Daftar Isi
TogglePerkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan data membuat kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang Data & Analytics semakin luas. Perusahaan tidak hanya membutuhkan Data Analyst yang mampu mengolah dan membaca data, tetapi juga membutuhkan tenaga yang dapat membantu proses pemodelan, eksperimen, dan pengembangan solusi berbasis data.
Salah satu posisi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah Associate Data Scientist.
Istilah Associate Data Scientist mungkin masih belum sepopuler Data Analyst atau Data Scientist. Padahal, peran ini dapat menjadi jalur pengembangan yang menarik bagi profesional yang ingin membangun karier di bidang Data Science secara bertahap.
Associate Data Scientist dapat dipahami sebagai peran profesional yang membantu menjalankan berbagai aktivitas Data Science dengan tingkat tanggung jawab yang disesuaikan dengan kompetensi dan pengalaman. Pekerjaannya dapat mencakup persiapan data, eksplorasi data, analisis, eksperimen model, dokumentasi, hingga membantu implementasi solusi berbasis data.
Bagi seseorang yang baru memasuki bidang Data Science, memahami peran ini penting agar roadmap karier tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada kompetensi yang harus dibangun.
Artikel ini merupakan bagian dari cluster Data & Analytics: Pengembangan Kompetensi dan Sertifikasi untuk Profesional di Era Berbasis Data. Setelah sebelumnya membahas Sertifikasi Data Analyst dan Sertifikasi Data Scientist, pembahasan kali ini berfokus pada Associate Data Scientist.
Apa Itu Associate Data Scientist?
Associate Data Scientist adalah peran profesional yang berada dalam jalur pengembangan kompetensi Data Science, dengan fokus membantu melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pengolahan data, analisis, pemodelan, dan penerapan metode Data Science sesuai dengan tingkat kompetensinya.
Istilah “Associate” umumnya menunjukkan posisi atau tingkat profesional yang belum sepenuhnya berada pada tanggung jawab Data Scientist yang lebih senior.
Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu definisi jabatan Associate Data Scientist yang berlaku identik di semua perusahaan.
Tanggung jawab dapat berbeda berdasarkan:
- struktur organisasi;
- industri;
- ukuran perusahaan;
- tingkat pengalaman;
- teknologi yang digunakan;
- kompleksitas project;
- pembagian tugas dalam tim Data Science.
Dalam praktiknya, seorang Associate Data Scientist dapat bekerja bersama:
- Data Scientist;
- Data Analyst;
- Data Engineer;
- Machine Learning Engineer;
- Business Analyst;
- Product Manager;
- tim bisnis.
Dengan demikian, posisi ini dapat menjadi penghubung antara kompetensi analisis data dengan pekerjaan Data Science yang lebih kompleks.
Mengapa Associate Data Scientist Penting?
Tidak semua orang yang ingin masuk Data Science langsung memiliki kemampuan untuk menangani project kompleks secara mandiri.
Data Science memiliki banyak komponen yang harus dipelajari.
Mulai dari:
Data Literacy
↓
Statistik
↓
Programming
↓
Data Preparation
↓
Exploratory Data Analysis
↓
Machine Learning
↓
Model Evaluation
↓
Business Understanding
↓
Deployment
Mempelajari semuanya sekaligus tentu membutuhkan waktu.
Associate Data Scientist dapat menjadi salah satu tahapan pengembangan profesional untuk membangun kompetensi tersebut secara bertahap.
Daripada langsung mengejar kemampuan tingkat lanjut, profesional dapat terlebih dahulu menguasai fundamental dan belajar menerapkannya dalam project nyata.
Apa Saja Tugas Associate Data Scientist?
Tugas dapat berbeda berdasarkan perusahaan dan project. Namun, beberapa aktivitas yang umum berkaitan dengan peran ini antara lain:
1. Mengumpulkan dan Memahami Data
Associate Data Scientist dapat membantu mengidentifikasi sumber data yang relevan.
Sumbernya dapat berasal dari:
- database;
- spreadsheet;
- API;
- aplikasi internal;
- sistem transaksi;
- survei;
- platform digital.
Sebelum melakukan analisis, data perlu dipahami terlebih dahulu.
2. Melakukan Data Cleaning
Data mentah sering memiliki masalah seperti:
- missing value;
- duplicate;
- kesalahan input;
- format tidak konsisten;
- outlier;
- data tidak relevan.
Associate Data Scientist perlu mampu membantu mengidentifikasi dan menangani permasalahan tersebut.
Tahap ini sangat penting karena kualitas data dapat memengaruhi hasil analisis maupun model.
3. Exploratory Data Analysis
Associate Data Scientist dapat melakukan eksplorasi dataset untuk memahami pola dan karakteristik data.
Contohnya:
- distribusi data;
- korelasi;
- tren;
- outlier;
- pola antarvariabel.
Tools yang digunakan dapat berupa Python, SQL, spreadsheet, maupun tools visualisasi.
4. Membantu Pengembangan Model
Dalam project tertentu, Associate Data Scientist dapat membantu membuat model machine learning.
Misalnya:
- classification;
- regression;
- clustering.
Namun, tingkat tanggung jawab terhadap model bergantung pada pengalaman dan struktur tim.
Pada project yang kompleks, Associate Data Scientist mungkin bekerja di bawah arahan Data Scientist yang lebih senior.
5. Melakukan Evaluasi Model
Model tidak cukup hanya dibuat.
Perlu diketahui apakah model memberikan performa yang sesuai.
Karena itu, Associate Data Scientist perlu memahami konsep seperti:
- train-test split;
- validation;
- accuracy;
- precision;
- recall;
- F1-score;
- MAE;
- RMSE;
- overfitting;
- underfitting.
Pemilihan metrik bergantung pada jenis masalah yang diselesaikan.
6. Membuat Dokumentasi
Dokumentasi juga merupakan bagian penting dalam pekerjaan Data Science.
Dokumentasi dapat mencakup:
- sumber data;
- proses cleaning;
- metode analisis;
- parameter model;
- hasil evaluasi;
- interpretasi;
- keterbatasan.
Dokumentasi membantu tim memahami bagaimana sebuah hasil diperoleh.
Kompetensi yang Dibutuhkan Associate Data Scientist
Untuk membangun karier sebagai Associate Data Scientist, ada beberapa kompetensi yang sebaiknya dikembangkan.
1. Data Literacy
Kemampuan dasar memahami data adalah fondasi.
Associate Data Scientist harus memahami:
- tipe data;
- struktur dataset;
- variabel;
- kualitas data;
- sumber data;
- konteks bisnis.
Tanpa kemampuan tersebut, penggunaan machine learning dapat menjadi sekadar aktivitas teknis tanpa tujuan yang jelas.
2. Statistik Dasar
Statistik membantu memahami data dan mengevaluasi hasil analisis.
Beberapa konsep yang penting:
- mean;
- median;
- variance;
- standard deviation;
- probability;
- distribution;
- correlation;
- sampling.
Pemahaman statistik juga membantu ketika mulai mempelajari machine learning.
3. Python
Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam Data Science.
Associate Data Scientist sebaiknya memahami:
- variable;
- function;
- loop;
- conditional;
- data structure;
- function;
- error handling;
- basic object-oriented concepts.
Kemudian kemampuan tersebut dapat dikembangkan menggunakan library seperti:
- Pandas;
- NumPy;
- Matplotlib;
- Scikit-learn.
4. SQL
Walaupun Data Science sering dikaitkan dengan Python, SQL tetap penting.
Data yang akan dianalisis sering kali tersimpan di database.
Kemampuan dasar yang perlu dipahami meliputi:
- SELECT;
- WHERE;
- GROUP BY;
- ORDER BY;
- JOIN;
- aggregate functions;
- subquery.
Dengan SQL, Associate Data Scientist dapat mengambil dan mempersiapkan data sebelum diproses lebih lanjut.
5. Data Visualization
Kemampuan membuat visualisasi membantu memahami data dan mengkomunikasikan hasil analisis.
Associate Data Scientist sebaiknya memahami penggunaan:
- bar chart;
- line chart;
- histogram;
- scatter plot;
- box plot;
- dashboard.
Visualisasi juga berguna pada tahap exploratory data analysis.
6. Machine Learning Fundamental
Tidak harus langsung menjadi ahli machine learning.
Mulailah dengan memahami konsep dasarnya.
Supervised Learning
Model belajar dari data yang memiliki target.
Contohnya:
- classification;
- regression.
Unsupervised Learning
Model mencari pola dari data tanpa label target.
Contohnya:
- clustering;
- dimensionality reduction.
Kemudian pelajari konsep:
- feature;
- target;
- training;
- testing;
- validation;
- prediction;
- model evaluation.
7. Problem Solving
Data Science pada dasarnya adalah proses menyelesaikan masalah menggunakan data.
Karena itu, kemampuan problem solving sangat penting.
Associate Data Scientist perlu belajar mengubah pertanyaan:
“Kenapa pelanggan banyak berhenti?”
menjadi pertanyaan analitis:
“Variabel apa yang berkaitan dengan churn pelanggan?”
Kemudian menentukan:
- data yang dibutuhkan;
- metode analisis;
- model yang sesuai;
- metrik evaluasi;
- output yang diperlukan.
8. Business Understanding
Kemampuan teknis harus dihubungkan dengan tujuan bisnis.
Contohnya, perusahaan ingin meningkatkan retensi pelanggan.
Associate Data Scientist tidak cukup hanya membuat model churn.
Ia juga harus memahami:
- apa yang dimaksud churn;
- bagaimana perusahaan menghitung churn;
- berapa nilai pelanggan;
- bagaimana model akan digunakan;
- apa konsekuensi false positive dan false negative.
Inilah yang membuat Data Science menjadi relevan bagi organisasi.
Associate Data Scientist vs Data Analyst
Kedua posisi ini sering dianggap sama karena sama-sama bekerja dengan data.
Padahal fokusnya dapat berbeda.
| Aspek | Data Analyst | Associate Data Scientist |
|---|---|---|
| Fokus | Analisis dan insight | Analisis dan pengembangan solusi Data Science |
| SQL | Sangat penting | Penting |
| Visualization | Sangat penting | Penting |
| Statistik | Dasar–menengah | Menengah dan terus dikembangkan |
| Python | Sesuai kebutuhan | Umumnya lebih relevan |
| Machine Learning | Tidak selalu | Mulai dipelajari/diterapkan |
| Business Insight | Sangat penting | Sangat penting |
| Model | Tidak selalu | Mulai terlibat |
| Programming | Sesuai pekerjaan | Lebih mendalam |
Perlu diperhatikan bahwa pembagian tersebut bukan aturan universal. Struktur pekerjaan dapat berbeda antarorganisasi.
Associate Data Scientist vs Data Scientist
Perbedaan paling mudah dilihat dari tingkat tanggung jawab.
| Aspek | Associate Data Scientist | Data Scientist |
|---|---|---|
| Pengalaman | Awal hingga berkembang | Lebih matang |
| Data Preparation | Melakukan/membantu | Mengarahkan dan menangani kompleksitas |
| EDA | Melakukan | Melakukan dan mengarahkan |
| Machine Learning | Fundamental hingga menengah | Lebih mendalam |
| Model Development | Membantu/menangani project tertentu | Merancang solusi |
| Problem Solving | Dengan arahan atau kolaborasi | Lebih mandiri |
| Stakeholder | Lebih terbatas | Lebih luas |
| Project | Sebagian/tertentu | End-to-end |
Namun, kembali lagi, jabatan tidak selalu menentukan kemampuan secara absolut.
Ada Associate Data Scientist yang sangat kuat secara teknis dan ada Data Scientist yang masih mengembangkan kompetensi tertentu.
Karena itu, kompetensi tetap lebih penting daripada label jabatan.
Apakah Associate Data Scientist Bisa Disertifikasi?
Ya, seseorang dapat mengikuti sertifikasi kompetensi apabila terdapat skema yang sesuai dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi.
Pada profil BNSP, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika saat ini mencantumkan Associate Data Scientist sebagai salah satu skema sertifikasi dengan 4 unit kompetensi. Profil yang sama juga mencantumkan skema Data Scientist, Data Analyst, Business Intelligence Analyst, dan Data Engineer.
LSP tersebut tercatat pada direktori BNSP sebagai LSP Pihak Ketiga dengan status lisensi aktif. Karena informasi skema dan persyaratan dapat diperbarui, calon peserta tetap perlu melakukan verifikasi langsung melalui sumber resmi sebelum mendaftar.
Untuk melihat informasi LSP secara resmi, calon peserta dapat mengakses direktori LSP BNSP dan profil LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika.
Apa Manfaat Sertifikasi Associate Data Scientist?
Sertifikasi dapat menjadi bagian dari pengembangan profesional.
1. Membantu Membuktikan Kompetensi
Sertifikasi dapat memberikan pengakuan terhadap kompetensi sesuai skema yang diases.
Hal ini berbeda dengan sertifikat keikutsertaan pelatihan.
Sertifikat pelatihan menunjukkan bahwa seseorang telah mengikuti kegiatan pembelajaran.
Sertifikat kompetensi berkaitan dengan hasil proses asesmen kompetensi.
2. Mendukung Career Development
Associate Data Scientist dapat menggunakan sertifikasi sebagai salah satu milestone dalam roadmap karier.
Misalnya:
Associate Data Scientist
↓
Data Scientist
↓
Senior Data Scientist
↓
Lead/Principal Data Scientist
Tentunya perkembangan tersebut bergantung pada kompetensi, pengalaman, performa, dan struktur karier organisasi.
3. Meningkatkan Kepercayaan Profesional
Sertifikasi dapat menjadi salah satu bukti tambahan ketika profesional menjelaskan kompetensinya kepada:
- perusahaan;
- klien;
- stakeholder;
- recruiter;
- organisasi.
Namun, sertifikasi sebaiknya tetap disertai pengalaman dan portofolio.
Cara Mempersiapkan Sertifikasi Associate Data Scientist
Persiapan sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak.
Langkah 1 — Pahami Skema
Pelajari:
- nama skema;
- unit kompetensi;
- persyaratan;
- dokumen;
- proses asesmen;
- ketentuan peserta.
Jangan hanya mencari materi “soal sertifikasi”.
Lebih baik memahami kompetensi yang sebenarnya akan dinilai.
Langkah 2 — Lakukan Skill Assessment
Evaluasi kemampuan saat ini.
Contohnya:
| Kompetensi | Level Saat Ini |
|---|---|
| Data Literacy | Baik |
| SQL | Dasar |
| Python | Dasar |
| Statistik | Dasar |
| Data Cleaning | Baik |
| EDA | Dasar |
| Machine Learning | Dasar |
| Visualization | Baik |
| Business Understanding | Dasar |
Kemudian tentukan prioritas belajar.
Langkah 3 — Kerjakan Project
Project sederhana dapat menjadi media latihan yang sangat efektif.
Misalnya:
Customer Segmentation
Dataset:
- usia;
- lokasi;
- frekuensi transaksi;
- total transaksi;
- jenis produk.
Tahapan:
Data Cleaning
↓
EDA
↓
Feature Selection
↓
Clustering
↓
Interpretation
↓
Business Recommendation
Dengan project tersebut, beberapa kompetensi dapat dilatih sekaligus.
Langkah 4 — Dokumentasikan Project
Buat dokumentasi sederhana:
Problem
Apa masalah yang ingin diselesaikan?
Data
Data apa yang digunakan?
Method
Metode apa yang digunakan?
Result
Apa hasilnya?
Evaluation
Bagaimana hasil tersebut dievaluasi?
Recommendation
Apa yang dapat dilakukan berdasarkan hasil tersebut?
Dokumentasi seperti ini dapat membantu membangun pola pikir Data Science yang sistematis.
Langkah 5 — Latihan Presentasi
Jangan hanya mampu menjalankan kode.
Latih kemampuan menjelaskan:
“Apa yang saya lakukan?”
“Mengapa saya menggunakan metode tersebut?”
“Apa hasilnya?”
“Apakah modelnya cukup baik?”
“Apa keterbatasannya?”
“Bagaimana hasil tersebut dapat digunakan?”
Kemampuan menjelaskan proses sangat penting dalam lingkungan kerja.
Portofolio yang Cocok untuk Associate Data Scientist
Jika ingin membangun portofolio, tidak perlu langsung membuat project yang sangat rumit.
Beberapa contoh:
1. Customer Segmentation
Mengelompokkan pelanggan berdasarkan perilaku.
2. Churn Prediction
Memprediksi pelanggan yang memiliki potensi berhenti menggunakan layanan.
3. Sales Prediction
Membuat model prediksi penjualan.
4. Employee Attrition
Menganalisis kemungkinan karyawan meninggalkan organisasi.
5. Sentiment Analysis
Menganalisis sentimen dari ulasan pelanggan.
6. Product Recommendation
Membangun konsep sederhana sistem rekomendasi.
Yang paling penting adalah memahami prosesnya secara menyeluruh.
Roadmap Karier Associate Data Scientist
Karier di bidang Data Science dapat dibangun secara bertahap.
Tahap 1 — Fundamental
Pelajari:
- matematika dasar;
- statistik;
- data literacy;
- SQL;
- Python.
Tahap 2 — Data Analysis
Kembangkan:
- data cleaning;
- EDA;
- visualization;
- storytelling.
Tahap 3 — Machine Learning
Pelajari:
- supervised learning;
- unsupervised learning;
- feature engineering;
- model evaluation.
Tahap 4 — Project
Kerjakan project end-to-end.
Tahap 5 — Professional Competency
Mulai mempersiapkan:
- portofolio;
- pengalaman;
- sertifikasi;
- pengembangan spesialisasi.
Dari Associate Data Scientist ke Data Scientist
Setelah memiliki fondasi yang kuat, Associate Data Scientist dapat mengembangkan kompetensi menuju peran yang lebih kompleks.
Beberapa kemampuan yang perlu diperkuat:
Advanced Machine Learning
Pelajari model yang lebih kompleks sesuai kebutuhan.
Feature Engineering
Belajar menghasilkan feature yang lebih informatif.
Model Optimization
Memahami bagaimana meningkatkan performa model.
Model Deployment
Memahami bagaimana model digunakan dalam lingkungan produksi.
MLOps
Memahami proses pengelolaan machine learning lifecycle.
Advanced Statistics
Memperdalam statistik untuk analisis dan evaluasi.
Business Strategy
Belajar menghubungkan model dengan keputusan bisnis.
Dengan demikian, perkembangan karier bukan hanya:
Associate → Data Scientist
tetapi:
Kompetensi → Pengalaman → Tanggung Jawab → Spesialisasi
Apakah Associate Data Scientist Cocok untuk Fresh Graduate?
Posisi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi fresh graduate yang memiliki dasar Data Science.
Namun, fresh graduate sebaiknya tidak hanya mengandalkan ijazah.
Bangun juga:
- portofolio;
- project;
- kemampuan Python;
- SQL;
- statistik;
- machine learning;
- komunikasi.
Misalnya, seorang fresh graduate memiliki tiga project:
- Customer Segmentation
- Churn Prediction
- Sales Forecasting
dan mampu menjelaskan setiap prosesnya.
Profil tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kemampuan dibandingkan hanya menuliskan:
“Memiliki kemampuan Data Science.”
Associate Data Scientist di Era Artificial Intelligence
Artificial Intelligence membuat pekerjaan Data Science terus berkembang.
AI dapat membantu profesional dalam:
- membuat kode awal;
- eksplorasi dataset;
- dokumentasi;
- debugging;
- feature exploration;
- membuat visualisasi;
- analisis awal.
Tetapi Associate Data Scientist tetap perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa dan memvalidasi output AI.
AI bukan pengganti pemahaman fundamental.
Justru ketika AI semakin mudah digunakan, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting.
Associate Data Scientist perlu bertanya:
- Apakah data yang digunakan benar?
- Apakah metode yang dipilih sesuai?
- Apakah hasil model valid?
- Apakah terdapat bias?
- Apakah hasil dapat digunakan untuk keputusan?
- Apa keterbatasannya?
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Terlalu Fokus pada Machine Learning
Jangan melompat ke machine learning sebelum memahami data.
Menghafal Kode
Kode dapat dicari atau dibantu AI. Pemahaman proses jauh lebih penting.
Tidak Memahami Statistik
Statistik membantu memahami mengapa model bekerja dan bagaimana hasilnya dievaluasi.
Tidak Membuat Project
Project adalah tempat terbaik untuk menggabungkan berbagai kompetensi.
Tidak Memahami Bisnis
Model yang bagus belum tentu memberikan dampak bisnis.
Mengejar Sertifikat Tanpa Kompetensi
Sertifikasi seharusnya menjadi bagian dari pengembangan kompetensi, bukan sekadar mengejar dokumen.
Checklist Kompetensi Associate Data Scientist
Gunakan checklist berikut untuk melakukan evaluasi mandiri:
- Memahami data literacy
- Memahami statistik dasar
- Menguasai SQL dasar
- Menguasai Python dasar
- Memahami Pandas dan NumPy
- Mampu melakukan data cleaning
- Mampu melakukan EDA
- Memahami visualisasi data
- Memahami supervised learning
- Memahami unsupervised learning
- Memahami model evaluation
- Memahami feature engineering dasar
- Mampu membuat project
- Mampu mendokumentasikan project
- Memahami business problem
- Mampu menjelaskan hasil analisis
- Memahami skema sertifikasi yang dipilih
FAQ Associate Data Scientist
Apa itu Associate Data Scientist?
Associate Data Scientist merupakan peran profesional dalam jalur Data Science yang umumnya memiliki tanggung jawab pada pengolahan data, analisis, eksperimen, pemodelan, dan aktivitas Data Science lainnya sesuai tingkat kompetensi dan struktur organisasi.
Apakah Associate Data Scientist sama dengan Data Scientist?
Tidak selalu. Associate Data Scientist umumnya memiliki tingkat tanggung jawab yang lebih terbatas atau berada pada tahap pengembangan dibandingkan Data Scientist, tetapi definisi dan tanggung jawab jabatan dapat berbeda di setiap perusahaan.
Apakah Associate Data Scientist bisa mengikuti sertifikasi?
Bisa apabila terdapat skema yang relevan dan peserta memenuhi persyaratan yang ditentukan LSP. BNSP saat ini mencantumkan skema Associate Data Scientist pada LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika.
Apakah fresh graduate bisa menjadi Associate Data Scientist?
Bisa, tergantung persyaratan perusahaan. Fresh graduate sebaiknya memperkuat Python, SQL, statistik, machine learning dasar, portofolio, dan kemampuan komunikasi untuk meningkatkan kesiapan kerja.
Kesimpulan
Associate Data Scientist dapat menjadi salah satu jalur penting bagi profesional yang ingin membangun karier di bidang Data Science secara bertahap.
Peran ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan coding. Kompetensi yang perlu dikembangkan mencakup data literacy, statistik, SQL, Python, data preparation, exploratory data analysis, machine learning, visualization, problem solving, dan business understanding.
Bagi calon profesional, perjalanan dapat dimulai dari membangun fundamental, mengerjakan project, membuat portofolio, memahami kebutuhan industri, kemudian mengembangkan kompetensi melalui pengalaman dan sertifikasi yang relevan.
Sertifikasi Associate Data Scientist dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan kompetensi apabila peserta memenuhi persyaratan dan dinyatakan kompeten melalui proses asesmen pada skema yang diikuti.
Pada akhirnya, tujuan utama bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi membangun kemampuan untuk menggunakan data secara sistematis dalam menyelesaikan permasalahan nyata.
Ingin mengembangkan kompetensi Data Science secara lebih terarah? PSKN menyediakan program pelatihan, pengembangan kompetensi, dan fasilitasi sertifikasi profesional. Informasi program tersedia melalui www.trainingpskn.com atau email info@trainingpskn.com.
