Sertifikasi AI: Panduan Kompetensi Artificial Intelligence untuk Profesional

Sertifikasi AI membantu profesional membuktikan kompetensi Artificial Intelligence, memahami penerapan AI, dan meningkatkan daya saing di era digital.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara organisasi dan profesional menjalankan pekerjaan. AI tidak lagi hanya digunakan untuk pengembangan teknologi atau riset, tetapi sudah masuk ke berbagai aktivitas bisnis dan pekerjaan sehari-hari.

Mulai dari pembuatan dokumen, analisis data, otomatisasi pekerjaan, customer service, pemasaran, pengembangan produk, hingga produktivitas administrasi, AI semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu manusia bekerja lebih cepat dan efektif.

Perubahan tersebut kemudian menciptakan kebutuhan baru di dunia kerja. Profesional tidak cukup hanya mengetahui bahwa AI dapat digunakan. Mereka juga perlu memahami bagaimana AI digunakan secara tepat, bagaimana mengevaluasi hasilnya, bagaimana menjaga keamanan data, dan bagaimana mengintegrasikannya ke dalam pekerjaan.

Salah satu pendekatan untuk memperkuat pengakuan terhadap kompetensi tersebut adalah melalui sertifikasi AI.

Sertifikasi AI dapat menjadi bagian dari pengembangan profesional, terutama bagi individu yang ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki kompetensi tertentu dalam bidang Artificial Intelligence sesuai dengan skema yang diikuti.

Artikel ini merupakan turunan dari artikel Artificial Intelligence: Pengertian, Manfaat, Penerapan, dan Kompetensi AI di Era Digital. Jika artikel pilar membahas AI secara luas, artikel ini berfokus pada kompetensi, persiapan, proses, dan manfaat sertifikasi AI bagi profesional.


Apa Itu Sertifikasi AI?

Sertifikasi AI adalah proses pengakuan kompetensi seseorang dalam bidang Artificial Intelligence melalui asesmen berdasarkan skema dan persyaratan tertentu.

Istilah sertifikasi AI sendiri dapat memiliki cakupan yang berbeda.

Ada program yang berfokus pada kemampuan:

  • menggunakan AI;
  • menerapkan AI untuk pekerjaan;
  • mengembangkan solusi berbasis AI;
  • menganalisis data;
  • machine learning;
  • generative AI;
  • AI implementation;
  • AI governance.

Karena itu, seseorang yang ingin mengikuti sertifikasi sebaiknya tidak hanya melihat nama program.

Hal yang lebih penting adalah memahami:

Apa skemanya?

Kompetensi apa yang dinilai?

Siapa lembaga sertifikasinya?

Bagaimana proses asesmennya?

Apa persyaratan pesertanya?

Dengan memahami hal tersebut, peserta dapat memilih sertifikasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan profesional.


Sertifikasi AI Bukan Sekadar Sertifikat Pelatihan

Salah satu hal yang penting dipahami adalah perbedaan antara pelatihan AI dan sertifikasi kompetensi AI.

Pelatihan berorientasi pada proses pembelajaran.

Peserta dapat mempelajari:

  • konsep Artificial Intelligence;
  • penggunaan tools;
  • prompting;
  • data;
  • automation;
  • AI productivity;
  • studi kasus;
  • praktik.

Sementara sertifikasi kompetensi berfokus pada proses asesmen terhadap kompetensi peserta berdasarkan skema tertentu.

Perbedaannya dapat dilihat berikut ini:

Aspek Pelatihan AI Sertifikasi AI
Fokus Belajar Asesmen kompetensi
Tujuan Meningkatkan kemampuan Membuktikan kompetensi sesuai skema
Aktivitas Materi dan praktik Penilaian/asesmen
Hasil Pengetahuan dan keterampilan meningkat Hasil asesmen dan sertifikat sesuai ketentuan
Peserta Pemula hingga profesional Sesuai persyaratan skema
Fungsi Pengembangan Pengakuan kompetensi

Karena itu, mengikuti pelatihan tidak otomatis membuat seseorang dinyatakan kompeten dalam sertifikasi.

Namun, pelatihan dapat menjadi persiapan yang sangat membantu sebelum mengikuti asesmen.


Mengapa Sertifikasi AI Semakin Relevan?

Perkembangan AI membuat kebutuhan kompetensi digital semakin luas.

Profesional dari berbagai bidang mulai berhadapan dengan AI, bahkan ketika pekerjaan mereka bukan pekerjaan teknis.

Contohnya:

HR menggunakan AI untuk membantu pekerjaan administrasi dan analisis.

Marketing menggunakan AI untuk ideasi dan analisis pelanggan.

Administrasi menggunakan AI untuk dokumen dan pengolahan informasi.

Project Management menggunakan AI untuk reporting dan analisis.

Keuangan dapat memanfaatkan AI untuk mendeteksi pola dan anomali.

Manajemen membutuhkan pemahaman AI untuk mengambil keputusan terkait transformasi digital.

Artinya, kebutuhan kompetensi AI tidak hanya muncul pada programmer.

Karena itu, sertifikasi dapat menjadi salah satu cara bagi profesional untuk memperkuat profil kompetensinya.


Manfaat Sertifikasi AI bagi Profesional

1. Memperkuat Pengakuan Kompetensi

Sertifikasi dapat memberikan bukti bahwa seseorang telah mengikuti proses asesmen kompetensi berdasarkan skema tertentu.

Hal ini dapat menjadi pelengkap terhadap:

  • pendidikan;
  • pengalaman kerja;
  • portofolio;
  • pelatihan;
  • keterampilan profesional.

2. Mendukung Pengembangan Karier

Kompetensi AI dapat digunakan dalam berbagai jalur karier.

Misalnya:

  • AI Specialist;
  • AI Implementation Specialist;
  • Digital Transformation Staff;
  • Data Analyst;
  • Business Analyst;
  • Digital Business Professional;
  • Automation Specialist;
  • AI Productivity Specialist.

Posisi dan persyaratan tentu berbeda berdasarkan industri dan organisasi.

Sertifikasi bukan jaminan otomatis mendapatkan pekerjaan, tetapi dapat menjadi salah satu bagian dari professional profile.


3. Meningkatkan Daya Saing

Ketika semakin banyak profesional memiliki kemampuan digital, kemampuan AI dapat menjadi nilai tambah.

Profesional yang mampu menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaan dapat memiliki kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan organisasi.


4. Mendukung Upskilling

Sertifikasi dapat menjadi target pengembangan kompetensi.

Misalnya seorang staf administrasi yang sebelumnya hanya menggunakan aplikasi perkantoran dapat mengembangkan kemampuan menjadi:

Administrasi → Digital Administration → AI-Assisted Administration

Begitu juga profesional di bidang lain.


5. Mendukung Reskilling

AI juga membuka kemungkinan untuk mempelajari bidang baru.

Profesional dari bidang nonteknologi dapat mulai mempelajari AI tanpa harus langsung menjadi AI engineer.

Mereka dapat memulai dari:

AI Literacy → AI Tools → AI Productivity → AI Implementation


Kompetensi Apa yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi AI?

Kompetensi yang dibutuhkan akan bergantung pada skema sertifikasi.

Namun, secara umum terdapat beberapa area kompetensi yang relevan bagi profesional.

AI Literacy

AI literacy merupakan kemampuan memahami konsep dasar AI.

Profesional perlu mengetahui:

  • pengertian AI;
  • cara kerja AI secara umum;
  • jenis AI;
  • kemampuan AI;
  • keterbatasan AI;
  • risiko AI.

Generative AI

Generative AI menjadi salah satu perkembangan penting dalam ekosistem AI.

Profesional perlu memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk:

  • menghasilkan teks;
  • membuat ringkasan;
  • membuat ide;
  • membantu coding;
  • menghasilkan visual;
  • mengolah informasi.

Namun, pengguna juga perlu memahami bahwa output generative AI harus diperiksa.


Prompting

Kemampuan membuat instruksi yang jelas menjadi salah satu keterampilan praktis dalam menggunakan generative AI.

Prompt yang efektif dapat memberikan:

  • konteks;
  • tujuan;
  • format;
  • batasan;
  • target audiens;
  • informasi pendukung.

Semakin jelas instruksi, semakin mudah sistem memahami tujuan pengguna.


Data Literacy

AI sangat erat kaitannya dengan data.

Profesional perlu memahami:

  • kualitas data;
  • struktur data;
  • relevansi data;
  • interpretasi data;
  • bias;
  • keamanan data.

Data yang buruk dapat menghasilkan output yang tidak dapat diandalkan.


Critical Thinking

Pengguna AI harus mampu mengevaluasi hasil.

Jangan langsung menganggap output AI sebagai fakta.

Pertanyaan yang perlu diajukan:

  • Apakah informasi tersebut benar?
  • Apa sumbernya?
  • Apakah konteksnya sesuai?
  • Apakah terdapat kesalahan?
  • Apakah terdapat bias?
  • Apakah hasilnya perlu diverifikasi?

Kompetensi AI Teknis dan Nonteknis

Tidak semua sertifikasi AI membutuhkan kemampuan teknis yang sama.

Secara sederhana, kompetensi dapat dibagi menjadi dua kelompok.

Kompetensi AI Nonteknis

Cocok untuk profesional yang menggunakan AI dalam pekerjaan:

  • AI literacy;
  • prompting;
  • AI productivity;
  • responsible AI;
  • data awareness;
  • critical thinking;
  • AI implementation.

Kompetensi AI Teknis

Lebih relevan bagi profesional yang mengembangkan solusi AI:

  • programming;
  • Python;
  • machine learning;
  • deep learning;
  • data preprocessing;
  • model development;
  • model evaluation;
  • deployment.

Pemilihan jalur sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan dan tujuan karier.


Sertifikasi AI untuk Profesional Nonteknis

Ini menjadi salah satu perkembangan penting.

AI bukan hanya milik tim IT.

Seorang staf administrasi, misalnya, dapat membutuhkan kompetensi AI untuk:

  • membuat draft dokumen;
  • merangkum informasi;
  • mengolah data;
  • membuat laporan;
  • mengotomatisasi pekerjaan repetitif.

Seorang HR dapat menggunakan AI untuk membantu:

  • menyusun job description;
  • menganalisis kebutuhan pelatihan;
  • membuat materi pembelajaran;
  • mengolah data SDM.

Seorang marketing dapat menggunakan AI untuk:

  • riset;
  • ideasi konten;
  • customer insight;
  • analisis kampanye.

Artinya, kompetensi AI perlu dikembangkan sesuai konteks pekerjaan.


Sertifikasi AI dan Penerapan AI untuk Produktivitas Administrasi

Salah satu contoh kompetensi AI yang relevan untuk profesional nonteknis adalah penerapan AI untuk produktivitas administrasi.

Pada program sertifikasi kompetensi yang difasilitasi PSKN melalui LSP mitra, terdapat skema Penerapan AI untuk Produktivitas Administrasi (AI Implementation for Administrative Productivity).

Skema seperti ini menunjukkan bahwa penerapan AI dapat diarahkan pada kebutuhan pekerjaan yang konkret.

Misalnya:

Dokumen → AI Assistance → Review → Finalisasi

atau:

Data Administrasi → AI-Assisted Analysis → Validasi → Reporting

Namun, penerapan AI harus tetap memperhatikan keamanan informasi dan kebijakan organisasi.

Pembahasan lebih khusus mengenai topik tersebut dapat dilanjutkan melalui artikel turunan:

Penerapan AI untuk Produktivitas Administrasi di Era Digital.


Sertifikasi AI dalam Ekosistem BNSP

Bagi peserta yang mencari sertifikasi kompetensi berbasis BNSP, penting untuk memahami hubungan antara BNSP, LSP, skema, dan proses asesmen.

Secara umum:

BNSP merupakan lembaga yang memiliki fungsi dalam sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional.

LSP merupakan lembaga yang melaksanakan sertifikasi kompetensi sesuai lisensi dan ruang lingkupnya.

Skema sertifikasi menentukan kompetensi yang akan dinilai.

Asesor melakukan asesmen terhadap peserta sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, peserta perlu memastikan bahwa informasi mengenai LSP dan skema dapat diverifikasi melalui sumber resmi.

Direktori BNSP menyediakan informasi LSP yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan. (bnsp.go.id)


Bagaimana Memilih Sertifikasi AI yang Tepat?

Jangan memilih sertifikasi hanya karena menggunakan kata “AI”.

Pertimbangkan beberapa hal berikut.

1. Tentukan Tujuan

Apakah sertifikasi digunakan untuk:

  • pengembangan karier;
  • kebutuhan pekerjaan;
  • upskilling;
  • reskilling;
  • kebutuhan perusahaan;
  • pengembangan kompetensi pribadi?

Tujuan akan menentukan jenis kompetensi yang perlu dipilih.


2. Sesuaikan dengan Pekerjaan

Seorang administrasi mungkin membutuhkan AI productivity.

Seorang data professional mungkin membutuhkan data science atau machine learning.

Seorang developer mungkin membutuhkan AI development.

Jangan memilih skema yang terlalu jauh dari kebutuhan pekerjaan tanpa alasan yang jelas.


3. Periksa Skema

Pelajari unit atau kompetensi yang akan dinilai.

Ini penting agar peserta mengetahui kemampuan apa yang harus dipersiapkan.


4. Periksa LSP

Jika mengikuti sertifikasi berbasis BNSP, cek LSP melalui direktori resmi BNSP.

Jangan hanya mengandalkan informasi dari poster atau iklan.


5. Periksa Persyaratan

Pastikan memenuhi persyaratan peserta sebelum mendaftar.

Persyaratan dapat berkaitan dengan:

  • pendidikan;
  • pengalaman;
  • pelatihan;
  • pekerjaan;
  • dokumen;
  • bukti kompetensi.

Bagaimana Proses Sertifikasi AI?

Mekanisme dapat berbeda berdasarkan LSP dan skema.

Namun, gambaran umumnya dapat berupa:

1. Menentukan Skema

Peserta memilih skema yang sesuai.

2. Memeriksa Persyaratan

Peserta memastikan dirinya memenuhi persyaratan.

3. Pendaftaran

Peserta melakukan pendaftaran sesuai prosedur.

4. Persiapan

Peserta mempersiapkan pengetahuan, keterampilan, dan bukti kompetensi.

5. Asesmen

Peserta mengikuti proses asesmen berdasarkan skema.

6. Evaluasi Asesor

Asesor mengevaluasi kompetensi peserta.

7. Penetapan Hasil

Hasil asesmen ditetapkan sesuai mekanisme sertifikasi.

8. Sertifikat

Peserta yang memenuhi ketentuan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai skema.

BNSP sendiri mencantumkan pedoman terkait pelaksanaan asesmen kompetensi dan penerbitan sertifikat kompetensi dalam informasi publiknya. (bnsp.go.id)


Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Sertifikasi AI?

Persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum hari asesmen.

Pelajari Konsep Dasar AI

Pahami:

  • Artificial Intelligence;
  • Machine Learning;
  • Generative AI;
  • NLP;
  • Computer Vision;
  • automation.

Tidak harus langsung mendalami semuanya.

Fokuskan pada kompetensi yang relevan dengan skema.


Pelajari Tools yang Relevan

Untuk sertifikasi yang berorientasi pada penerapan, biasakan menggunakan tools AI yang relevan dengan pekerjaan.

Misalnya:

  • AI text tools;
  • data analysis tools;
  • productivity tools;
  • automation tools;
  • AI-powered office applications.

Buat Studi Kasus

Cobalah menyelesaikan masalah pekerjaan dengan AI.

Contoh:

“Bagaimana AI dapat mengurangi waktu pembuatan laporan administrasi?”

Kemudian dokumentasikan:

Masalah → Solusi AI → Proses → Output → Human Review → Hasil

Studi kasus seperti ini dapat membantu menghubungkan teori dengan praktik.


Contoh Portofolio AI Profesional

Portofolio tidak harus berupa aplikasi AI yang kompleks.

Untuk profesional nonteknis, contoh sederhana dapat berupa:

Project 1

AI untuk Penyusunan Laporan

Membandingkan waktu pembuatan laporan sebelum dan sesudah menggunakan AI.

Project 2

AI untuk Pengolahan Dokumen

Menggunakan AI untuk membantu merangkum dan mengklasifikasikan dokumen.

Project 3

AI untuk Data Analysis

Menggunakan AI untuk membantu menemukan pola dari dataset.

Project 4

AI untuk Customer Service

Membuat konsep chatbot untuk menjawab pertanyaan umum.

Portofolio seperti ini menunjukkan bahwa seseorang tidak hanya memahami istilah AI, tetapi mampu menghubungkan AI dengan kebutuhan pekerjaan.


Sertifikasi AI dan Portofolio: Mana yang Lebih Penting?

Keduanya memiliki fungsi berbeda.

Sertifikasi dapat membantu menunjukkan pengakuan kompetensi melalui proses asesmen.

Portofolio menunjukkan bagaimana kemampuan tersebut diterapkan.

Sementara pengalaman kerja menunjukkan bagaimana seseorang menggunakan kompetensinya dalam situasi nyata.

Karena itu, kombinasi yang kuat adalah:

Kompetensi + Sertifikasi + Portofolio + Pengalaman

Misalnya seorang profesional memiliki sertifikasi AI, tetapi juga memiliki portfolio penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan.

Profil tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan profesionalnya.


Sertifikasi AI untuk Pengembangan Karier

Kompetensi AI dapat menjadi bagian dari career development.

Contoh roadmap:

AI Awareness
↓
AI User
↓
AI Productivity
↓
AI Implementation
↓
AI Specialist / AI Professional

Namun, tidak semua orang harus mencapai tahap AI Specialist.

Seorang staf administrasi mungkin cukup membutuhkan kompetensi AI productivity.

Seorang manager mungkin membutuhkan AI strategy dan governance.

Seorang developer membutuhkan kompetensi AI engineering.

Karena itu:

Kompetensi AI terbaik adalah kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.


AI dan Kompetensi Masa Depan

World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 menempatkan AI and big data sebagai kelompok keterampilan teknologi yang pertumbuhannya paling cepat hingga 2030. Laporan tersebut juga menunjukkan pentingnya kombinasi keterampilan teknologi dan keterampilan manusia seperti analytical thinking, resilience, flexibility, dan agility. (weforum.org)

Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi AI tidak seharusnya berdiri sendiri.

Profesional membutuhkan:

AI Skill + Human Skill

Contohnya:

  • AI + critical thinking;
  • AI + communication;
  • AI + leadership;
  • AI + domain expertise;
  • AI + problem solving.

Kombinasi tersebut dapat membuat kemampuan AI lebih bernilai dalam pekerjaan.


Responsible AI Menjadi Kompetensi Penting

Semakin luas penggunaan AI, semakin penting pula pemahaman mengenai penggunaannya secara bertanggung jawab.

Profesional perlu memperhatikan:

Privasi

Jangan memasukkan data sensitif ke sistem AI tanpa memahami kebijakan dan perlindungan datanya.

Akurasi

Selalu verifikasi output AI.

Bias

Perhatikan kemungkinan bias dalam data maupun hasil.

Transparansi

Pahami kapan AI digunakan dan bagaimana hasilnya diperoleh.

Human Oversight

Keputusan penting tetap membutuhkan pengawasan manusia.

Indonesia sendiri telah memiliki Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial yang memuat prinsip-prinsip etika dalam penyelenggaraan AI. (jdih.komdigi.go.id)

Karena itu, profesional yang mempelajari AI juga perlu memahami aspek etika dan tanggung jawab.


Checklist Persiapan Sertifikasi AI

Gunakan checklist berikut:

Persiapan Status
Memahami konsep Artificial Intelligence ☐
Memahami Generative AI ☐
Memahami penggunaan AI ☐
Menguasai prompting dasar ☐
Memahami data literacy ☐
Mampu mengevaluasi output AI ☐
Memahami risiko AI ☐
Memahami privacy dan keamanan data ☐
Memahami responsible AI ☐
Memahami tools yang relevan ☐
Memiliki studi kasus penerapan AI ☐
Memahami skema sertifikasi ☐
Memenuhi persyaratan peserta ☐
Menyiapkan dokumen yang diperlukan ☐

Sertifikasi AI untuk Perusahaan

Sertifikasi AI tidak hanya relevan untuk individu.

Perusahaan juga dapat menggunakannya sebagai bagian dari strategi upskilling dan reskilling.

Misalnya organisasi ingin meningkatkan produktivitas 100 staf administrasi.

Daripada hanya memberikan akses ke tools AI, perusahaan dapat membangun program:

AI Awareness → AI Training → Practice → Competency Assessment → Certification → Implementation

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya memberikan tools, tetapi juga membangun kemampuan SDM dalam menggunakan teknologi.

Program dapat disesuaikan berdasarkan jabatan.

Posisi Fokus Kompetensi AI
Administrasi AI Productivity
HR AI for HR
Marketing AI for Marketing
Finance AI for Analysis
IT AI Implementation
Manager AI Strategy & Governance
Data Professional Data & AI
Project Management AI for Project Productivity

Bagaimana Menentukan Kesiapan Sertifikasi AI?

Gunakan lima pertanyaan sederhana:

1. Apakah saya memahami konsep AI?

2. Apakah saya sudah menggunakan AI dalam pekerjaan?

3. Apakah saya memahami risiko penggunaan AI?

4. Apakah saya memahami kompetensi yang dinilai dalam skema?

5. Apakah saya memiliki bukti atau pengalaman yang relevan jika dipersyaratkan?

Jika sebagian besar jawabannya “ya”, Anda dapat mulai masuk ke tahap persiapan asesmen.

Jika belum, tidak masalah.

Mulailah dari pengembangan kompetensi terlebih dahulu.


FAQ Sertifikasi AI

Apa itu sertifikasi AI?

Sertifikasi AI merupakan proses pengakuan kompetensi dalam bidang Artificial Intelligence melalui asesmen berdasarkan skema dan persyaratan tertentu.

Apakah sertifikasi AI hanya untuk programmer?

Tidak. Terdapat kebutuhan kompetensi AI untuk profesional nonteknis, misalnya penerapan AI untuk produktivitas administrasi, penggunaan generative AI, dan AI-assisted workflow.

Apakah pelatihan AI sama dengan sertifikasi AI?

Tidak. Pelatihan berfokus pada pembelajaran, sedangkan sertifikasi kompetensi melibatkan proses asesmen untuk menilai kompetensi sesuai skema.

Apakah sertifikasi AI menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan?

Tidak ada sertifikasi yang secara otomatis menjamin pekerjaan. Sertifikasi dapat menjadi salah satu bagian dari profil profesional bersama pengalaman, pendidikan, keterampilan, dan portofolio.

Bagaimana memilih sertifikasi AI yang tepat?

Tentukan tujuan terlebih dahulu, kemudian pilih skema yang sesuai dengan pekerjaan dan kompetensi yang ingin dikembangkan. Jika mengikuti sertifikasi berbasis BNSP, periksa LSP dan skemanya melalui sumber resmi BNSP.


Kesimpulan

Sertifikasi AI menjadi semakin relevan seiring Artificial Intelligence masuk ke berbagai bidang pekerjaan.

Namun, sertifikasi sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai cara mendapatkan sertifikat.

Hal yang lebih penting adalah membangun kompetensi AI yang benar-benar dapat digunakan dalam pekerjaan.

Profesional perlu memahami konsep Artificial Intelligence, generative AI, prompting, data literacy, critical thinking, keamanan data, dan responsible AI. Untuk bidang tertentu, kompetensi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut ke machine learning, AI implementation, automation, atau AI governance.

Pemilihan sertifikasi juga harus dilakukan secara cermat. Perhatikan tujuan, skema, kompetensi yang dinilai, persyaratan peserta, lembaga sertifikasi, dan proses asesmennya.

Bagi profesional nonteknis, AI juga menawarkan ruang pengembangan yang luas. Kemampuan menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas administrasi, analisis, komunikasi, dokumentasi, maupun pekerjaan sehari-hari dapat menjadi bagian dari kompetensi profesional di era digital.

Pada akhirnya, profil profesional yang kuat di era AI bukan hanya tentang memiliki sertifikasi, tetapi tentang mampu menggabungkan:

Kompetensi + Pengalaman + Portofolio + Sertifikasi + Responsible AI

Dengan kombinasi tersebut, AI dapat menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengembangan karier secara berkelanjutan.

Tingkatkan kompetensi Artificial Intelligence, persiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja, dan buktikan kemampuan profesional melalui pengembangan kompetensi yang terarah.

PSKN siap mendukung kebutuhan pelatihan, pengembangan kompetensi, persiapan, dan fasilitasi uji sertifikasi profesional melalui LSP mitra sesuai skema yang tersedia.

WhatsApp: 0812-6660-0643
Email: info@trainingpskn.com
Website: www.trainingpskn.com

Sertifikasi AI membantu profesional membuktikan kompetensi Artificial Intelligence, memahami penerapan AI, dan meningkatkan daya saing di era digital.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan