Apa Itu Project Management Officer? Tugas, Kompetensi, dan Karier

Project Management Officer adalah profesional yang mendukung perencanaan, koordinasi, monitoring, dokumentasi, dan pengendalian proyek secara sistematis.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Daftar Isi

Apa Itu Project Management Officer?

Dalam Project Management, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh kemampuan Project Manager atau anggota tim dalam menyelesaikan pekerjaan. Proyek juga membutuhkan sistem koordinasi, monitoring, dokumentasi, pelaporan, dan pengendalian yang membuat seluruh aktivitas tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.

Salah satu peran yang mendukung proses tersebut adalah Project Management Officer (PMO).

Project Management Officer adalah profesional yang membantu organisasi dalam mengelola berbagai aspek proyek, mulai dari perencanaan, koordinasi, monitoring, dokumentasi, pelaporan, hingga pengendalian aktivitas proyek.

Peran PMO dapat berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Pada perusahaan tertentu, PMO lebih banyak berfokus pada administrasi dan monitoring. Pada organisasi lain, PMO dapat memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam hal governance, standardisasi proses, pengelolaan portofolio, hingga penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan.

Karena itu, PMO tidak tepat jika hanya dipahami sebagai staf administrasi proyek.

PMO merupakan bagian dari sistem pengelolaan proyek yang membantu memastikan proses berjalan lebih terstruktur, terukur, terdokumentasi, dan terkendali.

Hal ini juga berkaitan erat dengan pembahasan pada artikel Project Management: Pengertian, Tahapan, Kompetensi, dan Strategi Pengelolaan Proyek. Jika project management membahas bagaimana sebuah proyek direncanakan dan dikelola secara keseluruhan, maka PMO merupakan salah satu fungsi yang membantu memastikan proses tersebut berjalan secara sistematis.


Mengapa Project Management Officer Penting?

Sebuah proyek biasanya melibatkan banyak orang dengan tugas yang berbeda.

Misalnya proyek pengembangan sistem informasi dapat melibatkan:

  • Project Manager;
  • Project Management Officer;
  • Business Analyst;
  • UI/UX Designer;
  • Programmer;
  • Quality Assurance;
  • IT Support;
  • vendor;
  • client;
  • pengguna;
  • manajemen.

Masing-masing memiliki tanggung jawab sendiri.

Masalah dapat muncul ketika informasi antarbagian tidak terkoordinasi dengan baik.

Contohnya:

Tim development merasa pekerjaan sudah selesai, tetapi user belum melakukan review. Sementara itu, jadwal testing sudah mendekati deadline.

Dalam kondisi seperti ini, PMO dapat membantu melakukan monitoring, mengidentifikasi status pekerjaan, mengkomunikasikan kebutuhan tindak lanjut, dan memastikan informasi tersebut terdokumentasi.

Dengan demikian, PMO membantu menjembatani rencana proyek dengan pelaksanaan di lapangan.


Tugas Project Management Officer

Tugas PMO dapat berbeda sesuai struktur organisasi dan jenis proyek. Namun, terdapat beberapa fungsi yang umum dijalankan.

1. Membantu Perencanaan Proyek

PMO dapat terlibat sejak tahap awal perencanaan proyek.

Aktivitasnya dapat mencakup:

  • mengumpulkan informasi proyek;
  • membantu menyusun project plan;
  • membuat timeline;
  • menyusun daftar aktivitas;
  • mengidentifikasi milestone;
  • membantu menentukan kebutuhan sumber daya;
  • menyiapkan dokumentasi awal.

PMO perlu memahami hubungan antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya.

Misalnya:

Analisis kebutuhan → Design → Development → Testing → Deployment

Jika analisis kebutuhan terlambat, pekerjaan berikutnya kemungkinan ikut terdampak.

Karena itu, pemahaman terhadap project planning menjadi kompetensi penting bagi seorang PMO.


2. Monitoring Progress Proyek

Salah satu fungsi utama PMO adalah melakukan monitoring.

PMO dapat memantau:

  • persentase penyelesaian pekerjaan;
  • aktivitas yang belum selesai;
  • deadline;
  • milestone;
  • kendala;
  • risiko;
  • penggunaan sumber daya;
  • status deliverables.

Konsep sederhana yang dapat digunakan adalah membandingkan:

Plan vs Actual

Contohnya:

Indikator Target Aktual Status
Progress proyek 80% 72% Perlu perhatian
Deliverables 10 8 Berjalan
Milestone 5 4 Monitoring
Aktivitas selesai 40 36 Perlu evaluasi

Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk membantu Project Manager dan stakeholder memahami kondisi proyek.


3. Menyusun Project Report

Project Management Officer juga dapat bertanggung jawab dalam penyusunan laporan.

Laporan proyek dapat mencakup:

  • project status;
  • progress;
  • kendala;
  • risiko;
  • issue;
  • aktivitas yang telah selesai;
  • aktivitas berikutnya;
  • keputusan yang dibutuhkan.

Laporan yang baik tidak sekadar menampilkan angka.

PMO perlu menyajikan informasi dengan cara yang mudah dipahami.

Contohnya, daripada hanya menulis:

Progress proyek 70%.

Akan lebih informatif jika ditambahkan:

Progress proyek mencapai 70% dari target 75%. Selisih terutama berasal dari keterlambatan tahap testing. Tim melakukan penjadwalan ulang untuk menyelesaikan testing pada periode berikutnya.

Informasi seperti ini lebih berguna bagi manajemen.


4. Mengelola Dokumentasi Proyek

Proyek menghasilkan banyak dokumen.

PMO membantu memastikan dokumen tersebut tersimpan dan terorganisasi dengan baik.

Dokumen dapat berupa:

  • project charter;
  • project plan;
  • timeline;
  • meeting minutes;
  • progress report;
  • risk register;
  • issue log;
  • change request;
  • action list;
  • acceptance document;
  • project closing report.

Dokumentasi penting karena proyek dapat melibatkan banyak orang dan berlangsung dalam waktu yang panjang.

Tanpa dokumentasi yang baik, informasi penting dapat hilang atau sulit ditelusuri.


5. Melakukan Koordinasi

PMO sering menjadi penghubung informasi antaranggota tim proyek.

Misalnya:

Project Manager → PMO → Tim Proyek

atau:

Tim Proyek → PMO → Project Manager

PMO perlu memastikan informasi yang disampaikan:

  • benar;
  • jelas;
  • relevan;
  • terdokumentasi;
  • sampai kepada pihak yang tepat.

Kemampuan komunikasi menjadi sangat penting dalam fungsi ini.


6. Monitoring Risiko

Setiap proyek memiliki risiko.

Risiko dapat berasal dari:

  • keterlambatan vendor;
  • kekurangan SDM;
  • perubahan kebutuhan;
  • masalah teknologi;
  • keterbatasan anggaran;
  • perubahan regulasi;
  • masalah komunikasi;
  • ketergantungan antaraktivitas.

PMO dapat membantu membuat dan memperbarui risk register.

Contohnya:

Risiko Dampak Kemungkinan Mitigasi
Vendor terlambat Timeline mundur Sedang Monitoring vendor
SDM terbatas Pekerjaan tertunda Sedang Resource planning
Scope berubah Biaya bertambah Tinggi Change control
Sistem bermasalah Testing tertunda Sedang Backup dan troubleshooting

Dengan monitoring yang konsisten, risiko dapat diketahui lebih awal.


7. Monitoring Perubahan Scope

Dalam proyek, perubahan kebutuhan merupakan hal yang cukup umum.

Stakeholder dapat meminta fitur tambahan atau perubahan output.

Misalnya proyek awalnya hanya mencakup:

Pengembangan website perusahaan.

Kemudian stakeholder meminta tambahan:

  • aplikasi mobile;
  • dashboard;
  • sistem pembayaran;
  • integrasi CRM.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi:

  • biaya;
  • waktu;
  • SDM;
  • teknologi;
  • kualitas;
  • risiko.

PMO dapat membantu mendokumentasikan perubahan dan memastikan perubahan tersebut melalui proses yang sesuai.


8. Memantau Action Items

Rapat proyek menghasilkan banyak keputusan dan tugas.

Misalnya:

Action Item PIC Deadline Status
Revisi desain Designer 10 Sept Berjalan
Testing sistem QA 12 Sept Belum
Approval dokumen Client 13 Sept Menunggu
Update timeline PMO 14 Sept Selesai

PMO dapat membantu memantau action items tersebut agar keputusan rapat tidak berhenti sebagai catatan saja.


9. Mendukung Project Manager

PMO bukan pengganti Project Manager.

Sebaliknya, PMO membantu Project Manager mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Misalnya Project Manager perlu mengetahui:

  • progress proyek;
  • aktivitas terlambat;
  • risiko terbesar;
  • status deliverables;
  • workload tim;
  • kebutuhan keputusan.

PMO membantu mengumpulkan dan mengorganisasi informasi tersebut.

Dengan begitu, Project Manager dapat lebih fokus pada leadership, decision making, stakeholder management, dan pencapaian tujuan proyek.


Project Management Officer vs Project Manager

PMO dan Project Manager sering dianggap sama karena keduanya bekerja dalam lingkungan proyek.

Padahal, fungsi keduanya dapat berbeda.

Aspek Project Management Officer Project Manager
Fokus utama Support, monitoring, koordinasi, governance Memimpin proyek
Reporting Menyiapkan dan mengelola Menggunakan untuk keputusan
Dokumentasi Sangat intensif Menggunakan dan mengarahkan
Monitoring Tinggi Tinggi
Risiko Monitoring dan koordinasi Pengelolaan dan keputusan
Stakeholder Koordinasi informasi Memimpin hubungan
Tim Mendukung koordinasi Mengarahkan tim
Keputusan proyek Sesuai kewenangan Umumnya lebih besar
Project delivery Mendukung Bertanggung jawab atas pencapaian

Namun, pembagian tersebut tidak bersifat mutlak.

Setiap perusahaan dapat memiliki struktur dan job description yang berbeda.

Untuk pembahasan lebih mendalam mengenai pengelolaan proyek secara keseluruhan, artikel ini sebaiknya dibaca bersama artikel Project Management: Pengertian, Tahapan, Kompetensi, dan Strategi Pengelolaan Proyek


Kompetensi yang Dibutuhkan Project Management Officer

Seorang PMO membutuhkan kombinasi antara technical skill, analytical skill, communication skill, dan organizational skill.

1. Project Planning

PMO perlu memahami bagaimana sebuah proyek direncanakan.

Kemampuan ini mencakup:

  • menentukan aktivitas;
  • memahami scope;
  • membuat timeline;
  • memahami milestone;
  • memahami dependency;
  • mengidentifikasi kebutuhan resource.

2. Project Monitoring

PMO harus mampu melihat perbedaan antara rencana dan realisasi.

Contohnya:

Target: 90%
Realisasi: 78%

PMO perlu mengetahui:

  • mengapa terdapat gap;
  • aktivitas apa yang menyebabkan keterlambatan;
  • apa dampaknya;
  • apa tindakan yang diperlukan.

3. Reporting

Kemampuan menyusun laporan menjadi salah satu skill penting.

PMO harus mampu mengubah:

Data → Informasi → Insight

Laporan harus membantu stakeholder memahami situasi proyek.


4. Risk Management

PMO perlu memahami konsep dasar:

  • risk identification;
  • risk assessment;
  • risk response;
  • risk monitoring.

Tidak harus menyelesaikan seluruh risiko sendiri, tetapi PMO perlu memastikan risiko tercatat dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.


5. Communication

PMO bekerja dengan banyak pihak.

Karena itu, kemampuan komunikasi sangat penting.

Komunikasi PMO harus:

  • jelas;
  • ringkas;
  • objektif;
  • berdasarkan data;
  • tidak menimbulkan interpretasi ganda.

6. Problem Solving

Proyek hampir selalu menghadapi masalah.

PMO perlu mampu membantu tim:

  1. memahami masalah;
  2. mencari penyebab;
  3. melihat dampak;
  4. mengidentifikasi pihak terkait;
  5. mendokumentasikan solusi;
  6. memonitor tindak lanjut.

7. Time Management

PMO dapat menangani banyak pekerjaan sekaligus.

Karena itu, kemampuan menentukan prioritas menjadi penting.

PMO harus mampu membedakan:

Urgent

dan

Important

sehingga pekerjaan yang memiliki dampak terbesar dapat ditangani terlebih dahulu.


8. Digital Literacy

Project management semakin terdigitalisasi.

PMO perlu familiar dengan:

  • spreadsheet;
  • project management software;
  • dashboard;
  • cloud storage;
  • collaboration tools;
  • digital documentation.

Kemampuan tersebut membantu PMO bekerja lebih efisien.


Kompetensi Project Management Officer di Era Digital

Perubahan teknologi membuat peran PMO semakin berkembang.

Dulu, PMO mungkin lebih banyak mengelola:

Spreadsheet + Dokumen + Meeting + Report

Sekarang, PMO dapat bekerja dengan:

Dashboard + Automation + Data Analytics + Cloud Collaboration + AI

Hal ini membuat kemampuan digital semakin relevan.

Misalnya, dashboard dapat digunakan untuk melihat status berbagai aktivitas proyek secara lebih cepat.

Data juga dapat membantu PMO mengidentifikasi:

  • aktivitas yang sering terlambat;
  • resource yang overload;
  • risiko yang meningkat;
  • pola masalah proyek.

PMO dan Data-Driven Project Management

Project Management Officer modern tidak hanya perlu mengumpulkan data.

Ia juga perlu memahami bagaimana data digunakan.

Misalnya terdapat data:

40% aktivitas proyek terlambat.

Informasi tersebut belum cukup.

PMO perlu menganalisis:

  • aktivitas apa yang paling sering terlambat;
  • siapa yang terlibat;
  • apakah keterlambatan saling berkaitan;
  • apa penyebabnya;
  • apa dampaknya terhadap milestone.

Dengan demikian, PMO dapat membantu organisasi bergerak dari:

Monitoring berbasis laporan

menjadi:

Monitoring berbasis insight.


Jenjang Karier Project Management Officer

Karier di bidang project management dapat berkembang dalam berbagai jalur.

Salah satu kemungkinan jalurnya:

Project Administrator

Project Coordinator

Project Management Officer

Senior PMO / PMO Specialist

Project Manager

Program Manager

Namun, tidak semua profesional harus mengikuti jalur tersebut.

PMO juga dapat berkembang ke bidang:

  • Project Control;
  • PMO Governance;
  • Program Management;
  • Portfolio Management;
  • Business Analysis;
  • Risk Management;
  • Operations Management;
  • Management Consulting.

Pilihan karier bergantung pada pengalaman, kompetensi, industri, dan tujuan profesional.


Apakah Project Management Officer Bisa Menjadi Project Manager?

Bisa.

Pengalaman sebagai PMO dapat memberikan pemahaman yang kuat mengenai bagaimana proyek berjalan.

PMO biasanya telah terbiasa dengan:

  • project planning;
  • monitoring;
  • reporting;
  • risk;
  • stakeholder;
  • documentation;
  • coordination.

Namun, untuk menjadi Project Manager, profesional perlu memperkuat kemampuan lain seperti:

  • leadership;
  • decision making;
  • negotiation;
  • conflict management;
  • resource management;
  • strategic thinking.

Dengan demikian, pengalaman PMO dapat menjadi salah satu fondasi untuk mengembangkan karier menuju Project Manager.


Sertifikasi Project Management Officer

Pengalaman kerja penting, tetapi profesional juga dapat mempertimbangkan sertifikasi kompetensi sebagai salah satu cara membuktikan kompetensi.

BNSP saat ini mencantumkan Petugas Manajemen Proyek (Project Management Officer) sebagai salah satu skema pada LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika dengan 11 unit kompetensi. LSP tersebut tercatat berstatus aktif pada direktori BNSP.

Sertifikasi kompetensi melibatkan proses asesmen terhadap kompetensi peserta sesuai skema yang diikuti. BNSP juga menyediakan pedoman mengenai pelaksanaan asesmen kompetensi dan penerbitan sertifikat kompetensi.

Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai sertifikasi, artikel berikutnya dalam cluster ini dapat diarahkan ke Project Management: Pengertian, Tahapan, Kompetensi, dan Strategi Pengelolaan Proyek

Dengan demikian, artikel ini berfungsi sebagai artikel informational yang menjawab apa itu PMO, sedangkan artikel sertifikasi nantinya menjadi artikel yang lebih transactional/commercial.


Cara Mengembangkan Kompetensi Project Management Officer

Menjadi PMO profesional membutuhkan proses pengembangan yang berkelanjutan.

Tahap 1 — Pelajari Dasar Project Management

Pahami:

  • project lifecycle;
  • scope;
  • time;
  • cost;
  • quality;
  • risk;
  • stakeholder.

Tahap 2 — Latih Kemampuan Planning

Coba buat:

  • project plan;
  • timeline;
  • work breakdown;
  • milestone;
  • resource plan.

Tahap 3 — Latih Monitoring

Biasakan membandingkan:

Plan vs Actual

Tahap 4 — Pelajari Reporting

Latih membuat laporan yang:

  • singkat;
  • jelas;
  • berbasis data;
  • actionable.

Tahap 5 — Tingkatkan Soft Skill

Fokus pada:

  • komunikasi;
  • problem solving;
  • teamwork;
  • negotiation;
  • critical thinking.

Tahap 6 — Kuasai Digital Tools

Pelajari software dan tools yang relevan dengan pekerjaan.

Tahap 7 — Bangun Pengalaman

Terlibat dalam proyek nyata atau simulasi proyek.

Tahap 8 — Pertimbangkan Sertifikasi

Setelah memahami kompetensi yang dibutuhkan, pilih skema sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan dan persyaratan yang berlaku.


Checklist Kompetensi Project Management Officer

Kompetensi Penting untuk PMO
Project Planning
Scheduling
Monitoring
Reporting
Documentation
Risk Management
Stakeholder Coordination
Problem Solving
Communication
Time Management
Digital Tools
Data Analysis
Critical Thinking

Checklist tersebut dapat digunakan sebagai self-assessment bagi profesional yang ingin mengetahui area kompetensi mana yang masih perlu dikembangkan.


Tantangan Project Management Officer di Dunia Kerja

Peran PMO juga memiliki berbagai tantangan.

Banyak Stakeholder

Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kompleks koordinasinya.

Perubahan Scope

Perubahan kebutuhan dapat memengaruhi keseluruhan proyek.

Data Tidak Konsisten

Informasi dari tim berbeda dapat memiliki format dan waktu pembaruan yang berbeda.

Deadline Ketat

PMO harus membantu memastikan informasi dan aktivitas tetap berjalan sesuai jadwal.

Konflik Prioritas

Beberapa aktivitas dapat memiliki kepentingan yang sama-sama tinggi.

Perkembangan Teknologi

PMO perlu terus belajar agar tidak tertinggal dalam penggunaan tools dan metode baru.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa PMO membutuhkan kemampuan yang terus berkembang.


Project Management Officer dalam Organisasi Modern

Organisasi modern semakin bergantung pada proyek untuk menjalankan perubahan.

Contohnya:

  • digital transformation;
  • implementasi ERP;
  • pengembangan aplikasi;
  • pembangunan infrastruktur;
  • pengembangan produk;
  • perubahan proses bisnis;
  • implementasi sistem keamanan informasi;
  • pengembangan layanan publik.

Semakin banyak proyek yang dijalankan, semakin besar kebutuhan terhadap sistem pengelolaan proyek yang baik.

Dalam kondisi tersebut, PMO dapat berperan sebagai salah satu fungsi yang membantu menjaga proyek tetap terkoordinasi dan terukur.


Hubungan Project Management, PMO, dan Sertifikasi

Jika disusun dalam sebuah alur, hubungan ketiganya dapat digambarkan seperti ini:

Project Management

→ memahami bagaimana proyek dikelola

Project Management Officer

→ menjalankan fungsi dukungan, koordinasi, monitoring, dokumentasi, dan governance sesuai struktur organisasi

Kompetensi

→ memastikan PMO memiliki kemampuan yang dibutuhkan

Sertifikasi

→ memberikan pengakuan kompetensi melalui proses asesmen sesuai skema

Dengan demikian, memahami project management merupakan fondasi sebelum seseorang mengembangkan karier sebagai PMO.


FAQ Project Management Officer

Apa itu Project Management Officer?

Project Management Officer adalah profesional yang membantu pengelolaan proyek melalui aktivitas seperti perencanaan, monitoring, koordinasi, dokumentasi, reporting, dan pengendalian sesuai struktur organisasi.

Apa tugas utama Project Management Officer?

Tugas PMO dapat mencakup membantu perencanaan proyek, memonitor progress, menyusun laporan, mengelola dokumentasi, memonitor risiko, melakukan koordinasi, dan memantau tindak lanjut proyek.

Apakah Project Management Officer sama dengan Project Manager?

Tidak selalu. Project Manager umumnya memiliki tanggung jawab langsung dalam memimpin dan mengarahkan proyek, sedangkan PMO mendukung pengelolaan proyek melalui fungsi monitoring, koordinasi, reporting, dokumentasi, dan governance sesuai struktur organisasi.

Apakah PMO bisa menjadi Project Manager?

Bisa. Pengalaman sebagai PMO dapat menjadi salah satu jalur pengembangan menuju Project Manager, terutama jika disertai pengembangan kemampuan leadership, decision making, stakeholder management, dan pengelolaan sumber daya.

Apakah Project Management Officer membutuhkan sertifikasi?

Sertifikasi bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kompetensi, tetapi dapat menjadi salah satu bukti kompetensi profesional melalui proses asesmen sesuai skema yang dipilih.


Kesimpulan

Project Management Officer merupakan salah satu peran penting dalam pengelolaan proyek. PMO membantu memastikan informasi, aktivitas, dokumentasi, monitoring, koordinasi, dan pelaporan proyek berjalan secara sistematis.

Peran PMO tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Seiring berkembangnya kebutuhan organisasi, PMO semakin dituntut memiliki kemampuan project planning, monitoring, risk management, reporting, stakeholder coordination, problem solving, data analysis, dan digital tools.

Bagi profesional yang ingin berkarier di bidang ini, memahami dasar Project Management menjadi langkah awal yang penting. Setelah itu, kompetensi dapat dikembangkan melalui pengalaman proyek, pembelajaran, penggunaan tools, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi yang sesuai.

Dengan kompetensi yang kuat, PMO tidak hanya menjadi pihak yang membuat laporan proyek, tetapi dapat menjadi bagian penting dalam membantu organisasi memastikan proyek berjalan sesuai tujuan.

Kembangkan kompetensi Project Management Officer Anda dan siapkan diri menghadapi kebutuhan pengelolaan proyek yang semakin dinamis. Tingkatkan skill, bangun pengalaman, dan buktikan kompetensi secara profesional bersama PSKN.

info@trainingpskn.com
www.trainingpskn.com

Project Management Officer adalah profesional yang mendukung perencanaan, koordinasi, monitoring, dokumentasi, dan pengendalian proyek secara sistematis.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan