Sertifikasi Project Management Officer: Panduan Lengkap untuk Profesional

Sertifikasi Project Management Officer membantu membuktikan kompetensi profesional dalam perencanaan, koordinasi, monitoring, dan pengelolaan proyek.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Daftar Isi

 

Dalam dunia kerja yang semakin dinamis, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Proyek membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi antarbagian, pengendalian pekerjaan, dokumentasi, monitoring progres, hingga pengelolaan risiko.

Di sinilah peran Project Management Officer (PMO) menjadi semakin penting.

Seorang Project Management Officer membantu memastikan proses pengelolaan proyek berjalan secara sistematis dan sesuai dengan target organisasi. Karena tanggung jawabnya berkaitan dengan banyak aspek proyek, seorang PMO perlu memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan secara profesional.

Salah satu cara untuk memperkuat pengakuan atas kompetensi tersebut adalah melalui sertifikasi Project Management Officer.

Sertifikasi tidak sekadar menjadi tambahan pada CV. Jika dilakukan melalui skema dan proses asesmen yang sesuai, sertifikasi dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan profesional, peningkatan kompetensi, dan penguatan daya saing tenaga kerja.

Artikel ini merupakan turunan dari artikel pilar Project Management: Pengertian, Tahapan, Kompetensi, dan Strategi Pengelolaan Proyek. Jika ingin memahami dasar-dasar manajemen proyek terlebih dahulu, pembahasan tersebut dapat menjadi titik awal sebelum masuk ke pembahasan sertifikasi PMO.


Apa Itu Sertifikasi Project Management Officer?

Sertifikasi Project Management Officer adalah proses pengakuan kompetensi profesional bagi seseorang yang memiliki kemampuan dalam mendukung dan mengelola berbagai aktivitas project management sesuai dengan skema kompetensi yang dipersyaratkan.

Project Management Officer sendiri merupakan peran yang berkaitan dengan koordinasi, administrasi, monitoring, pelaporan, pengendalian, serta dukungan terhadap pelaksanaan proyek.

Dalam praktiknya, PMO dapat berperan dalam:

  • menyusun dan memonitor rencana proyek;
  • mengelola dokumentasi proyek;
  • memantau progres pekerjaan;
  • menyusun laporan proyek;
  • memonitor risiko;
  • mengoordinasikan stakeholder;
  • memonitor perubahan lingkup pekerjaan;
  • memastikan tindak lanjut pekerjaan;
  • membantu pengendalian waktu dan sumber daya;
  • mendukung Project Manager dalam pelaksanaan proyek.

Sertifikasi kemudian memberikan proses asesmen untuk menilai apakah seseorang memiliki kompetensi sesuai dengan skema yang diikuti.

Dengan demikian, pelatihan, pengalaman kerja, dan sertifikasi memiliki fungsi yang berbeda tetapi dapat saling melengkapi.

Aspek Pelatihan Sertifikasi
Fokus Pembelajaran Pengakuan kompetensi
Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Menilai kompetensi sesuai skema
Proses Materi, diskusi, praktik Asesmen/uji kompetensi
Hasil Peningkatan kemampuan Hasil asesmen dan sertifikat bagi peserta yang memenuhi ketentuan
Relevansi Persiapan dan pengembangan Pembuktian kompetensi

Karena itu, mengikuti pelatihan tidak otomatis berarti seseorang dinyatakan kompeten dalam proses sertifikasi.


Mengapa Sertifikasi Project Management Officer Penting?

Pengelolaan proyek semakin kompleks. Sebuah proyek dapat melibatkan banyak divisi, vendor, konsultan, teknologi, anggaran, jadwal, serta stakeholder dengan kepentingan berbeda.

Kesalahan kecil dalam koordinasi dapat menyebabkan keterlambatan, pembengkakan biaya, perubahan scope, atau bahkan kegagalan proyek.

Karena itu, organisasi membutuhkan profesional yang memahami bagaimana proyek dikelola secara terstruktur.

Beberapa alasan sertifikasi PMO dapat dipertimbangkan antara lain:

1. Membuktikan Kompetensi Profesional

Pengalaman kerja memang penting, tetapi seseorang juga membutuhkan cara untuk menunjukkan bahwa kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan standar atau skema tertentu.

Sertifikasi dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kompetensi tersebut melalui proses asesmen.

2. Mendukung Pengembangan Karier

Kompetensi project management dapat digunakan dalam berbagai posisi, seperti:

  • Project Management Officer;
  • Project Coordinator;
  • Project Administrator;
  • Project Staff;
  • Project Controller;
  • Project Support;
  • PMO Analyst;
  • Project Manager, sesuai pengalaman dan persyaratan organisasi.

Sertifikasi dapat menjadi bagian dari portofolio pengembangan profesional seseorang.

3. Meningkatkan Daya Saing

Dalam proses rekrutmen atau pengembangan SDM, organisasi dapat mempertimbangkan kombinasi antara pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan sertifikasi.

Memiliki sertifikasi yang relevan dapat membantu seseorang menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan kompetensinya.

4. Mendukung Pengembangan SDM Perusahaan

Dari perspektif perusahaan, sertifikasi dapat menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi karyawan.

Perusahaan dapat melakukan pemetaan:

Kebutuhan Proyek → Kompetensi → Pelatihan → Asesmen → Sertifikasi → Pengembangan Karier

Pendekatan ini membuat pengembangan SDM lebih terarah.

5. Memperkuat Profesionalisme Pengelolaan Proyek

PMO bekerja dengan banyak data dan informasi proyek. Dokumentasi, monitoring, pelaporan, serta koordinasi harus dilakukan secara konsisten.

Kompetensi yang terstruktur dapat membantu PMO menjalankan fungsi tersebut secara lebih profesional.


Skema Project Management Officer pada LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika

Dalam direktori resmi BNSP, LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika (LSP TRI) tercatat memiliki skema Petugas Manajemen Proyek (Project Management Officer) dengan 11 unit kompetensi. Informasi tersebut tercantum pada profil LSP di BNSP.

Hal ini menunjukkan bahwa PMO merupakan salah satu bidang kompetensi yang dapat ditempuh melalui skema sertifikasi pada LSP tersebut.

LSP TRI juga tercatat sebagai LSP dengan status lisensi aktif pada direktori BNSP.

Bagi calon peserta, informasi seperti status lisensi, nama skema, jumlah unit kompetensi, serta persyaratan merupakan hal penting yang perlu diperiksa sebelum mengikuti sertifikasi.

Profil LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika di BNSP


Apa Saja Kompetensi yang Perlu Dimiliki Project Management Officer?

Sertifikasi sebaiknya tidak dipandang sebagai kegiatan administratif semata.

Peserta perlu memahami kompetensi yang berhubungan langsung dengan pekerjaan PMO.

Beberapa kompetensi penting antara lain:

Perencanaan Proyek

PMO perlu memahami bagaimana sebuah proyek direncanakan, mulai dari tujuan, aktivitas, jadwal, sumber daya, hingga indikator keberhasilan.

Monitoring Proyek

Monitoring bertujuan mengetahui apakah pekerjaan berjalan sesuai rencana.

PMO perlu mampu membandingkan:

Rencana → Realisasi → Deviasi → Tindak Lanjut

Dokumentasi

Dokumentasi merupakan bagian penting dari project management.

Dokumen proyek dapat mencakup:

  • project plan;
  • timeline;
  • progress report;
  • meeting minutes;
  • risk register;
  • issue log;
  • action list;
  • change request;
  • laporan penyelesaian proyek.

Pengelolaan Risiko

PMO perlu mampu membantu mengidentifikasi risiko yang dapat memengaruhi proyek.

Risiko kemudian dapat dicatat, dianalisis, dipantau, dan diberikan tindak lanjut bersama tim terkait.

Komunikasi

Project Management Officer berinteraksi dengan berbagai pihak.

Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting, baik dalam rapat, email, laporan, maupun koordinasi pekerjaan.

Problem Solving

Proyek hampir selalu menghadapi masalah.

PMO perlu mampu membantu mengidentifikasi masalah, memahami penyebab, mencatat dampaknya, dan memastikan tindak lanjut dilakukan.

Penggunaan Tools Digital

Project management modern semakin banyak menggunakan aplikasi digital.

Contohnya:

  • Microsoft Excel;
  • Microsoft Project;
  • Trello;
  • Asana;
  • Jira;
  • Monday.com;
  • Notion;
  • Google Workspace;
  • Microsoft 365;
  • dashboard monitoring proyek.

Penguasaan tools bukan satu-satunya kompetensi PMO, tetapi dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan.


Sertifikasi Project Management Officer dan Hubungannya dengan Project Management

Sertifikasi PMO tidak dapat dipisahkan dari konsep project management secara keseluruhan.

Dalam artikel pilar Project Management, telah dibahas bahwa pengelolaan proyek pada dasarnya mencakup proses:

Initiation → Planning → Execution → Monitoring & Controlling → Closing

Project Management Officer dapat terlibat dalam berbagai tahapan tersebut.

Tahap Proyek Peran PMO
Initiation Mendukung dokumentasi dan koordinasi awal
Planning Membantu penyusunan rencana dan jadwal
Execution Monitoring pelaksanaan
Monitoring & Controlling Memantau progres, risiko, isu, dan deviasi
Closing Mendukung dokumentasi dan evaluasi

Dengan demikian, sertifikasi PMO bukan hanya tentang kemampuan membuat laporan proyek.

Kompetensi PMO harus dipahami sebagai bagian dari sistem pengelolaan proyek secara keseluruhan.


Siapa yang Cocok Mengikuti Sertifikasi PMO?

Sertifikasi Project Management Officer dapat relevan untuk profesional yang pekerjaannya berhubungan dengan pengelolaan atau dukungan proyek.

Beberapa di antaranya:

  • Project Management Officer;
  • Project Coordinator;
  • Project Administrator;
  • Project Staff;
  • Project Support;
  • Project Controller;
  • Project Analyst;
  • Supervisor;
  • Manager;
  • staf perusahaan yang menangani proyek;
  • profesional di bidang teknologi informasi;
  • tenaga administrasi proyek;
  • konsultan;
  • profesional yang ingin beralih ke bidang project management.

Namun, kesesuaian peserta tetap perlu melihat persyaratan skema sertifikasi yang berlaku.

Jangan memilih sertifikasi hanya berdasarkan nama pekerjaan. Pastikan kompetensi, pengalaman, dan latar belakang peserta sesuai dengan skema yang dituju.


Bagaimana Proses Sertifikasi Project Management Officer?

Secara umum, proses sertifikasi kompetensi dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.

1. Menentukan Skema

Pertama, peserta perlu menentukan skema yang sesuai.

Untuk profesional yang menjalankan fungsi PMO, skema Petugas Manajemen Proyek (Project Management Officer) dapat menjadi salah satu pilihan yang relevan.

2. Memeriksa Persyaratan

Setiap skema memiliki ketentuan masing-masing.

Peserta perlu memastikan dokumen dan bukti kompetensi yang diperlukan telah tersedia.

3. Mengikuti Persiapan

Peserta dapat melakukan persiapan secara mandiri maupun melalui program pelatihan.

Materi persiapan dapat mencakup:

  • dasar project management;
  • perencanaan proyek;
  • monitoring;
  • risk management;
  • dokumentasi;
  • reporting;
  • komunikasi;
  • penggunaan tools;
  • simulasi pekerjaan PMO.

4. Mengikuti Asesmen

Peserta mengikuti proses asesmen berdasarkan skema yang dipilih.

Asesmen bertujuan menilai kompetensi peserta berdasarkan unit kompetensi yang ditetapkan.

BNSP saat ini juga mencantumkan Pedoman BNSP 301 Pelaksanaan Asesmen Kompetensi serta Pedoman BNSP 302 Penerbitan Sertifikat Kompetensi dalam informasi publiknya.

5. Penilaian oleh Asesor

Hasil asesmen kemudian dinilai berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Peserta tidak hanya dinilai berdasarkan apakah pernah mengikuti pelatihan, tetapi berdasarkan kompetensi yang dapat ditunjukkan dalam proses asesmen.

6. Penetapan Hasil

Setelah proses asesmen selesai, hasil ditetapkan sesuai mekanisme sertifikasi.

Peserta yang memenuhi ketentuan dan dinyatakan kompeten dapat memperoleh sertifikat kompetensi sesuai skema yang diikuti.


Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Uji Kompetensi PMO?

Persiapan yang baik dapat membantu peserta lebih percaya diri saat mengikuti asesmen.

Pahami Konsep Project Management

Jangan hanya menghafal istilah.

Pahami bagaimana sebuah proyek dimulai, direncanakan, dijalankan, dimonitor, dikendalikan, hingga diselesaikan.

Pelajari Fungsi PMO

Pahami perbedaan antara:

  • Project Manager;
  • Project Management Officer;
  • Project Coordinator;
  • Project Administrator;
  • Project Staff.

Hal ini penting agar peserta memahami batas tanggung jawab masing-masing peran.

Siapkan Bukti Pengalaman

Jika persyaratan skema membutuhkan bukti tertentu, siapkan dokumen sesuai ketentuan LSP.

Contohnya dapat berupa dokumen pekerjaan, pengalaman proyek, atau bukti aktivitas kompetensi sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Latih Kemampuan Dokumentasi

Cobalah membuat contoh:

  • project timeline;
  • progress report;
  • risk register;
  • issue log;
  • meeting minutes;
  • action tracker.

Latihan tersebut dapat membantu peserta memahami pekerjaan PMO secara praktis.

Biasakan Menggunakan Data

PMO modern tidak hanya bekerja dengan dokumen.

Data progres dapat digunakan untuk melihat:

  • persentase penyelesaian;
  • keterlambatan;
  • penggunaan anggaran;
  • jumlah issue;
  • status risiko;
  • pekerjaan yang belum selesai.

Dengan pendekatan data-driven, PMO dapat memberikan informasi yang lebih objektif kepada Project Manager dan stakeholder.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mempersiapkan Sertifikasi PMO

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Hanya Menghafal Materi

Sertifikasi kompetensi bukan sekadar ujian teori.

Peserta perlu memahami bagaimana kompetensi diterapkan dalam pekerjaan.

Tidak Memahami Pekerjaan PMO

Seseorang mungkin memahami project management secara umum, tetapi belum tentu memahami fungsi PMO.

Karena itu, pelajari tugas PMO secara spesifik.

Tidak Menyiapkan Bukti Kompetensi

Jika skema membutuhkan dokumen atau bukti tertentu, peserta perlu mempersiapkannya sejak awal.

Mengabaikan Risk Management

Risiko merupakan bagian penting dalam project management.

PMO perlu memahami bagaimana risiko dicatat, dimonitor, dan ditindaklanjuti.

Tidak Terbiasa Membuat Laporan

Reporting merupakan salah satu aktivitas penting PMO.

Biasakan membuat laporan yang:

  • ringkas;
  • jelas;
  • berbasis data;
  • memiliki status;
  • menunjukkan masalah;
  • mencantumkan tindak lanjut.

Sertifikasi PMO untuk Pengembangan Karier

Sertifikasi sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu bagian dari roadmap karier, bukan sebagai tujuan akhir.

Contoh roadmap sederhana:

Project Staff → Project Coordinator → Project Management Officer → Senior PMO → Project Manager

Namun, perkembangan karier tidak selalu linear.

Seseorang dapat berkembang berdasarkan kombinasi:

  • pengalaman;
  • kompetensi;
  • pendidikan;
  • sertifikasi;
  • kemampuan komunikasi;
  • leadership;
  • kemampuan analitis;
  • pemahaman bisnis;
  • kemampuan mengelola stakeholder.

Sertifikasi dapat membantu memperkuat salah satu aspek tersebut, yaitu pengakuan kompetensi.


Sertifikasi Project Management Officer untuk Perusahaan

Sertifikasi PMO juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan SDM perusahaan.

Perusahaan dapat mengidentifikasi terlebih dahulu posisi yang berhubungan dengan proyek.

Kemudian dilakukan:

Competency Mapping → Training Need Analysis → Training → Practice → Assessment → Certification → Career Development

Pendekatan tersebut lebih efektif dibandingkan mengikutsertakan karyawan dalam sertifikasi tanpa mengetahui kebutuhan kompetensinya.

Misalnya, perusahaan teknologi memiliki banyak proyek implementasi sistem.

Perusahaan dapat mengidentifikasi bahwa PMO membutuhkan peningkatan kompetensi dalam:

  • project monitoring;
  • reporting;
  • risk management;
  • stakeholder coordination;
  • documentation;
  • project tools.

Setelah itu, perusahaan dapat menyusun program pelatihan dan persiapan sertifikasi yang sesuai.


Pelatihan dan Sertifikasi: Mana yang Harus Didahulukan?

Keduanya memiliki fungsi berbeda.

Jika peserta belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai project management, pelatihan dapat dilakukan terlebih dahulu.

Sementara bagi profesional berpengalaman yang sudah terbiasa menjalankan fungsi PMO, fokus dapat diarahkan pada pemetaan kompetensi dan kesiapan asesmen.

Model pengembangan yang ideal dapat digambarkan sebagai berikut:

Identifikasi Kompetensi → Pelatihan → Praktik → Persiapan Asesmen → Uji Kompetensi → Sertifikasi → Pengembangan Berkelanjutan

PSKN sendiri menyediakan program pelatihan, workshop, corporate training, inhouse training, serta fasilitasi uji sertifikasi melalui LSP mitra sesuai skema yang tersedia.

Sertifikasi Kompetensi BNSP & Uji Kompetensi Profesional PSKN


Apa Perbedaan Sertifikasi PMO dengan Sertifikasi Project Manager?

Keduanya berhubungan dengan project management, tetapi fokus pekerjaan dapat berbeda.

Aspek PMO Project Manager
Fokus Dukungan, koordinasi, monitoring dan pengendalian Kepemimpinan dan pengelolaan keseluruhan proyek
Dokumentasi Sangat penting Penting
Monitoring Salah satu fungsi utama Mengambil keputusan berdasarkan monitoring
Koordinasi Mendukung koordinasi Memimpin koordinasi proyek
Risiko Monitoring dan administrasi risiko Mengelola keputusan dan respons risiko
Leadership Koordinasi Kepemimpinan proyek
Pengambilan keputusan Sesuai kewenangan Lebih besar pada level proyek

Namun, struktur organisasi dapat berbeda. Dalam beberapa perusahaan, fungsi PMO dapat memiliki cakupan tanggung jawab yang lebih luas.

Karena itu, peserta perlu melihat deskripsi pekerjaan dan skema kompetensi, bukan hanya nama jabatan.


Bagaimana Memilih Program Sertifikasi Project Management Officer?

Sebelum mendaftar, perhatikan beberapa hal berikut.

1. Periksa Lembaga Sertifikasi

Pastikan LSP dapat diverifikasi melalui sumber resmi BNSP.

2. Periksa Skema

Jangan hanya melihat nama program. Perhatikan nama skema dan kompetensi yang diujikan.

3. Periksa Persyaratan

Pastikan Anda memenuhi persyaratan peserta sebelum melakukan pendaftaran.

4. Periksa Mekanisme Asesmen

Pahami bagaimana proses asesmen dilaksanakan.

5. Perhatikan Fasilitas Persiapan

Jika Anda masih membutuhkan penguatan kompetensi, pilih program yang menyediakan persiapan secara sistematis.

6. Hindari Klaim Sertifikasi yang Tidak Jelas

Peserta perlu membedakan antara:

  • sertifikat pelatihan;
  • sertifikat keikutsertaan;
  • sertifikat kompetensi;
  • sertifikasi profesi.

Informasi mengenai lembaga sertifikasi, skema, proses asesmen, dan penerbitan sertifikat sebaiknya dapat diverifikasi.


Peran PSKN dalam Pengembangan Kompetensi PMO

PSKN merupakan lembaga yang bergerak dalam pengembangan SDM, pelatihan, konsultasi, teknologi informasi, serta program pengembangan kompetensi untuk organisasi dan profesional.

Dalam program sertifikasi kompetensi, PSKN dapat berperan sebagai pihak yang membantu persiapan dan fasilitasi program, sedangkan proses asesmen dan sertifikasi dilaksanakan melalui LSP sesuai kewenangan dan skema yang berlaku.

Untuk skema Project Management Officer, peserta dapat mempersiapkan kompetensi yang berkaitan dengan pengelolaan proyek sekaligus memahami proses asesmen sebelum mengikuti uji kompetensi.


Checklist Persiapan Sertifikasi Project Management Officer

Gunakan checklist berikut sebelum mengikuti sertifikasi:

Persiapan Status
Memahami dasar project management
Memahami fungsi PMO
Memahami siklus proyek
Memahami monitoring proyek
Memahami risk management
Memahami dokumentasi proyek
Mampu membuat progress report
Memahami stakeholder coordination
Memahami project tools
Menyiapkan dokumen persyaratan
Menyiapkan bukti pengalaman jika dipersyaratkan
Memahami mekanisme asesmen
Mengikuti persiapan sebelum asesmen

Semakin matang persiapan, semakin mudah peserta memahami proses asesmen dan menunjukkan kompetensinya.


FAQ Sertifikasi Project Management Officer

Apa itu sertifikasi Project Management Officer?

Sertifikasi Project Management Officer merupakan proses asesmen untuk menilai kompetensi seseorang dalam menjalankan fungsi PMO berdasarkan skema dan persyaratan sertifikasi yang berlaku.

Apakah sertifikasi PMO sama dengan pelatihan PMO?

Tidak. Pelatihan berfokus pada pembelajaran dan peningkatan kemampuan, sedangkan sertifikasi berkaitan dengan proses asesmen kompetensi. Keduanya dapat dilakukan secara berurutan sebagai bagian dari pengembangan profesional.

Apakah Project Management Officer harus memiliki sertifikasi?

Tidak semua posisi PMO secara otomatis mensyaratkan sertifikasi. Persyaratan bergantung pada organisasi, posisi, industri, dan kebutuhan pekerjaan. Namun, sertifikasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat pengakuan kompetensi profesional.

Berapa unit kompetensi pada skema Project Management Officer LSP TRI?

Pada profil LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika di direktori BNSP, skema Petugas Manajemen Proyek (Project Management Officer) tercatat memiliki 11 unit kompetensi.


Kesimpulan

Sertifikasi Project Management Officer dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi bagi profesional yang bekerja dalam pengelolaan dan koordinasi proyek.

PMO tidak hanya membutuhkan kemampuan administrasi. Seorang PMO perlu memahami perencanaan, monitoring, dokumentasi, risiko, komunikasi, koordinasi stakeholder, pelaporan, hingga penggunaan teknologi pendukung project management.

Sertifikasi memberikan kesempatan bagi profesional untuk mengikuti proses asesmen berdasarkan skema kompetensi yang dipilih. Namun, sertifikasi bukan pengganti pengalaman kerja maupun kemampuan praktis.

Hasil yang lebih optimal dapat diperoleh ketika pelatihan, pengalaman, praktik kerja, asesmen, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan berjalan secara terintegrasi.

Bagi profesional yang ingin memperkuat kompetensi di bidang project management, sertifikasi PMO dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun profil profesional yang lebih terstruktur dan kompetitif.


Tingkatkan kompetensi Project Management Officer, buktikan kemampuan profesional, dan siapkan diri menghadapi kebutuhan pengelolaan proyek yang semakin kompleks.

PSKN siap membantu kebutuhan pelatihan, persiapan, dan fasilitasi uji sertifikasi kompetensi melalui LSP mitra sesuai skema yang tersedia.

Info:
WhatsApp: 0812-6660-0643
Email: info@trainingpskn.com
Website: www.trainingpskn.com

Sertifikasi Project Management Officer membantu membuktikan kompetensi profesional dalam perencanaan, koordinasi, monitoring, dan pengelolaan proyek.

 

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan