalah laporan yang mampu menjawab:

  • Apa yang sudah selesai?
  • Apa yang sedang dikerjakan?
  • Apa yang terlambat?
  • Apa masalah utama?
  • Apa risikonya?
  • Apa yang membutuhkan keputusan?
  • Apa tindak lanjut berikutnya?

Misalnya, daripada membuat laporan 20 halaman yang penuh tabel tanpa kesimpulan, PMO dapat menyajikan dashboard sederhana:

Project Status: AMBER

Progress: 72%

Target: 80%

Main Issue: Keterlambatan vendor

Risk: High

Action: Eskalasi vendor dan revisi timeline

Format seperti ini membuat informasi lebih mudah dipahami oleh manajemen.


6. Kompetensi Komunikasi

Project Management Officer bekerja dengan banyak pihak.

Mulai dari:

  • Project Manager;
  • anggota tim;
  • manajemen;
  • vendor;
  • konsultan;
  • klien;
  • user;
  • stakeholder lainnya.

Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi sangat penting.

Komunikasi PMO mencakup:

Komunikasi Lisan

Digunakan dalam:

  • rapat;
  • koordinasi;
  • briefing;
  • presentasi;
  • diskusi penyelesaian masalah.

Komunikasi Tertulis

Digunakan dalam:

  • email;
  • laporan;
  • notulen;
  • memo;
  • status update;
  • dokumentasi keputusan.

Komunikasi Visual

Digunakan dalam:

  • dashboard;
  • timeline;
  • Gantt chart;
  • grafik progres;
  • risk matrix;
  • project presentation.

PMO yang memiliki kemampuan komunikasi baik dapat menyampaikan informasi kompleks menjadi lebih mudah dipahami.


7. Kompetensi Stakeholder Management

Proyek tidak hanya dikerjakan oleh tim internal.

Ada banyak pihak yang dapat memengaruhi keberhasilan proyek.

Stakeholder management membantu PMO memahami:

  • siapa stakeholder;
  • apa kepentingannya;
  • apa kebutuhannya;
  • seberapa besar pengaruhnya;
  • bagaimana cara berkomunikasi dengannya.

Contoh sederhana:

Stakeholder Kepentingan Pengaruh Pendekatan
Project Manager Tinggi Tinggi Update rutin
Manajemen Tinggi Tinggi Executive report
Vendor Tinggi Sedang Koordinasi
User Tinggi Sedang Feedback
Tim internal Tinggi Tinggi Daily/weekly coordination

PMO perlu memahami bahwa setiap stakeholder dapat membutuhkan informasi dengan tingkat detail yang berbeda.

Manajemen mungkin membutuhkan ringkasan dan indikator utama.

Sementara tim teknis membutuhkan detail pekerjaan.


8. Kompetensi Problem Solving

Masalah dalam proyek merupakan sesuatu yang hampir tidak dapat dihindari.

Yang membedakan PMO profesional adalah bagaimana masalah tersebut ditangani.

Problem solving dapat dilakukan melalui tahapan:

Identifikasi Masalah → Analisis Penyebab → Evaluasi Dampak → Alternatif Solusi → Tindak Lanjut → Monitoring

Contohnya, proyek mengalami keterlambatan.

PMO sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah “tim lambat”.

PMO perlu mencari akar masalah.

Apakah:

  • requirement berubah?
  • vendor terlambat?
  • sumber daya kurang?
  • pekerjaan sebelumnya belum selesai?
  • komunikasi tidak efektif?
  • estimasi waktu tidak realistis?

Pendekatan berbasis fakta membuat laporan dan rekomendasi lebih objektif.


9. Kompetensi Time Management

PMO harus mampu mengelola waktu bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga memahami waktu proyek secara keseluruhan.

Kemampuan ini berkaitan dengan:

  • prioritas;
  • deadline;
  • milestone;
  • dependencies;
  • critical activities;
  • follow-up;
  • escalation.

PMO perlu mengetahui pekerjaan mana yang memiliki dampak besar apabila terlambat.

Contohnya:

Aktivitas A → Aktivitas B → Aktivitas C → Deliverable

Jika Aktivitas B terlambat, maka Aktivitas C mungkin ikut tertunda.

Karena itu, monitoring timeline harus memperhatikan hubungan antaraktivitas, bukan hanya melihat daftar tugas secara terpisah.


10. Kompetensi Digital dan Penggunaan Project Management Tools

Project management modern semakin bergantung pada teknologi.

PMO perlu memiliki literasi digital yang baik untuk mengelola informasi proyek.

Beberapa tools yang dapat digunakan antara lain:

Tools Kegunaan
Microsoft Excel Data, tracking, reporting
Microsoft Project Scheduling
Trello Task management
Asana Project & task management
Jira Agile/software project
Notion Documentation & collaboration
Google Workspace Collaboration
Microsoft 365 Productivity & documentation
Power BI Dashboard & data visualization

Namun, penguasaan tools bukan berarti seorang PMO harus menguasai semua aplikasi.

Yang lebih penting adalah memahami konsep project management, kemudian memilih tools yang sesuai kebutuhan organisasi.


Hard Skill dan Soft Skill Project Management Officer

Kompetensi PMO dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar.

Hard Skill

Hard skill merupakan kemampuan teknis yang berkaitan langsung dengan pekerjaan.

Contohnya:

  • project planning;
  • scheduling;
  • project monitoring;
  • reporting;
  • risk management;
  • documentation;
  • project budgeting;
  • data analysis;
  • project management tools;
  • project governance.

Soft Skill

Sementara soft skill berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi dan bekerja.

Contohnya:

  • komunikasi;
  • teamwork;
  • problem solving;
  • critical thinking;
  • negotiation;
  • adaptability;
  • leadership;
  • time management;
  • stakeholder management.

Keduanya tidak dapat dipisahkan.

PMO yang sangat mahir menggunakan aplikasi tetapi tidak mampu berkomunikasi dengan stakeholder akan menghadapi tantangan.

Sebaliknya, PMO yang sangat komunikatif tetapi tidak mampu membaca data proyek juga akan kesulitan melakukan monitoring.


Kompetensi PMO di Era Digital

Transformasi digital membuat peran PMO semakin berkembang.

Dulu, PMO mungkin lebih identik dengan spreadsheet, laporan, dan dokumentasi.

Saat ini, PMO dapat bekerja dengan:

  • cloud collaboration;
  • digital dashboard;
  • automated reporting;
  • project management platforms;
  • business intelligence;
  • artificial intelligence;
  • real-time monitoring.

Perubahan ini membuat PMO perlu memiliki digital mindset.

Contohnya, laporan progres yang sebelumnya dibuat manual dapat dikembangkan menjadi dashboard yang diperbarui secara berkala.

Data dari beberapa sumber dapat diintegrasikan sehingga Project Manager dapat melihat kondisi proyek dengan lebih cepat.

Dengan demikian, PMO modern tidak hanya berfungsi sebagai administrator proyek, tetapi juga dapat menjadi data-driven project support.


Kompetensi Project Management Officer Berdasarkan Tahapan Proyek

Agar lebih mudah dipahami, kompetensi PMO dapat dikaitkan dengan siklus proyek.

Tahapan Kompetensi Utama PMO
Initiation Komunikasi, dokumentasi, stakeholder
Planning Planning, scheduling, resource awareness
Execution Coordination, monitoring, communication
Monitoring & Controlling Data analysis, reporting, risk management
Closing Documentation, evaluation, lessons learned

Hal tersebut menunjukkan bahwa PMO membutuhkan kombinasi kompetensi.

Tidak ada satu skill yang berdiri sendiri.


Kompetensi Project Management Officer dan Sertifikasi

Kompetensi yang dimiliki PMO dapat dikembangkan melalui pendidikan, pengalaman, pelatihan, praktik, maupun sertifikasi.

Sertifikasi dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan asesmen terhadap kompetensi berdasarkan skema tertentu.

Dalam direktori BNSP, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika saat ini mencantumkan skema Petugas Manajemen Proyek (Project Management Officer) dengan 11 unit kompetensi. LSP tersebut tercatat berstatus Aktif pada direktori BNSP.

Hal ini relevan bagi profesional yang ingin mengembangkan kompetensi PMO melalui jalur sertifikasi kompetensi.

Namun, perlu dipahami bahwa sertifikasi bukan pengganti pengalaman.

Profil PMO yang kuat idealnya dibangun dari:

Pengetahuan + Keterampilan + Pengalaman + Sertifikasi + Pengembangan Berkelanjutan


Bagaimana Cara Mengembangkan Kompetensi PMO?

Mengembangkan kompetensi Project Management Officer tidak harus dilakukan sekaligus.

Gunakan pendekatan bertahap.

Tahap 1: Kuasai Fundamental

Pelajari:

  • konsep project management;
  • project lifecycle;
  • scope;
  • time;
  • cost;
  • quality;
  • risk;
  • stakeholder.

Tahap 2: Latihan dengan Studi Kasus

Gunakan contoh proyek sederhana.

Misalnya proyek:

Implementasi Sistem Informasi Perusahaan

Kemudian buat:

  • project timeline;
  • stakeholder list;
  • risk register;
  • issue log;
  • progress report.

Tahap 3: Gunakan Tools

Mulai dari tools sederhana seperti Excel atau Google Sheets.

Setelah memahami konsepnya, lanjutkan ke platform project management lainnya.

Tahap 4: Bangun Pengalaman

Terlibatlah dalam proyek nyata.

Tidak harus langsung menjadi Project Manager.

Anda dapat memulai sebagai:

Project Staff → Project Administrator → Project Coordinator → PMO

Tahap 5: Ikuti Pelatihan

Pelatihan dapat digunakan untuk memperkuat kompetensi yang belum dikuasai.

Tahap 6: Persiapkan Sertifikasi

Setelah memahami kompetensi dan memiliki pengalaman yang relevan, sertifikasi dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengakuan profesional.


Contoh Kompetency Checklist PMO

Gunakan checklist berikut untuk mengevaluasi kemampuan diri.

Kompetensi Pemula Menengah Mahir
Project Planning
Scheduling
Monitoring
Reporting
Risk Management
Documentation
Stakeholder Management
Communication
Problem Solving
Data Analysis
Digital Tools
Time Management

Checklist tersebut dapat digunakan sebagai dasar sederhana untuk menentukan area yang perlu dikembangkan.


Kompetensi PMO untuk Fresh Graduate

Fresh graduate tidak harus langsung memiliki pengalaman sebagai Project Management Officer.

Namun, mereka dapat mulai membangun kompetensi melalui pengalaman akademik dan organisasi.

Misalnya:

  • mengelola kegiatan kampus;
  • menjadi ketua panitia;
  • membuat timeline acara;
  • mengelola anggaran;
  • membuat laporan;
  • melakukan koordinasi anggota;
  • mengelola vendor;
  • menyelesaikan masalah kegiatan.

Aktivitas tersebut dapat menjadi pengalaman awal dalam memahami prinsip project management.

Fresh graduate juga dapat membuat project portfolio.

Contohnya:

“Membuat simulasi project plan untuk implementasi aplikasi internal perusahaan.”

Portfolio tersebut dapat berisi:

  • project objective;
  • scope;
  • timeline;
  • stakeholder;
  • risk register;
  • budget;
  • progress dashboard;
  • closing report.

Dengan begitu, kandidat tidak hanya mengatakan “saya memahami project management”, tetapi dapat menunjukkan hasil pekerjaan.


Kompetensi PMO untuk Profesional Berpengalaman

Bagi profesional yang sudah bekerja, pengembangan kompetensi dapat diarahkan pada level yang lebih strategis.

Misalnya:

Dari Administrasi ke Analisis

Bukan hanya membuat laporan, tetapi mampu menganalisis informasi dalam laporan.

Dari Monitoring ke Control

Bukan hanya mengetahui proyek terlambat, tetapi memahami dampaknya dan membantu memastikan tindak lanjut.

Dari Reporting ke Decision Support

Bukan hanya mengirimkan data kepada manajemen, tetapi menyajikan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan.

Dari Manual ke Digital

Bukan hanya menggunakan spreadsheet, tetapi memanfaatkan dashboard dan automation untuk meningkatkan efisiensi.

Inilah perkembangan yang membuat peran PMO semakin bernilai bagi organisasi.


Hubungan Kompetensi PMO dengan Sertifikasi Project Management Officer

Jika artikel sebelumnya membahas sertifikasi Project Management Officer, artikel ini menekankan bahwa sertifikasi harus didukung oleh kompetensi nyata.

Hubungannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Project Management

Project Management Officer

Kompetensi PMO

Pengembangan Kompetensi

Asesmen Kompetensi

Sertifikasi Project Management Officer

Dengan struktur tersebut, sertifikasi bukan tujuan yang berdiri sendiri.

Sertifikasi menjadi salah satu bagian dari perjalanan profesional untuk membangun kompetensi di bidang project management.

Untuk informasi mengenai program sertifikasi kompetensi dan skema Project Management Officer yang difasilitasi PSKN melalui LSP mitra, dapat merujuk pada halaman Sertifikasi Kompetensi BNSP & Uji Kompetensi Profesional


Prospek Karier dengan Kompetensi PMO

Kompetensi project management dapat membuka peluang ke berbagai posisi.

Contoh jalur karier:

Project Staff

Project Administrator

Project Coordinator

Project Management Officer

Senior PMO

Project Manager

Program Manager / PMO Manager

Namun, jalur karier dapat berbeda berdasarkan industri dan struktur organisasi.

Kompetensi yang dibutuhkan juga akan semakin kompleks seiring meningkatnya tanggung jawab.

Pada level awal, fokus mungkin berada pada administrasi dan monitoring.

Pada level lebih tinggi, profesional akan semakin banyak berhadapan dengan:

  • strategic planning;
  • governance;
  • stakeholder management;
  • resource management;
  • portfolio;
  • decision making;
  • leadership.

FAQ Kompetensi Project Management Officer

Apa kompetensi paling penting bagi Project Management Officer?

Beberapa kompetensi utama meliputi project planning, monitoring, reporting, risk management, dokumentasi, komunikasi, stakeholder management, problem solving, time management, dan digital literacy.

Apakah PMO harus menguasai semua aplikasi project management?

Tidak. Yang paling penting adalah memahami konsep project management dan mampu menggunakan tools yang relevan dengan kebutuhan organisasi.

Apakah komunikasi termasuk kompetensi PMO?

Ya. PMO berinteraksi dengan Project Manager, tim, manajemen, vendor, user, dan stakeholder sehingga komunikasi menjadi kompetensi yang sangat penting.

Apakah kompetensi PMO dapat dibuktikan melalui sertifikasi?

Sertifikasi kompetensi dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan kompetensi melalui proses asesmen berdasarkan skema yang dipilih. Pada LSP TRI, skema Petugas Manajemen Proyek (Project Management Officer) tercantum dengan 11 unit kompetensi di direktori BNSP.


Kesimpulan

Kompetensi Project Management Officer tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat laporan atau mengelola administrasi proyek.

Seorang PMO profesional perlu memiliki kombinasi antara technical skill, analytical skill, communication skill, problem solving, stakeholder management, dan digital competency.

Kompetensi tersebut memungkinkan PMO menjalankan fungsi penting dalam:

  • perencanaan;
  • monitoring;
  • pengendalian;
  • dokumentasi;
  • reporting;
  • risk management;
  • koordinasi;
  • pengambilan keputusan berbasis data.

Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dalam project management, PMO juga perlu beradaptasi dengan digital tools, dashboard, automation, dan pendekatan data-driven.

Pada akhirnya, PMO yang kuat bukan hanya seseorang yang mampu mencatat apa yang terjadi dalam proyek, tetapi seseorang yang mampu mengubah informasi proyek menjadi insight, memastikan tindak lanjut, dan membantu proyek bergerak menuju targetnya.

Bangun kompetensi Project Management Officer secara bertahap melalui pembelajaran, praktik, pengalaman, dan sertifikasi yang sesuai.

PSKN siap membantu kebutuhan pengembangan kompetensi, pelatihan, persiapan, dan fasilitasi uji sertifikasi profesional melalui LSP mitra sesuai skema yang tersedia.

WhatsApp: 0812-6660-0643
Email: info@trainingpskn.com
Website: www.trainingpskn.com

Pelajari kompetensi Project Management Officer yang dibutuhkan di dunia kerja, mulai dari perencanaan, monitoring, risiko, komunikasi, hingga digital tools.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan