Project Quality Management: Strategi Menjamin Mutu, Kepatuhan, dan Keberhasilan Proyek

Project Quality Management membantu memastikan mutu proyek melalui perencanaan kualitas, Quality Assurance, Quality Control, dan perbaikan berkelanjutan.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh apakah proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Kualitas hasil proyek juga menjadi indikator penting karena menentukan apakah deliverable benar-benar memenuhi persyaratan, spesifikasi, kebutuhan pengguna, serta ekspektasi stakeholder.

Inilah yang menjadi fokus Project Quality Management atau manajemen mutu proyek.

Dalam praktiknya, kualitas tidak seharusnya baru diperiksa ketika proyek hampir selesai. Kualitas perlu direncanakan sejak awal, diterapkan sepanjang pelaksanaan proyek, diukur menggunakan indikator yang jelas, kemudian dikendalikan dan diperbaiki apabila ditemukan penyimpangan.

PMI menjelaskan bahwa project quality management mencakup proses yang memastikan proyek memenuhi kebutuhan yang menjadi dasar pelaksanaannya. Pendekatan kualitas juga mencakup quality planning, quality assurance, dan quality control.

Dengan demikian, Project Quality Management bukan sekadar kegiatan inspeksi. Manajemen mutu mencakup bagaimana organisasi:

  • menetapkan standar kualitas;
  • menentukan indikator mutu;
  • merancang proses untuk memenuhi standar;
  • memastikan proses dijalankan secara konsisten;
  • memeriksa hasil pekerjaan;
  • mengidentifikasi ketidaksesuaian;
  • melakukan tindakan korektif;
  • mencegah masalah yang sama terjadi kembali; dan
  • meningkatkan proses proyek secara berkelanjutan.

Apa Itu Project Quality Management?

Project Quality Management adalah pendekatan sistematis untuk merencanakan, memastikan, mengendalikan, dan meningkatkan kualitas proses serta hasil suatu proyek agar sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Kualitas proyek dapat berkaitan dengan berbagai aspek, seperti:

Aspek Contoh
Produk Spesifikasi produk sesuai kebutuhan
Layanan Tingkat layanan memenuhi standar
Proses Prosedur kerja dijalankan sesuai ketentuan
Waktu Deliverable selesai sesuai standar dan jadwal
Biaya Hasil dicapai tanpa pemborosan yang tidak diperlukan
Kepatuhan Memenuhi regulasi, kontrak, dan standar organisasi
Dokumentasi Dokumen lengkap, akurat, dan dapat ditelusuri
Keselamatan Pekerjaan memenuhi standar keselamatan
Kepuasan pengguna Hasil proyek memenuhi kebutuhan stakeholder

Artinya, kualitas tidak hanya berarti “hasilnya bagus”. Kualitas harus memiliki kriteria yang dapat dijelaskan dan, sebisa mungkin, diukur.

Dalam salah satu pembahasan PMI, quality metric ditekankan sebagai kriteria yang dapat diukur sehingga pencapaian suatu requirement tidak hanya dinilai secara subjektif.


Mengapa Project Quality Management Penting?

Tanpa sistem manajemen kualitas yang baik, proyek dapat mengalami masalah meskipun selesai tepat waktu.

Contohnya, sebuah proyek pembangunan dapat selesai sesuai jadwal tetapi hasil konstruksinya tidak memenuhi spesifikasi. Proyek pengembangan aplikasi dapat diluncurkan tepat waktu tetapi memiliki banyak bug. Proyek pengadaan dapat selesai secara administratif tetapi barang yang diterima tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Karena itu, terdapat beberapa alasan utama mengapa manajemen mutu harus menjadi bagian dari project management.

1. Memastikan Deliverable Sesuai Requirement

Setiap proyek memiliki output tertentu. Project Quality Management membantu memastikan output tersebut memenuhi persyaratan yang sudah disepakati.

2. Mengurangi Defect dan Rework

Kesalahan yang ditemukan terlambat biasanya membutuhkan biaya dan waktu lebih besar untuk diperbaiki.

Pengendalian kualitas sejak awal dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya:

  • pekerjaan ulang;
  • pemborosan material;
  • keterlambatan;
  • komplain pengguna;
  • perubahan pekerjaan yang tidak perlu;
  • biaya tambahan.

3. Meningkatkan Kepuasan Stakeholder

Stakeholder tidak hanya mengharapkan proyek selesai. Mereka mengharapkan hasil yang sesuai kebutuhan dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

4. Mendukung Kepatuhan

Dalam proyek yang melibatkan kontrak, regulasi, standar teknis, atau pengadaan pemerintah, kualitas juga berkaitan dengan pemenuhan persyaratan formal.

5. Meningkatkan Efisiensi

Quality management yang baik tidak berarti menambah pemeriksaan tanpa batas. Justru tujuannya adalah membangun proses yang mampu menghasilkan output berkualitas secara konsisten.


Tiga Komponen Utama Project Quality Management

Dalam pendekatan project quality management yang banyak digunakan, kualitas dapat dipahami melalui tiga komponen utama:

Quality Planning → Quality Assurance → Quality Control

Ketiganya saling berhubungan.


1. Quality Planning

Quality Planning merupakan tahap menentukan standar kualitas yang relevan dengan proyek dan bagaimana standar tersebut akan dipenuhi.

Pada tahap ini project team perlu menjawab beberapa pertanyaan:

  • Apa standar kualitas proyek?
  • Apa requirement yang harus dipenuhi?
  • Bagaimana kualitas akan diukur?
  • Siapa yang bertanggung jawab?
  • Kapan pemeriksaan dilakukan?
  • Dokumen apa yang harus disiapkan?
  • Apa kriteria penerimaan?
  • Bagaimana ketidaksesuaian akan ditangani?

Hasilnya kemudian menjadi dasar bagi pelaksanaan manajemen kualitas selama proyek berlangsung.

PMI menjelaskan bahwa quality planning mencakup kualitas dari end product sekaligus kualitas proses yang digunakan untuk mengelola pekerjaan proyek.

Contoh Quality Planning

Misalnya perusahaan menjalankan proyek pembangunan gedung.

Quality planning dapat menentukan:

Area Standar/Kriteria
Material Sesuai spesifikasi kontrak
Beton Memenuhi standar kekuatan yang ditentukan
Instalasi Sesuai desain teknis
Keselamatan Memenuhi prosedur K3
Dokumentasi Setiap hasil pengujian terdokumentasi
Pemeriksaan Dilakukan pada titik yang telah ditentukan
Penerimaan Berdasarkan acceptance criteria

Dengan demikian, kualitas tidak ditentukan setelah pekerjaan selesai.


2. Quality Assurance

Quality Assurance (QA) berfokus pada proses yang digunakan untuk memastikan proyek mampu memenuhi standar kualitas.

QA lebih bersifat preventif dan sistematis.

Pertanyaan utamanya bukan hanya:

“Apakah hasil pekerjaan sudah benar?”

Tetapi juga:

“Apakah proses yang kita gunakan mampu menghasilkan pekerjaan yang benar secara konsisten?”

PMI menggambarkan Quality Assurance sebagai proses yang lebih berorientasi pada evaluasi keseluruhan kinerja dan proses untuk memberikan keyakinan bahwa standar kualitas yang relevan dapat dipenuhi.

Aktivitas QA dapat meliputi:

  • audit proses;
  • review prosedur;
  • evaluasi kepatuhan;
  • process assessment;
  • review dokumen;
  • evaluasi penerapan standar;
  • analisis penyebab masalah;
  • evaluasi efektivitas tindakan korektif;
  • continuous improvement.

QA Berfokus pada Proses

Misalnya ditemukan kesalahan berulang dalam sebuah proyek.

Quality Control mungkin menemukan bahwa terdapat banyak output yang salah.

Namun Quality Assurance akan bertanya:

Mengapa kesalahan tersebut terus terjadi?

Apakah:

  • SOP tidak jelas?
  • pekerja belum mendapatkan pelatihan?
  • proses approval terlalu panjang?
  • requirement tidak terdokumentasi?
  • checklist tidak tersedia?
  • tanggung jawab tidak jelas?

Pertanyaan tersebut membantu organisasi memperbaiki sumber masalah, bukan hanya memperbaiki hasil yang sudah salah.


3. Quality Control

Quality Control (QC) berfokus pada pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang ditetapkan.

Jika QA lebih banyak melihat proses, QC lebih banyak melihat hasil dan bukti pengukuran.

Aktivitas QC dapat meliputi:

  • inspection;
  • testing;
  • measurement;
  • review;
  • verification;
  • validation;
  • sampling;
  • pemeriksaan dokumen;
  • pengujian material;
  • pemeriksaan hasil pekerjaan.

PMI menjelaskan bahwa Quality Control mencakup pemantauan hasil proyek untuk menentukan apakah hasil tersebut memenuhi standar kualitas yang relevan dan mengidentifikasi cara menghilangkan penyebab kinerja yang tidak memuaskan.


Perbedaan Quality Assurance dan Quality Control

Perbedaan QA dan QC sering menjadi sumber kebingungan dalam pengelolaan proyek.

Aspek Quality Assurance Quality Control
Fokus Proses Hasil
Pendekatan Preventif Detektif/korektif
Pertanyaan Apakah proses sudah benar? Apakah hasil sudah sesuai?
Aktivitas Audit, review, evaluasi proses Inspection, testing, measurement
Tujuan Mencegah masalah Menemukan dan menangani ketidaksesuaian
Waktu Sepanjang proses Saat output/hasil perlu diperiksa
Contoh Audit SOP Pemeriksaan produk

Keduanya bukan pengganti satu sama lain.

Proyek membutuhkan QA untuk memastikan proses berjalan dengan benar dan QC untuk memastikan hasil yang dihasilkan memenuhi kriteria kualitas.


Quality Management Plan dalam Proyek

Salah satu elemen penting dalam Project Quality Management adalah Quality Management Plan.

Dokumen ini menjelaskan bagaimana kualitas akan dikelola selama proyek.

Isi Quality Management Plan dapat mencakup:

  1. standar kualitas;
  2. quality objectives;
  3. quality metrics;
  4. acceptance criteria;
  5. metode inspeksi;
  6. metode pengujian;
  7. tanggung jawab QA/QC;
  8. jadwal pemeriksaan;
  9. format laporan;
  10. prosedur penanganan ketidaksesuaian;
  11. corrective action;
  12. preventive action;
  13. mekanisme approval;
  14. dokumentasi hasil pemeriksaan.

Dengan adanya dokumen ini, seluruh anggota tim memiliki referensi yang sama mengenai standar kualitas proyek.


Quality Metrics: Mengubah Kualitas Menjadi Sesuatu yang Terukur

Salah satu tantangan dalam manajemen kualitas adalah menentukan bagaimana kualitas diukur.

Kualitas sebaiknya diterjemahkan menjadi quality metrics.

Contohnya:

Area Quality Metric
Software Jumlah defect
Konstruksi Persentase pekerjaan sesuai spesifikasi
Pengadaan Persentase barang sesuai spesifikasi
Pelayanan Customer satisfaction score
Dokumentasi Persentase dokumen lengkap
Produksi Defect rate
Proyek IT System uptime
Pelaksanaan Persentase pekerjaan lolos inspection
Procurement Persentase material memenuhi acceptance criteria

Quality metric yang baik harus memiliki indikator yang jelas sehingga tim dapat menentukan apakah target tercapai atau tidak.


Quality Control Tools yang Dapat Digunakan

Pengendalian kualitas membutuhkan data.

Beberapa tools yang dapat digunakan antara lain:

1. Checklist

Digunakan untuk memastikan item pemeriksaan tidak terlewat.

2. Inspection

Pemeriksaan langsung terhadap hasil pekerjaan atau produk.

3. Testing

Pengujian untuk mengetahui apakah produk atau sistem memenuhi persyaratan.

4. Control Chart

Digunakan untuk memantau variasi suatu proses dari waktu ke waktu.

5. Pareto Chart

Membantu menentukan jenis masalah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap ketidaksesuaian.

6. Cause-and-Effect Diagram

Digunakan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab suatu masalah.

7. Scatter Diagram

Dapat digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel.

PMI juga membahas penggunaan run chart, control chart, Pareto chart, dan scatter plot sebagai alat untuk membantu monitoring kualitas dan pengambilan keputusan berbasis data.


Root Cause Analysis dalam Project Quality Management

Menemukan defect bukan berarti masalah sudah selesai.

Tim proyek perlu mengetahui akar penyebab masalah.

Misalnya:

Masalah:
Produk tidak memenuhi spesifikasi.

Jangan berhenti pada:

“Produk harus diperbaiki.”

Pertanyaan berikutnya adalah:

  • Mengapa produk tidak sesuai?
  • Apakah material salah?
  • Apakah supplier tidak memenuhi spesifikasi?
  • Apakah prosedur kerja tidak diikuti?
  • Apakah instruksi kerja tidak jelas?
  • Apakah pekerja belum terlatih?
  • Apakah proses inspeksi terlalu terlambat?

Dengan pendekatan root cause analysis, tim dapat menentukan tindakan perbaikan yang lebih tepat.


Nonconformity dan Corrective Action

Dalam proyek, ketidaksesuaian atau nonconformity dapat terjadi.

Contohnya:

  • material tidak sesuai spesifikasi;
  • dokumen tidak lengkap;
  • hasil pengujian tidak memenuhi standar;
  • desain tidak sesuai requirement;
  • pekerjaan tidak mengikuti metode yang ditentukan;
  • output tidak memenuhi acceptance criteria.

Proses penanganannya dapat dilakukan melalui:

Identify → Record → Analyze → Correct → Verify → Close

Artinya:

  1. Identifikasi ketidaksesuaian.
  2. Catat dalam dokumentasi.
  3. Analisis penyebab.
  4. Lakukan tindakan korektif.
  5. Verifikasi hasil perbaikan.
  6. Tutup temuan setelah memenuhi persyaratan.

Penerapan Project Quality Management pada Proyek Konstruksi

Proyek konstruksi merupakan salah satu contoh yang sangat jelas mengenai pentingnya manajemen kualitas.

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum memiliki berbagai pedoman yang secara eksplisit mengatur Quality Control dan Quality Assurance dalam pekerjaan konstruksi. Salah satunya menjelaskan bahwa sistem manajemen mutu mencakup pengendalian mutu dan jaminan mutu, termasuk material, proses, pemeriksaan, pengujian, workmanship, produk, prosedur, dan dokumentasi.

Dalam praktiknya, quality management dapat mencakup:

  • pemeriksaan material;
  • pengujian laboratorium;
  • pemeriksaan metode kerja;
  • inspection;
  • dokumentasi foto;
  • checklist;
  • pengujian hasil pekerjaan;
  • laporan mutu;
  • penanganan penyimpangan;
  • approval;
  • final inspection.

Bahkan dalam dokumen Bina Marga, personel pengendalian mutu memiliki tanggung jawab antara lain menjalankan rencana pengendalian mutu, melakukan pengukuran kinerja, menyusun rencana pemeriksaan dan pengujian, memastikan data pengujian terdokumentasi, serta melakukan tindakan perbaikan ketika ditemukan material, proses, atau produk yang tidak memenuhi spesifikasi. (Bina Marga)


Digitalisasi Project Quality Management

Teknologi juga semakin berperan dalam pengelolaan kualitas.

Sistem digital dapat digunakan untuk:

  • menyimpan inspection checklist;
  • mengelola test result;
  • memantau defect;
  • membuat dashboard kualitas;
  • menyimpan foto bukti pekerjaan;
  • melakukan approval digital;
  • membuat laporan otomatis;
  • melakukan tracking corrective action;
  • menyimpan audit trail;
  • mengintegrasikan data quality dengan project dashboard.

Sebagai contoh aktual, Direktorat Jenderal Bina Marga pada 2026 menerbitkan Surat Edaran mengenai penerapan Pavement Quality Management System (PQMS) untuk pekerjaan perkerasan jalan. Sistem tersebut mencakup tata kelola data mutu seperti suhu, kepadatan, ketebalan, kadar aspal, hasil uji laboratorium, dan perhitungan faktor pembayaran secara digital dan terintegrasi. (Bina Marga)

Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas semakin bergerak dari dokumentasi manual menuju data quality management yang terintegrasi.


Project Quality Management dan Project Management Triangle

Kualitas memiliki hubungan erat dengan:

  • Scope
  • Schedule
  • Cost
  • Risk
  • Resources
  • Procurement
  • Stakeholders

Perubahan pada satu aspek dapat memengaruhi kualitas.

Contohnya:

Pemangkasan waktu proyek → tekanan pekerjaan meningkat → risiko kesalahan meningkat → kualitas dapat menurun.

Atau:

Pengurangan biaya material → material alternatif digunakan → perlu dilakukan evaluasi apakah tetap memenuhi spesifikasi.

Karena itu, kualitas tidak boleh dikelola secara terpisah dari keseluruhan project management.


Kesalahan Umum dalam Project Quality Management

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

1. Kualitas Baru Diperiksa di Akhir

Ini membuat biaya perbaikan menjadi lebih besar.

2. Quality Metric Tidak Jelas

Jika kualitas hanya dinilai berdasarkan “bagus” atau “tidak bagus”, hasil evaluasi menjadi subjektif.

3. QA dan QC Disamakan

QA dan QC memiliki fokus berbeda dan seharusnya saling melengkapi.

4. Dokumentasi Tidak Lengkap

Tanpa bukti pemeriksaan, hasil quality control sulit ditelusuri.

5. Masalah Hanya Diperbaiki, Tidak Dicari Akarnya

Tim memperbaiki defect tetapi tidak memperbaiki proses penyebabnya.

6. Quality Team Tidak Dilibatkan Sejak Awal

Kualitas seharusnya direncanakan sejak tahap perencanaan proyek.

7. Terlalu Banyak Pemeriksaan Tanpa Prioritas

Quality management harus efektif. Pemeriksaan harus diarahkan pada area yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan proyek.


Tahapan Praktis Project Quality Management

Organisasi dapat menggunakan alur sederhana berikut:

Tahap 1 — Define Requirements

Identifikasi kebutuhan pengguna, stakeholder, kontrak, spesifikasi, dan regulasi.

Tahap 2 — Define Quality Standards

Tentukan standar yang harus dipenuhi.

Tahap 3 — Develop Quality Plan

Tentukan metrics, metode pemeriksaan, tanggung jawab, jadwal, dan dokumentasi.

Tahap 4 — Implement QA

Pastikan proses proyek dijalankan sesuai standar.

Tahap 5 — Conduct QC

Lakukan inspection, testing, measurement, dan review.

Tahap 6 — Identify Nonconformity

Catat ketidaksesuaian yang ditemukan.

Tahap 7 — Correct and Improve

Lakukan corrective action dan perbaikan proses.

Tahap 8 — Verify and Close

Pastikan tindakan telah efektif dan seluruh temuan dapat ditutup.


Checklist Project Quality Management

Berikut checklist sederhana yang dapat digunakan project team:

Pertanyaan Status
Apakah requirement sudah terdokumentasi? ☐
Apakah standar kualitas sudah ditentukan? ☐
Apakah quality metrics sudah tersedia? ☐
Apakah acceptance criteria sudah jelas? ☐
Apakah Quality Management Plan tersedia? ☐
Apakah PIC QA/QC sudah ditentukan? ☐
Apakah inspection plan tersedia? ☐
Apakah hasil pengujian terdokumentasi? ☐
Apakah nonconformity dicatat? ☐
Apakah corrective action dilakukan? ☐
Apakah root cause analysis dilakukan? ☐
Apakah hasil perbaikan diverifikasi? ☐
Apakah lessons learned terdokumentasi? ☐

Siapa yang Perlu Memahami Project Quality Management?

Project Quality Management tidak hanya menjadi tanggung jawab Quality Manager.

Kompetensi ini relevan bagi:

  • Project Manager;
  • Project Management Officer;
  • Project Coordinator;
  • Quality Manager;
  • Quality Assurance;
  • Quality Control;
  • Engineering;
  • Procurement;
  • Construction Manager;
  • Site Manager;
  • Risk Manager;
  • Operations Manager;
  • Supervisor;
  • anggota project team;
  • konsultan;
  • kontraktor;
  • vendor dan supplier.

Kualitas merupakan tanggung jawab bersama karena keputusan dari berbagai fungsi dapat memengaruhi kualitas proyek.


Manfaat Mengikuti Project Quality Management Training

Project Quality Management Training dapat membantu peserta memahami bagaimana membangun sistem pengelolaan kualitas yang lebih terstruktur dalam proyek.

Materi pelatihan dapat diarahkan pada:

  1. Konsep dasar Project Quality Management.
  2. Quality Planning.
  3. Quality Management Plan.
  4. Quality Assurance.
  5. Quality Control.
  6. Quality Metrics.
  7. Inspection dan Testing.
  8. Quality Checklist.
  9. Nonconformity Management.
  10. Root Cause Analysis.
  11. Corrective Action.
  12. Quality Reporting.
  13. Quality Risk.
  14. Quality Documentation.
  15. Continuous Improvement.

Pelatihan juga dapat menggunakan studi kasus agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghubungkannya dengan situasi proyek yang mereka hadapi.


Hubungan Project Quality Management dengan PROJECT MANAGEMENT TRAINING

Project Quality Management merupakan salah satu kompetensi penting dalam pengelolaan proyek secara menyeluruh.

Ketika quality management dipadukan dengan scope, schedule, cost, risk, procurement, communication, stakeholder, dan resource management, project team dapat memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam mengendalikan proyek.

Untuk mempelajari pengelolaan proyek secara lebih menyeluruh, Anda dapat mengikuti PROJECT MANAGEMENT TRAINING yang membahas berbagai kompetensi penting dalam project management.


FAQ Project Quality Management

1. Apa itu Project Quality Management?

Project Quality Management adalah pendekatan sistematis untuk merencanakan, memastikan, mengendalikan, dan meningkatkan kualitas proses serta hasil proyek agar memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

2. Apa perbedaan Quality Assurance dan Quality Control?

Quality Assurance lebih berfokus pada proses untuk memberikan keyakinan bahwa standar kualitas dapat dipenuhi, sedangkan Quality Control berfokus pada pemeriksaan dan pengukuran hasil untuk mengetahui kesesuaiannya dengan standar.

3. Mengapa Quality Planning penting?

Quality Planning membantu proyek menentukan standar, indikator, metode pemeriksaan, tanggung jawab, dan kriteria penerimaan sebelum pekerjaan dilaksanakan.

4. Siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas proyek?

Kualitas merupakan tanggung jawab bersama project team. Project Manager, QA/QC, engineer, procurement, vendor, kontraktor, dan stakeholder terkait dapat memiliki peran masing-masing sesuai struktur dan kebutuhan proyek.


Kesimpulan

Project Quality Management bukan sekadar pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan. Manajemen kualitas merupakan sistem yang dimulai sejak proyek direncanakan dan terus berjalan sampai hasil proyek diterima.

Empat prinsip penting yang perlu diperhatikan adalah:

Plan the Quality → Assure the Process → Control the Output → Improve Continuously

Perencanaan menentukan standar. Quality Assurance memastikan proses berjalan dengan benar. Quality Control memeriksa hasil berdasarkan data dan kriteria yang telah ditentukan. Sementara itu, continuous improvement memastikan pengalaman dan temuan proyek dapat digunakan untuk meningkatkan proses berikutnya.

Dengan pendekatan tersebut, organisasi tidak hanya berusaha menyelesaikan proyek, tetapi memastikan proyek menghasilkan output yang sesuai kebutuhan, spesifikasi, standar, dan ekspektasi stakeholder.


Tingkatkan Kompetensi Project Team Anda

Kualitas proyek membutuhkan proses yang terstruktur, indikator yang jelas, dokumentasi yang baik, serta tim yang memahami perannya.

PSKN – Pusat Studi & Konsultasi Nasional menyediakan program Project Management Training untuk membantu organisasi meningkatkan kompetensi project team dalam mengelola proyek secara lebih terencana, terukur, dan profesional.

Untuk informasi program pelatihan, jadwal, materi, dan kebutuhan in-house training, hubungi:

PSKN – Pusat Studi & Konsultasi Nasional
Jl. Tanah Abang II No.74A, RT.1/RW.5, Petojo Selatan, Jakarta Pusat 10160
Telp. 021-345 4426
WhatsApp 0812-6660-0643
Email info@trainingpskn.com
Website www.trainingpskn.com

Better People Better Performance

Project Quality Management membantu memastikan mutu proyek melalui perencanaan kualitas, Quality Assurance, Quality Control, dan perbaikan berkelanjutan.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan