Dalam proses pengadaan barang/jasa, pemahaman mengenai Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Owner’s Estimate (OE), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menjadi hal yang sangat penting. Ketiga istilah ini sering digunakan, namun sering pula disalahartikan atau dianggap sama. Padahal, masing-masing memiliki fungsi, peran, dan metode penyusunan yang berbeda.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai perbedaan HPS, OE, dan RAB, dilengkapi dengan contoh nyata, tabel perbandingan, serta relevansinya dalam meningkatkan efisiensi pengadaan barang/jasa.
Definisi Dasar HPS, OE, dan RAB
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
HPS adalah perkiraan harga barang/jasa yang disusun oleh panitia/pejabat pengadaan berdasarkan data harga pasar, katalog elektronik, standar biaya, atau informasi relevan lainnya. HPS digunakan sebagai dasar evaluasi penawaran dari penyedia.
Owner’s Estimate (OE)
OE adalah estimasi biaya yang disusun oleh pemilik proyek (owner) untuk menentukan kisaran biaya pelaksanaan pekerjaan. OE biasanya digunakan dalam proyek konstruksi besar dan menjadi acuan untuk menilai kewajaran penawaran kontraktor.
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
RAB adalah rincian anggaran yang memuat seluruh kebutuhan biaya proyek mulai dari material, tenaga kerja, hingga peralatan. RAB disusun secara detail oleh perencana proyek dan digunakan sebagai dasar penyusunan HPS maupun OE.
Fungsi Utama HPS, OE, dan RAB
Agar lebih jelas, berikut fungsi utama dari masing-masing:
HPS
Acuan evaluasi penawaran penyedia.
Menentukan batas kewajaran harga.
Membantu mencegah terjadinya penawaran fiktif atau manipulatif.
OE
Estimasi total biaya proyek dari sisi pemilik.
Menjadi dasar penetapan pagu anggaran.
Digunakan untuk menilai efisiensi dan kelayakan penawaran kontraktor.
RAB
Rincian detail biaya proyek.
Digunakan sebagai dasar penyusunan HPS dan OE.
Memberikan gambaran kebutuhan material, tenaga kerja, dan peralatan.
Perbedaan HPS, OE, dan RAB
| Aspek | HPS (Harga Perkiraan Sendiri) | OE (Owner’s Estimate) | RAB (Rencana Anggaran Biaya) |
|---|---|---|---|
| Penyusun | Panitia/Pejabat Pengadaan | Pemilik Proyek | Perencana Proyek |
| Tujuan | Dasar evaluasi penawaran | Menentukan kisaran biaya proyek | Rincian detail kebutuhan biaya |
| Sifat | Perkiraan (estimasi pasar) | Estimasi total biaya | Rincian detail teknis |
| Dasar Penyusunan | Harga pasar, standar biaya | RAB, data historis | Gambar kerja, spesifikasi |
| Keterkaitan | Dihitung berdasarkan RAB | Mengacu pada RAB | Menjadi dasar HPS & OE |
Contoh Kasus Nyata
Misalkan sebuah pemerintah daerah akan membangun gedung sekolah dengan anggaran Rp 10 miliar.
RAB disusun terlebih dahulu oleh konsultan perencana yang merinci:
Material: Rp 6 miliar
Tenaga kerja: Rp 3 miliar
Peralatan: Rp 1 miliar
Berdasarkan RAB, pemilik proyek menyusun OE sebesar Rp 10 miliar sebagai estimasi biaya keseluruhan.
Panitia pengadaan kemudian menyusun HPS, misalnya Rp 9,8 miliar, berdasarkan harga pasar terkini dan regulasi standar biaya.
Saat tender dilakukan, penyedia barang/jasa yang mengajukan penawaran Rp 9,7 miliar dianggap wajar karena masih dalam batas HPS dan OE.
Regulasi yang Mengatur HPS, OE, dan RAB
Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya memberikan pedoman jelas terkait penyusunan HPS. RAB sendiri biasanya diatur dalam pedoman teknis proyek konstruksi, sementara OE banyak digunakan dalam standar praktik internasional maupun proyek pemerintah.
Untuk informasi resmi, Anda dapat mengacu pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Kesalahan Umum dalam Penyusunan
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
Menganggap HPS, OE, dan RAB sebagai hal yang sama.
Tidak memperbarui data harga pasar dalam penyusunan HPS.
Menyusun OE tanpa memperhatikan kondisi aktual proyek.
Mengabaikan rincian teknis dalam RAB yang dapat berdampak pada keakuratan anggaran.
Hubungan HPS, OE, dan RAB dalam Efisiensi Pengadaan
Ketiga komponen ini saling berkaitan erat:
RAB menjadi dasar detail teknis.
OE digunakan untuk menentukan estimasi total biaya proyek.
HPS digunakan sebagai acuan evaluasi tender.
Dengan memahami perbedaan dan keterkaitannya, organisasi dapat mengoptimalkan proses pengadaan, menghindari pemborosan, serta meningkatkan transparansi.
Hubungan dengan Pelatihan
Banyak instansi maupun perusahaan kini menyadari pentingnya pelatihan dalam pengadaan barang/jasa. Misalnya, melalui program Training HPS & Owner’s Estimate (OE): Strategi Efisiensi dalam Pengadaan Barang/Jasa, peserta dapat memahami secara praktis bagaimana menyusun HPS, OE, dan RAB dengan tepat.
Pelatihan ini penting terutama bagi pejabat pengadaan, konsultan perencana, maupun manajemen proyek agar mampu meminimalkan risiko dan meningkatkan akuntabilitas.
Daftar Poin Kunci
HPS adalah acuan evaluasi penawaran.
OE adalah estimasi biaya dari pemilik proyek.
RAB adalah rincian teknis biaya proyek.
RAB → OE → HPS memiliki keterkaitan dalam proses pengadaan.
Pelatihan pengadaan membantu meningkatkan kompetensi teknis dan efisiensi.

Pelajari perbedaan HPS, OE, dan RAB dalam pengadaan barang/jasa agar lebih efektif dalam menyusun anggaran dan estimasi biaya proyek.
FAQ
1. Apakah HPS sama dengan RAB?
Tidak. HPS adalah perkiraan harga pasar untuk evaluasi penawaran, sedangkan RAB adalah rincian teknis biaya proyek.
2. Mengapa OE penting dalam pengadaan proyek besar?
OE membantu pemilik proyek menentukan kisaran biaya yang wajar dan menjadi dasar menilai penawaran kontraktor.
3. Apa risiko jika HPS disusun tidak akurat?
Risikonya adalah penawaran tidak wajar, potensi mark-up, serta ketidaktransparanan dalam proses tender.
4. Bagaimana cara meningkatkan akurasi penyusunan RAB?
Gunakan data teknis yang valid, harga material terkini, serta melibatkan tenaga ahli perencana berpengalaman.
Penutup
Memahami perbedaan HPS, OE, dan RAB dalam pengadaan barang/jasa sangat penting bagi setiap organisasi. Dengan penyusunan yang tepat, efisiensi anggaran dapat tercapai, risiko dapat diminimalisasi, dan transparansi pengadaan terjaga.
Tingkatkan kompetensi pengadaan Anda bersama pelatihan terbaik untuk memastikan proses pengadaan lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Daftarkan diri Anda sekarang juga dan raih keunggulan dalam pengelolaan pengadaan yang profesional.