Operational Excellence Training: Strategi Meningkatkan Produktivitas, Efisiensi, dan Kualitas Operasional

Operational Excellence Training membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi proses, kualitas, SOP, cost efficiency, dan continuous improvement perusahaan.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Daftar Isi

 


Persaingan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan mendapatkan pelanggan atau meningkatkan penjualan. Kemampuan menjalankan proses secara efektif, efisien, konsisten, dan berkualitas juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing organisasi.

Perusahaan dapat memiliki produk yang baik dan strategi bisnis yang kuat, tetapi apabila proses operasional masih mengalami pemborosan, pekerjaan berulang, keterlambatan, kesalahan, atau penggunaan sumber daya yang tidak optimal, kinerja organisasi tetap dapat terganggu.

Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan yang sistematis untuk meningkatkan kualitas proses dan produktivitas.

Salah satunya melalui Operational Excellence Training.

Operational Excellence Training merupakan program pengembangan kompetensi yang membantu profesional memahami bagaimana mengidentifikasi masalah operasional, memperbaiki proses, meningkatkan produktivitas, mengendalikan biaya, menjaga kualitas, serta membangun budaya continuous improvement.

Sebagai salah satu turunan dari Corporate Training & Professional Development, Operational Excellence Training memiliki fokus yang lebih spesifik pada peningkatan kinerja proses dan efektivitas operasional organisasi.


Operational Excellence Training sebagai Bagian dari Corporate Training

Jika Corporate Training mencakup pengembangan SDM secara luas, Operational Excellence Training lebih diarahkan pada kemampuan meningkatkan proses, produktivitas, kualitas, efisiensi, dan pengendalian operasional.

Hubungannya dapat dilihat berikut:

Cluster Fokus
Corporate Training & Professional Development Pengembangan kompetensi SDM
Business Management Training Strategi dan pengelolaan bisnis
Finance & Accounting Training Keuangan dan pengendalian biaya
Operational Excellence Training Efisiensi, produktivitas, kualitas, dan proses
Risk, Compliance & Governance Training Risiko dan tata kelola
Quality, HSE & Operational Safety Kualitas dan keselamatan operasional

Pengembangan kompetensi perusahaan secara keseluruhan dapat dipelajari melalui Corporate Training & Professional Development.


Apa Itu Operational Excellence Training?

Operational Excellence Training adalah program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan profesional dalam mengelola dan memperbaiki proses organisasi agar menghasilkan kinerja yang lebih efektif, efisien, konsisten, dan bernilai bagi pelanggan.

Operational Excellence tidak hanya berarti bekerja lebih cepat.

Konsep ini mencakup keseimbangan antara:

Quality + Cost + Delivery + Productivity + Customer Value

Artinya, perbaikan proses perlu mempertimbangkan:

  • kualitas;
  • biaya;
  • waktu;
  • produktivitas;
  • keamanan;
  • kepuasan pelanggan;
  • penggunaan sumber daya.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan proses yang mampu memberikan hasil terbaik dengan penggunaan sumber daya yang optimal.


Mengapa Operational Excellence Training Penting?

1. Meningkatkan Produktivitas

Produktivitas berkaitan dengan seberapa optimal sumber daya digunakan untuk menghasilkan output.

Sumber daya tersebut dapat berupa:

  • waktu;
  • tenaga kerja;
  • mesin;
  • material;
  • teknologi;
  • anggaran.

Training membantu peserta memahami cara mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah sehingga produktivitas dapat ditingkatkan.


2. Mengurangi Pemborosan

Pemborosan atau waste dapat muncul dalam berbagai bentuk.

Contohnya:

  • waktu tunggu;
  • pekerjaan berulang;
  • kesalahan;
  • persediaan berlebihan;
  • proses yang terlalu panjang;
  • perpindahan yang tidak diperlukan;
  • penggunaan sumber daya yang tidak optimal.

Operational Excellence membantu organisasi melihat pemborosan tersebut secara sistematis.


3. Meningkatkan Efisiensi Biaya

Efisiensi tidak berarti sekadar memangkas anggaran.

Efisiensi berarti mendapatkan output yang diharapkan dengan penggunaan sumber daya yang lebih optimal.

Misalnya:

Proses Lama: 10 tahap → 5 hari → 8 orang

Setelah Perbaikan: 7 tahap → 3 hari → 6 orang

Apabila kualitas tetap terjaga atau meningkat, organisasi memperoleh proses yang lebih efisien.


4. Meningkatkan Kualitas

Proses yang tidak konsisten dapat menghasilkan kualitas output yang berbeda-beda.

Dengan standardisasi dan perbaikan proses, organisasi dapat meningkatkan:

  • konsistensi;
  • akurasi;
  • reliability;
  • quality assurance;
  • customer satisfaction.

5. Membangun Budaya Continuous Improvement

Operational Excellence bukan program yang selesai setelah satu kali perbaikan.

Organisasi perlu membangun kebiasaan:

Identify → Analyze → Improve → Standardize → Monitor → Improve Again

Inilah dasar dari continuous improvement.


Pilar-Pilar Operational Excellence

Operational Excellence dapat dibangun melalui beberapa pilar utama.

1. Process Excellence

Memastikan proses berjalan secara efektif dan menghasilkan value.

2. People Excellence

Mengembangkan kompetensi dan keterlibatan karyawan.

3. Quality Excellence

Menjaga kualitas output dan mengurangi kesalahan.

4. Cost Excellence

Mengendalikan biaya tanpa mengurangi nilai.

5. Technology Excellence

Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses.

6. Customer Excellence

Memastikan proses memberikan nilai bagi pelanggan.

Ketujuh aspek tersebut saling berkaitan.


Jenis-Jenis Operational Excellence Training

Program Operational Excellence dapat dikembangkan menjadi beberapa jenis pelatihan.

1. Operational Excellence Training

Program dasar yang membahas konsep dan penerapan Operational Excellence.

Materinya dapat meliputi:

  • operational excellence framework;
  • process mapping;
  • productivity;
  • waste identification;
  • performance measurement;
  • process improvement;
  • continuous improvement.

2. Productivity Improvement Training

Berfokus pada peningkatan produktivitas individu maupun organisasi.

Materi dapat mencakup:

  • productivity measurement;
  • work analysis;
  • resource utilization;
  • workload analysis;
  • time management;
  • productivity KPI;
  • productivity improvement.

Program ini dapat dikombinasikan dengan Professional Skills Training.


3. Process Improvement Training

Process Improvement Training membantu peserta mengidentifikasi proses yang tidak efektif dan merancang perbaikannya.

Materinya dapat mencakup:

  • process mapping;
  • process analysis;
  • bottleneck identification;
  • root cause analysis;
  • process redesign;
  • standardization;
  • process monitoring.

4. SOP Development Training

Standard Operating Procedure atau SOP membantu memastikan pekerjaan dilakukan secara konsisten.

Training dapat membahas:

  • identifikasi proses;
  • penyusunan SOP;
  • workflow;
  • roles and responsibilities;
  • control points;
  • documentation;
  • SOP implementation;
  • SOP evaluation.

SOP yang baik tidak hanya menjelaskan apa yang harus dilakukan, tetapi juga membantu menjelaskan siapa yang bertanggung jawab, kapan proses dilakukan, dan bagaimana hasilnya dikendalikan.


5. Lean Management Training

Lean Management berfokus pada penciptaan value dengan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

Peserta dapat mempelajari:

  • Lean principles;
  • value stream;
  • waste;
  • process flow;
  • standard work;
  • visual management;
  • continuous improvement.

Pendekatan Lean banyak digunakan sebagai salah satu metode untuk meningkatkan efisiensi proses.


6. Continuous Improvement Training

Continuous Improvement mengajarkan organisasi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah:

Plan → Do → Check → Act

Siklus tersebut membantu organisasi melakukan:

  1. perencanaan;
  2. implementasi;
  3. evaluasi;
  4. tindakan perbaikan.

7. Quality Management Training

Operational Excellence sangat berkaitan dengan kualitas.

Materi dapat meliputi:

  • quality management;
  • quality assurance;
  • quality control;
  • quality indicators;
  • defect reduction;
  • corrective action;
  • preventive action.

Tujuannya adalah memastikan peningkatan efisiensi tidak menyebabkan kualitas menurun.


8. Cost Efficiency Training

Cost efficiency membantu peserta memahami bagaimana biaya dapat dikelola secara lebih efektif.

Materi dapat meliputi:

  • cost analysis;
  • cost drivers;
  • cost control;
  • cost reduction;
  • resource optimization;
  • efficiency measurement.

Program ini memiliki hubungan erat dengan Finance & Accounting Training.


Process Mapping dalam Operational Excellence

Salah satu kemampuan dasar dalam process improvement adalah process mapping.

Process mapping membantu organisasi melihat bagaimana suatu pekerjaan berjalan dari awal sampai akhir.

Contohnya:

Input → Process → Approval → Execution → Quality Check → Output

Dengan memetakan proses, organisasi dapat menemukan:

  • aktivitas berulang;
  • bottleneck;
  • unnecessary approval;
  • pekerjaan manual;
  • waiting time;
  • unclear responsibility.

Dari sini, proses dapat dianalisis dan diperbaiki.


Identifikasi Waste dalam Proses

Salah satu fokus penting Operational Excellence adalah menemukan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

Contohnya:

Waste Contoh
Waiting Menunggu approval
Overprocessing Proses pemeriksaan berulang
Defect Kesalahan dokumen
Motion Pergerakan kerja yang tidak perlu
Inventory Persediaan berlebihan
Transportation Pemindahan material berulang
Overproduction Produksi melebihi kebutuhan
Unused Talent Kompetensi karyawan tidak dimanfaatkan

Tidak semua aktivitas non-value-added dapat langsung dihapus.

Beberapa aktivitas mungkin tetap dibutuhkan untuk:

  • compliance;
  • quality control;
  • security;
  • safety;
  • legal requirements.

Karena itu, analisis harus mempertimbangkan konteks organisasi.


Root Cause Analysis

Perbaikan proses yang baik tidak hanya mengatasi gejala.

Misalnya:

Masalah: Laporan selalu terlambat.

Solusi sementara:

Meminta staf bekerja lebih cepat.

Tetapi penyebab sebenarnya mungkin:

  • data dari unit lain terlambat;
  • proses approval terlalu panjang;
  • format data berbeda;
  • sistem belum terintegrasi;
  • terjadi pekerjaan manual berulang.

Karena itu, Root Cause Analysis diperlukan untuk menemukan penyebab utama.

Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain:

  • 5 Why;
  • Fishbone Diagram;
  • Pareto Analysis;
  • Process Analysis.

KPI dalam Operational Excellence

Perbaikan proses membutuhkan indikator yang dapat diukur.

Beberapa contoh KPI:

Area KPI
Productivity Output per employee
Quality Defect rate
Delivery Lead time
Cost Cost per unit
Process Cycle time
Customer Customer satisfaction
Efficiency Resource utilization
Service Response time

KPI harus disesuaikan dengan karakteristik proses.

Jangan sampai perusahaan memiliki terlalu banyak KPI tetapi tidak mengetahui indikator mana yang benar-benar penting.


Cycle Time dan Lead Time

Dua indikator yang sering digunakan dalam process improvement adalah cycle time dan lead time.

Cycle Time

Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu aktivitas atau proses.

Lead Time

Waktu keseluruhan sejak permintaan dimulai sampai hasil diterima.

Contohnya:

Pelanggan mengajukan permintaan pada hari Senin dan mendapatkan layanan pada hari Jumat.

Lead time = 5 hari.

Tetapi aktivitas kerja sebenarnya hanya 2 jam.

Ini menunjukkan kemungkinan terdapat waiting time yang besar.

Analisis seperti ini dapat membantu perusahaan menemukan peluang perbaikan.


Digitalisasi untuk Operational Excellence

Teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi proses.

Contohnya:

  • workflow automation;
  • ERP;
  • digital approval;
  • electronic document management;
  • dashboard;
  • RPA;
  • cloud system;
  • business intelligence;
  • AI.

Namun, digitalisasi tidak otomatis menyelesaikan masalah.

Jika proses lama tidak efektif lalu hanya dipindahkan ke sistem digital, perusahaan bisa saja mendapatkan proses yang tidak efektif tetapi lebih cepat dilakukan secara digital.

Karena itu, prinsipnya:

Improve the Process Before Automating the Process.


AI dalam Operational Excellence

Artificial Intelligence dapat mendukung Operational Excellence dalam berbagai aktivitas.

Misalnya:

  • predictive analysis;
  • anomaly detection;
  • demand forecasting;
  • document processing;
  • quality inspection;
  • process monitoring;
  • predictive maintenance;
  • data analysis.

AI juga dapat membantu menemukan pola yang sulit dilihat melalui analisis manual.

Namun, penerapannya tetap membutuhkan:

  • data yang berkualitas;
  • governance;
  • keamanan;
  • validasi;
  • human oversight.

Operational Excellence dan Human Capital

Keberhasilan Operational Excellence sangat bergantung pada manusia.

Sistem yang bagus tidak akan memberikan hasil maksimal apabila:

  • karyawan tidak memahami proses;
  • SOP tidak dijalankan;
  • komunikasi buruk;
  • perubahan ditolak;
  • kompetensi belum memadai.

Karena itu, Operational Excellence perlu berjalan bersama Human Capital & HR Training.

Perusahaan dapat melihat Human Capital & HR Training untuk memahami pengembangan kompetensi SDM yang menjadi pendukung keberhasilan transformasi organisasi.


Operational Excellence dan Leadership

Perbaikan proses membutuhkan dukungan pimpinan.

Leadership diperlukan untuk:

  • menentukan arah;
  • menyediakan resource;
  • menghilangkan hambatan;
  • membangun budaya perbaikan;
  • memastikan perubahan diterapkan.

Tanpa dukungan manajemen, improvement project sering berhenti pada tahap rekomendasi.

Karena itu, kompetensi Operational Excellence dapat dikombinasikan dengan Leadership & Management Training.


Operational Excellence dan Finance

Setiap perbaikan proses biasanya memiliki dampak terhadap biaya.

Contohnya:

Process Improvement → Waktu Lebih Singkat → Resource Lebih Optimal → Cost Efficiency

Finance dapat membantu mengukur dampak finansial dari improvement.

Misalnya:

  • cost per transaction;
  • overtime cost;
  • operational cost;
  • cost of quality;
  • savings;
  • productivity value.

Dengan demikian, improvement dapat dikaitkan dengan hasil bisnis.


Operational Excellence untuk Berbagai Industri

Konsep Operational Excellence dapat diterapkan pada berbagai sektor.

Manufacturing

Fokus pada:

  • production efficiency;
  • quality;
  • machine utilization;
  • waste;
  • inventory.

Construction

Fokus pada:

  • project process;
  • material;
  • productivity;
  • cost;
  • schedule.

Banking

Fokus pada:

  • service process;
  • transaction;
  • compliance;
  • digital workflow;
  • customer experience.

Healthcare

Fokus pada:

  • service quality;
  • patient flow;
  • waiting time;
  • safety;
  • resource utilization.

Logistics

Fokus pada:

  • warehouse;
  • inventory;
  • delivery;
  • route;
  • order fulfillment.

Government

Fokus pada:

  • service delivery;
  • administrative process;
  • SOP;
  • digitalization;
  • public service efficiency.

Metode Operational Excellence Training

Program pelatihan dapat menggunakan pendekatan yang praktis.

Case Study

Peserta menganalisis masalah operasional berdasarkan kasus nyata atau simulasi.

Process Mapping Workshop

Peserta membuat peta proses dan mengidentifikasi bottleneck.

Problem Solving

Peserta mencari root cause dari suatu permasalahan.

Simulation

Peserta melakukan simulasi perbaikan proses.

Group Discussion

Peserta mendiskusikan permasalahan operasional berdasarkan fungsi masing-masing.

Improvement Project

Peserta menyusun proposal improvement yang dapat diterapkan di tempat kerja.


Cara Menyusun Operational Excellence Training

Program sebaiknya dimulai dari permasalahan bisnis.

1. Identifikasi masalah

Contohnya:

  • proses terlalu lama;
  • biaya meningkat;
  • banyak pekerjaan ulang;
  • kualitas tidak konsisten;
  • produktivitas rendah;
  • SOP tidak efektif;
  • approval terlalu panjang.

2. Tentukan kompetensi

Masalah Kompetensi
Banyak pekerjaan ulang Process Improvement
Lead time tinggi Process Analysis
Biaya meningkat Cost Efficiency
Banyak kesalahan Quality Management
SOP tidak efektif SOP Development
Produktivitas rendah Productivity Improvement
Masalah berulang Root Cause Analysis

3. Tentukan target peserta

Program dapat ditujukan kepada:

  • operational staff;
  • supervisor;
  • operation manager;
  • quality team;
  • process improvement team;
  • project manager;
  • business analyst;
  • management;
  • executive.

Mengukur Keberhasilan Operational Excellence Training

Training harus menghasilkan perubahan yang dapat diamati.

Beberapa indikator:

Indikator Contoh Pengukuran
Productivity Output meningkat
Cycle Time Waktu proses menurun
Cost Biaya per unit menurun
Quality Defect menurun
Delivery Lead time menurun
Rework Pekerjaan ulang menurun
Customer Satisfaction meningkat

Selain indikator bisnis, organisasi juga dapat mengukur:

  • peningkatan pengetahuan;
  • kemampuan problem solving;
  • kemampuan process mapping;
  • penerapan improvement project.

Inhouse Operational Excellence Training

Setiap perusahaan memiliki proses yang berbeda.

Karena itu, Inhouse Operational Excellence Training dapat dirancang berdasarkan proses nyata organisasi.

Misalnya:

Perusahaan manufaktur: fokus pada Lean, waste reduction, productivity, dan quality.

Perusahaan jasa: fokus pada service process, customer experience, SOP, dan cycle time.

Perusahaan konstruksi: fokus pada project process, resource utilization, cost efficiency, dan schedule.

Instansi pemerintah: fokus pada proses layanan, SOP, digital workflow, dan peningkatan efektivitas pelayanan.

PSKN menyediakan layanan Corporate Training dan Inhouse Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, sektor industri, dan level peserta.


Tantangan Implementasi Operational Excellence

Membangun Operational Excellence bukan tanpa tantangan.

Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:

Resistance to Change

Karyawan mungkin merasa nyaman dengan proses lama.

Kurangnya Data

Organisasi sulit mengukur masalah apabila data tidak tersedia.

Fokus Hanya pada Cost Cutting

Perusahaan terlalu fokus mengurangi biaya tanpa mempertimbangkan kualitas.

Kurangnya Dukungan Management

Improvement tidak mendapatkan resource yang cukup.

Tidak Ada Standardisasi

Perbaikan dilakukan tetapi tidak dituangkan ke dalam standar kerja.

Improvement Tidak Berkelanjutan

Perbaikan hanya dilakukan ketika masalah muncul.

Karena itu, Operational Excellence perlu dibangun sebagai budaya organisasi, bukan sekadar proyek sementara.


Roadmap Operational Excellence

Pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara bertahap.

Tahap Program Fokus
1 Operational Excellence Fundamentals Konsep dasar
2 Process Mapping Memahami proses
3 Root Cause Analysis Menemukan penyebab
4 Productivity Improvement Meningkatkan produktivitas
5 Lean Management Mengurangi waste
6 SOP Development Standardisasi
7 Quality Management Pengendalian kualitas
8 Cost Efficiency Efisiensi biaya
9 Digital Process Improvement Digitalisasi proses
10 Continuous Improvement Budaya perbaikan

Roadmap tersebut dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan proses perusahaan.


Operational Excellence sebagai Investasi Organisasi

Operational Excellence bukan hanya tentang menghemat biaya.

Tujuan utamanya adalah menciptakan organisasi yang mampu memberikan value secara konsisten.

Hubungannya dapat digambarkan:

People → Process → Technology → Quality → Efficiency → Customer Value → Business Performance

Ketika kompetensi karyawan meningkat, proses menjadi lebih baik, teknologi digunakan secara tepat, kualitas terjaga, dan sumber daya digunakan secara optimal.

Pada akhirnya, hal tersebut dapat mendukung daya saing organisasi.


FAQ Operational Excellence Training

Apa itu Operational Excellence Training?

Operational Excellence Training adalah program pengembangan kompetensi yang membantu peserta meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas, pengendalian biaya, process improvement, SOP, dan continuous improvement.

Siapa yang membutuhkan Operational Excellence Training?

Program ini dapat ditujukan kepada operational staff, supervisor, operation manager, quality team, process improvement team, project manager, business analyst, hingga management.

Apa saja materi Operational Excellence Training?

Materinya dapat mencakup Operational Excellence, Productivity Improvement, Process Improvement, SOP Development, Lean Management, Quality Management, Continuous Improvement, Root Cause Analysis, dan Cost Efficiency.

Apakah Operational Excellence Training dapat dilakukan secara Inhouse?

Ya. Materi dapat disesuaikan dengan proses, industri, permasalahan operasional, level peserta, dan target improvement perusahaan.


Referensi Pemerintah

Untuk memperoleh informasi resmi terkait ketenagakerjaan, pengembangan kompetensi, standardisasi, dan peningkatan produktivitas, beberapa sumber pemerintah dapat digunakan:


Kesimpulan

Operational Excellence Training merupakan salah satu bagian dari Corporate Training & Professional Development yang berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas, dan efektivitas proses organisasi.

Materinya dapat mencakup Operational Excellence, Productivity Improvement, Process Improvement, SOP Development, Lean Management, Quality Management, Continuous Improvement, Cost Efficiency, dan Root Cause Analysis.

Operational Excellence juga memiliki hubungan erat dengan Finance & Accounting, Human Capital, Leadership, Digital Transformation, Risk Management, serta Quality Management. Karena itu, program pengembangannya dapat dibuat secara terintegrasi sesuai kebutuhan organisasi.

Di tengah tuntutan efisiensi dan transformasi digital, perusahaan perlu memastikan bahwa proses yang dijalankan tidak hanya cepat, tetapi juga efektif, konsisten, berkualitas, terukur, dan memberikan value bagi pelanggan.

Dengan pengembangan kompetensi yang tepat, Operational Excellence dapat membantu organisasi membangun budaya continuous improvement dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

Tingkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas proses organisasi melalui Operational Excellence Training bersama PSKN.

Operational Excellence Training membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi proses, kualitas, SOP, cost efficiency, dan continuous improvement perusahaan.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan