Coaching & Mentoring Training

Coaching & Mentoring Training membantu organisasi mengembangkan kompetensi, kinerja, kepemimpinan, dan potensi karyawan secara berkelanjutan.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Dalam lingkungan kerja yang terus berubah, pengembangan sumber daya manusia tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan formal di dalam kelas. Organisasi juga membutuhkan pendekatan pengembangan yang dapat diterapkan langsung dalam pekerjaan, memberikan umpan balik, membangun kemampuan memecahkan masalah, serta membantu karyawan memahami potensi dan arah pengembangan kariernya.

Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah Coaching & Mentoring Training. Program ini membantu organisasi membangun kemampuan atasan, supervisor, HR, Human Capital, trainer, maupun profesional berpengalaman agar mampu mendampingi karyawan melalui proses coaching dan mentoring yang terstruktur.

Coaching dan mentoring sama-sama berhubungan dengan pengembangan individu, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Coaching lebih banyak diarahkan pada pencapaian tujuan, peningkatan kinerja, dan penyelesaian tantangan tertentu. Sementara itu, mentoring lebih menekankan proses berbagi pengalaman, pengetahuan, wawasan, dan pendampingan perkembangan profesional dalam jangka lebih panjang.

Pendekatan tersebut juga telah digunakan dalam pengembangan kompetensi di lingkungan pemerintahan. Badan Kepegawaian Negara, misalnya, menjelaskan penerapan Coaching, Mentoring, dan Belajar Mandiri sebagai bagian dari pengembangan kompetensi non-klasikal.

Dengan demikian, Coaching & Mentoring Training bukan sekadar pelatihan mengenai teknik komunikasi. Program ini dapat menjadi bagian dari strategi Human Capital Management, talent management, performance management, succession planning, dan pengembangan kepemimpinan.


Apa Itu Coaching & Mentoring Training?

Coaching & Mentoring Training adalah program pengembangan kompetensi yang membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, metode, dan praktik untuk menjalankan proses coaching dan mentoring secara efektif di lingkungan organisasi.

Peserta tidak hanya mempelajari pengertian coaching dan mentoring, tetapi juga bagaimana:

  • Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan.
  • Menentukan tujuan coaching atau mentoring.
  • Membangun hubungan yang konstruktif dengan coachee atau mentee.
  • Mengajukan pertanyaan yang efektif.
  • Memberikan feedback secara tepat.
  • Menggali potensi dan solusi dari individu.
  • Membantu karyawan menyusun rencana pengembangan.
  • Melakukan monitoring terhadap perkembangan.
  • Mengevaluasi hasil coaching dan mentoring.
  • Mengintegrasikan coaching dan mentoring dengan sistem HR.

Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan materi pelatihan yang secara khusus membahas konsep dasar, prinsip dan metodologi coaching, prinsip dan metodologi mentoring, perancangan program, praktik, serta tindak lanjut coaching dan mentoring.

Hal tersebut menunjukkan bahwa coaching dan mentoring dapat dipelajari sebagai kompetensi yang terstruktur, bukan hanya kemampuan yang diperoleh secara informal melalui pengalaman bekerja.


Perbedaan Coaching dan Mentoring

Walaupun sering disebut secara bersamaan, coaching dan mentoring mempunyai fokus yang berbeda.

Aspek Coaching Mentoring
Fokus utama Kinerja, tujuan, dan penyelesaian tantangan Pengembangan individu dan profesional
Jangka waktu Cenderung jangka pendek hingga menengah Cenderung lebih panjang
Pendekatan Menggali solusi melalui pertanyaan Berbagi pengalaman dan wawasan
Peran pendamping Coach Mentor
Sumber pembelajaran Potensi dan pemikiran individu Pengalaman dan pengetahuan mentor
Tujuan Membantu individu mencapai tujuan tertentu Membantu perkembangan karier dan kompetensi
Hubungan Lebih terarah pada tujuan Dapat berkembang menjadi hubungan pengembangan jangka panjang
Contoh Membantu supervisor meningkatkan kemampuan delegasi Membimbing calon pemimpin mempersiapkan jenjang karier

Dalam praktiknya, satu organisasi dapat menggunakan keduanya secara bersamaan. Coaching dapat digunakan untuk mengatasi gap kinerja tertentu, sedangkan mentoring dapat digunakan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan karier secara berkelanjutan.


Mengapa Coaching dan Mentoring Penting bagi Organisasi?

Organisasi membutuhkan sistem pengembangan SDM yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan hari ini, tetapi juga mempersiapkan karyawan menghadapi kebutuhan organisasi di masa depan.

Coaching dan mentoring dapat menjadi bagian dari sistem tersebut.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

1. Meningkatkan Kompetensi Karyawan

Karyawan dapat memperoleh pendampingan yang lebih relevan dengan pekerjaannya. Pengembangan tidak hanya dilakukan berdasarkan materi umum, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.

2. Mendukung Peningkatan Kinerja

Coaching dapat digunakan ketika terdapat kesenjangan antara standar kinerja dan kondisi aktual.

Misalnya, seorang supervisor memiliki target peningkatan produktivitas tim tetapi menghadapi kesulitan dalam:

  • memberikan arahan;
  • melakukan delegasi;
  • memberikan feedback;
  • menangani konflik;
  • menentukan prioritas pekerjaan.

Melalui coaching yang sistematis, masalah tersebut dapat dibahas secara lebih terarah.

3. Membangun Budaya Feedback

Organisasi yang memiliki budaya feedback memungkinkan karyawan memahami apa yang sudah dilakukan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu dikembangkan.

Feedback yang diberikan secara teratur juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada evaluasi tahunan.

4. Mengembangkan Calon Pemimpin

Mentoring dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk mempersiapkan talent yang memiliki potensi kepemimpinan.

Karyawan dapat belajar dari pengalaman pemimpin atau profesional yang lebih senior mengenai:

  • pengambilan keputusan;
  • komunikasi;
  • manajemen konflik;
  • kepemimpinan tim;
  • strategic thinking;
  • stakeholder management.

5. Mendukung Talent Management

Coaching dan mentoring dapat menjadi bagian dari talent development karena memberikan ruang bagi organisasi untuk mendampingi karyawan berdasarkan potensi dan kebutuhan pengembangannya.


Hubungan Coaching & Mentoring dengan Human Capital Management

Coaching dan mentoring sebaiknya tidak berdiri sendiri. Program tersebut akan memberikan dampak yang lebih besar apabila terhubung dengan sistem Human Capital secara keseluruhan.

Misalnya:

Performance Management → Identifikasi Gap → Coaching → Monitoring → Evaluasi

atau:

Talent Identification → Individual Development Plan → Mentoring → Pengembangan Kompetensi → Career Development

Dengan pendekatan tersebut, coaching dan mentoring dapat menjadi bagian dari employee development journey.

Untuk memahami konteks yang lebih luas mengenai strategi pengembangan SDM, HR management, talent management, competency management, performance management, dan learning & development, organisasi dapat mempelajari Human Capital dan HR Training sebagai bagian dari pengembangan kompetensi Human Capital secara menyeluruh.


Kompetensi yang Dipelajari dalam Coaching & Mentoring Training

Program Coaching & Mentoring Training dapat dirancang dengan kombinasi teori, diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik.

Materi yang dapat dikembangkan antara lain:

Konsep Dasar Coaching

Peserta memahami:

  • pengertian coaching;
  • tujuan coaching;
  • prinsip coaching;
  • karakteristik coach;
  • peran coach dan coachee;
  • coaching dalam organisasi;
  • coaching untuk peningkatan kinerja.

Konsep Dasar Mentoring

Materi mentoring dapat mencakup:

  • pengertian mentoring;
  • tujuan mentoring;
  • peran mentor dan mentee;
  • karakteristik hubungan mentoring;
  • mentoring untuk pengembangan karier;
  • knowledge sharing;
  • transfer pengalaman.

Coaching Mindset

Seorang coach membutuhkan pola pikir yang tepat. Coaching tidak seharusnya hanya menjadi aktivitas memberikan instruksi.

Coach perlu belajar untuk:

  • mendengarkan;
  • mengajukan pertanyaan;
  • menggali akar masalah;
  • membantu individu menemukan pilihan;
  • memberikan feedback;
  • mendorong ownership.

Active Listening

Kemampuan mendengarkan menjadi bagian penting dalam coaching.

Active listening melibatkan perhatian terhadap:

  • isi pembicaraan;
  • konteks masalah;
  • bahasa yang digunakan;
  • respons individu;
  • hambatan yang dihadapi;
  • kebutuhan yang belum disampaikan secara langsung.

Effective Questioning

Pertanyaan yang tepat dapat membantu individu melihat masalah dari perspektif berbeda.

Contohnya:

  • Apa tujuan yang ingin Anda capai?
  • Apa tantangan terbesar yang sedang dihadapi?
  • Apa yang sudah Anda lakukan?
  • Apa yang membuat solusi tersebut belum berhasil?
  • Alternatif apa yang tersedia?
  • Apa langkah pertama yang akan Anda lakukan?
  • Dukungan apa yang Anda perlukan?

Metode Coaching yang Dapat Digunakan

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran coaching adalah model TIRTA.

Secara sederhana, TIRTA dapat digunakan sebagai struktur percakapan coaching:

Tahapan Fokus
Tujuan Menentukan tujuan percakapan
Identifikasi Mengidentifikasi situasi atau kondisi saat ini
Rencana Aksi Menentukan pilihan dan langkah yang dapat dilakukan
Tanggung Jawab Memastikan komitmen terhadap tindakan

Kementerian Ketenagakerjaan sendiri mencantumkan praktik coaching menggunakan metode TIRTA dalam materi pelatihannya.

Model seperti ini membantu peserta memahami bahwa coaching membutuhkan alur percakapan yang jelas, bukan sekadar percakapan informal antara atasan dan bawahan.


Tahapan Mentoring yang Efektif

Mentoring dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.

1. Menentukan Tujuan Mentoring

Mentor dan mentee perlu memahami apa yang ingin dicapai.

Contohnya:

  • meningkatkan kemampuan kepemimpinan;
  • memahami bidang pekerjaan tertentu;
  • mempersiapkan promosi;
  • mengembangkan kompetensi teknis;
  • mempersiapkan peran baru.

2. Membangun Hubungan

Hubungan mentoring membutuhkan kepercayaan, keterbukaan, dan komunikasi yang baik.

3. Melakukan Knowledge Sharing

Mentor dapat membagikan pengalaman, wawasan, praktik kerja, maupun pembelajaran dari berbagai situasi.

4. Menyusun Development Plan

Hasil diskusi dapat diterjemahkan menjadi rencana pengembangan yang lebih konkret.

5. Monitoring

Perkembangan mentee perlu dipantau secara berkala.

6. Evaluasi

Mentor dan mentee mengevaluasi perkembangan dan menentukan kebutuhan pengembangan berikutnya.


Coaching untuk Mengatasi Performance Gap

Salah satu penerapan coaching yang penting adalah membantu mengatasi performance gap.

Performance gap dapat muncul ketika terdapat perbedaan antara:

Standar yang diharapkan ↔ Kinerja aktual

Contohnya, organisasi menetapkan standar bahwa seorang supervisor harus mampu melakukan delegasi pekerjaan secara efektif. Namun, dalam praktiknya supervisor masih mengerjakan banyak pekerjaan sendiri dan kurang memberikan tanggung jawab kepada anggota tim.

Dalam kondisi tersebut, coaching dapat digunakan untuk mengeksplorasi:

  • apa yang menyebabkan masalah;
  • bagaimana supervisor memahami delegasi;
  • hambatan apa yang dihadapi;
  • apa konsekuensi dari pola kerja saat ini;
  • alternatif apa yang tersedia;
  • tindakan apa yang akan dilakukan;
  • bagaimana perkembangan akan diukur.

Dengan demikian, coaching tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi diarahkan pada perubahan perilaku dan tindakan.


Mentoring untuk Pengembangan Karier

Mentoring juga dapat diintegrasikan dengan career development.

Seorang karyawan yang diproyeksikan untuk menduduki posisi manajerial, misalnya, dapat memperoleh mentor dari level yang lebih senior.

Program mentoring dapat membantu mentee memahami:

  • kompetensi yang dibutuhkan pada posisi berikutnya;
  • ekspektasi kepemimpinan;
  • cara berkomunikasi dengan stakeholder;
  • pengambilan keputusan;
  • pengelolaan tim;
  • tantangan organisasi;
  • pengalaman praktis dalam menjalankan jabatan.

Dengan pendekatan ini, pengembangan karier tidak hanya bergantung pada promosi ketika posisi tersedia, tetapi dapat dipersiapkan lebih awal melalui development plan.


Coaching & Mentoring dalam Talent Management

Talent management membutuhkan proses yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengembangkan, mempertahankan, dan mempersiapkan talenta organisasi.

Coaching dan mentoring dapat mendukung beberapa tahap tersebut.

Area Talent Management Peran Coaching & Mentoring
Talent Identification Mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pengembangan
Development Memberikan pendampingan
Leadership Development Mempersiapkan calon pemimpin
Succession Planning Membangun kesiapan kandidat
Career Development Memberikan arahan dan wawasan
Retention Mendukung pengalaman dan perkembangan karyawan
Performance Membantu mengatasi gap kinerja

BKN juga menggunakan konsep Coaching, Mentoring, dan Belajar Mandiri dalam pengembangan kompetensi pegawai. Dalam salah satu penjelasan BKN, coaching diarahkan pada gap kinerja, sedangkan mentoring dilakukan dengan tenaga ahli atau pihak yang kompeten sesuai bidangnya.


Integrasi dengan Individual Development Plan

Coaching dan mentoring dapat menjadi lebih terukur apabila dihubungkan dengan Individual Development Plan (IDP).

IDP dapat memuat:

Komponen Contoh
Kompetensi yang dikembangkan Leadership
Kondisi saat ini Membutuhkan peningkatan kemampuan delegasi
Target Mampu melakukan delegasi secara efektif
Metode Coaching
Mentor/Coach Atasan langsung
Aktivitas Coaching session dan praktik
Waktu 3 bulan
Indikator Peningkatan efektivitas pembagian tugas
Evaluasi Review bulanan

Pendekatan tersebut membuat aktivitas coaching dan mentoring lebih mudah dipantau dan dihubungkan dengan kebutuhan organisasi.


Siapa yang Perlu Mengikuti Coaching & Mentoring Training?

Program ini tidak hanya ditujukan kepada HR.

Peserta yang relevan antara lain:

  • HR Manager;
  • Human Capital Manager;
  • HR Business Partner;
  • Learning & Development;
  • Training Manager;
  • Supervisor;
  • Team Leader;
  • Manager;
  • Department Head;
  • Talent Management Specialist;
  • Career Development Specialist;
  • Organizational Development Specialist;
  • Internal Trainer;
  • Mentor internal;
  • Profesional yang dipersiapkan menjadi pemimpin.

Program juga dapat disesuaikan untuk kebutuhan organisasi yang ingin membangun internal coaching dan mentoring system.


Manfaat Coaching & Mentoring Training bagi Peserta

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep coaching dan mentoring.
  2. Membedakan fungsi coaching dan mentoring.
  3. Mengembangkan coaching mindset.
  4. Melakukan active listening.
  5. Menggunakan pertanyaan coaching secara efektif.
  6. Memberikan feedback secara konstruktif.
  7. Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan individu.
  8. Melakukan coaching berbasis performance gap.
  9. Menjalankan mentoring untuk pengembangan kompetensi.
  10. Menyusun rencana coaching dan mentoring.
  11. Melakukan monitoring perkembangan.
  12. Mengevaluasi hasil pendampingan.

Metode Pembelajaran Coaching & Mentoring Training

Agar pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teori, metode pembelajaran dapat dibuat lebih interaktif.

Beberapa metode yang dapat digunakan:

Presentation

Digunakan untuk memberikan dasar konsep dan kerangka kerja.

Discussion

Peserta mendiskusikan pengalaman dan tantangan coaching maupun mentoring di organisasi masing-masing.

Case Study

Peserta menganalisis kasus nyata yang berkaitan dengan kinerja, kepemimpinan, konflik, maupun pengembangan karyawan.

Role Play

Peserta mempraktikkan peran sebagai:

  • coach;
  • coachee;
  • mentor;
  • mentee;
  • observer.

Simulation

Peserta melakukan simulasi percakapan coaching dan mentoring dalam kondisi yang menyerupai situasi kerja.

Practice & Feedback

Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik yang dipelajari sekaligus memperoleh feedback.

Pendekatan praktik penting karena coaching dan mentoring merupakan kompetensi yang membutuhkan keterampilan komunikasi dan penerapan langsung.


Bagaimana Mengukur Efektivitas Coaching & Mentoring?

Organisasi perlu menentukan indikator agar program coaching dan mentoring dapat dievaluasi.

Pengukuran dapat dilakukan pada beberapa tingkat.

Tingkat Contoh Indikator
Aktivitas Jumlah sesi coaching/mentoring
Partisipasi Tingkat kehadiran dan keterlibatan
Kompetensi Peningkatan kemampuan tertentu
Perilaku Perubahan perilaku kerja
Kinerja Peningkatan pencapaian target
Karier Kesiapan terhadap peran baru
Organisasi Dampak terhadap produktivitas atau efektivitas

Tidak semua hasil coaching dapat langsung diterjemahkan ke dalam angka. Karena itu, organisasi dapat menggabungkan indikator kuantitatif dan kualitatif.

Misalnya, peningkatan kemampuan leadership dapat diukur melalui feedback atasan, hasil assessment, pencapaian target, dan observasi perilaku.


Tantangan dalam Implementasi Coaching dan Mentoring

Walaupun memiliki banyak manfaat, penerapan coaching dan mentoring dapat menghadapi sejumlah tantangan.

Kurangnya Kompetensi Coach

Atasan belum tentu otomatis menjadi coach yang efektif. Kemampuan teknis dalam bidang pekerjaan berbeda dengan kemampuan coaching.

Coaching Masih Dianggap Sebagai Teguran

Apabila coaching selalu dilakukan ketika terjadi masalah, karyawan dapat menganggap coaching sebagai bentuk teguran.

Padahal coaching juga dapat digunakan untuk pengembangan potensi dan pencapaian tujuan.

Tidak Ada Waktu

Kesibukan operasional sering membuat coaching dan mentoring ditunda.

Solusinya adalah menetapkan jadwal secara terstruktur dan menjadikan aktivitas pengembangan sebagai bagian dari sistem kerja.

Tidak Ada Dokumentasi

Tanpa dokumentasi, organisasi akan kesulitan melihat perkembangan individu.

Karena itu, hasil coaching dapat dirangkum dalam development plan atau coaching record dengan tetap memperhatikan kerahasiaan informasi.

Tujuan Tidak Jelas

Coaching tanpa tujuan yang jelas dapat berubah menjadi percakapan biasa.

Oleh karena itu, setiap sesi sebaiknya memiliki tujuan yang dapat dipahami oleh kedua pihak.


Strategi Membangun Budaya Coaching di Organisasi

Budaya coaching tidak terbentuk hanya melalui satu kali pelatihan.

Organisasi dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

Pertama, memberikan pelatihan coaching kepada pimpinan dan supervisor.

Kedua, menetapkan kompetensi coaching sebagai bagian dari leadership competency.

Ketiga, menjadikan coaching sebagai bagian dari performance management.

Keempat, menyediakan waktu khusus untuk coaching conversation.

Kelima, memberikan panduan atau coaching toolkit.

Keenam, melakukan monitoring terhadap pelaksanaan.

Ketujuh, memberikan penguatan kepada pimpinan yang konsisten melakukan coaching.

Dengan cara tersebut, coaching dapat berkembang dari sebuah program pelatihan menjadi bagian dari budaya organisasi.


Peran HR dalam Program Coaching & Mentoring

HR atau Human Capital memiliki posisi strategis dalam membangun sistem coaching dan mentoring.

Peran tersebut dapat mencakup:

  • menyusun kebijakan;
  • melakukan needs analysis;
  • menentukan kompetensi coach dan mentor;
  • menyusun framework;
  • menentukan peserta;
  • menyiapkan toolkit;
  • melakukan training;
  • melakukan monitoring;
  • mengembangkan indikator;
  • mengevaluasi efektivitas;
  • mengintegrasikan hasil dengan talent management.

HR juga dapat membuat Coaching & Mentoring Framework yang menjelaskan siapa yang melakukan coaching, siapa yang menjadi mentor, kapan proses dilakukan, bagaimana dokumentasi dibuat, serta bagaimana hasilnya dievaluasi.


Coaching & Mentoring sebagai Bagian dari Learning & Development

Learning & Development modern tidak hanya berbicara mengenai pelatihan di ruang kelas.

Pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui kombinasi:

  • training;
  • coaching;
  • mentoring;
  • job assignment;
  • knowledge sharing;
  • community of practice;
  • self-learning;
  • project-based learning;
  • on-the-job learning.

BKN dalam Surat Edaran Kepala BKN Nomor 3 Tahun 2022 juga menjelaskan pendekatan pembelajaran dan pengembangan 10:20:70, yaitu pembelajaran klasikal, pembelajaran dengan kolega melalui coaching dan mentoring, serta pembelajaran dari pengalaman kerja.

Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya menggabungkan berbagai metode pengembangan agar pembelajaran dapat diterapkan dalam pekerjaan.


Referensi Pemerintah Terkait Pengembangan Kompetensi

Bagi organisasi yang ingin memperdalam materi coaching dan mentoring, salah satu referensi pemerintah yang relevan adalah materi Pelatihan Coaching dan Mentoring pada platform Kementerian Ketenagakerjaan. Materinya mencakup konsep dasar, metodologi, perancangan program, praktik, hingga tindak lanjut coaching dan mentoring.

Pelatihan Coaching dan Mentoring – Kementerian Ketenagakerjaan

Selain itu, BKN juga menyediakan informasi mengenai Coaching, Mentoring, dan Belajar Mandiri sebagai bagian dari pengembangan kompetensi pegawai.

Coaching, Mentoring, dan Belajar Mandiri – BKN


Rancangan Materi Coaching & Mentoring Training

Untuk kebutuhan corporate training, materi dapat dikembangkan menjadi program yang mencakup:

Sesi Materi
1 Konsep dan Prinsip Coaching
2 Konsep dan Prinsip Mentoring
3 Coaching Mindset
4 Active Listening
5 Powerful Questioning
6 Feedback dan Communication Skills
7 Model Coaching dan Praktik
8 Mentoring untuk Pengembangan Kompetensi
9 Coaching untuk Performance Improvement
10 Mentoring untuk Career Development
11 Individual Development Plan
12 Monitoring dan Evaluasi
13 Penyusunan Coaching & Mentoring Program
14 Role Play dan Studi Kasus
15 Action Plan

Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, level peserta, jumlah peserta, serta tujuan program pengembangan SDM.


Coaching & Mentoring Training untuk Pengembangan Pemimpin

Pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengelola pekerjaan, tetapi juga mengembangkan orang-orang di dalam timnya.

Seorang manager yang mampu melakukan coaching dapat membantu anggota tim memahami:

  • apa yang harus dicapai;
  • mengapa target tersebut penting;
  • hambatan yang dihadapi;
  • pilihan solusi;
  • tindakan yang harus dilakukan;
  • bagaimana mengevaluasi hasil.

Sementara itu, mentoring dapat membantu calon pemimpin memahami perspektif yang lebih luas berdasarkan pengalaman profesional mentor.

Karena itu, Coaching & Mentoring Training dapat menjadi salah satu komponen dalam Leadership Development Program.


FAQ Coaching & Mentoring Training

Apa perbedaan coaching dan mentoring?

Coaching lebih berfokus pada pencapaian tujuan, peningkatan kinerja, dan eksplorasi solusi. Mentoring lebih berorientasi pada pengembangan individu melalui pengalaman, pengetahuan, dan wawasan dari mentor.

Siapa yang sebaiknya mengikuti Coaching & Mentoring Training?

Program ini relevan bagi HR, Human Capital, Learning & Development, supervisor, manager, team leader, calon pemimpin, trainer, mentor internal, serta profesional yang bertanggung jawab terhadap pengembangan karyawan.

Apakah coaching hanya digunakan ketika karyawan memiliki masalah kinerja?

Tidak. Coaching dapat digunakan untuk menangani performance gap, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu individu mencapai tujuan, mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepemimpinan, dan memaksimalkan potensinya.

Apakah coaching dan mentoring dapat diterapkan bersamaan?

Ya. Keduanya dapat dirancang sebagai bagian dari satu sistem pengembangan SDM. Coaching dapat digunakan untuk tujuan dan tantangan tertentu, sedangkan mentoring dapat mendukung perkembangan kompetensi dan karier secara lebih berkelanjutan.


Kesimpulan

Coaching & Mentoring Training merupakan salah satu pendekatan penting dalam pengembangan kompetensi SDM modern. Program ini membantu organisasi membangun kemampuan internal untuk mendampingi karyawan, meningkatkan kinerja, mengembangkan kompetensi, mempersiapkan pemimpin, serta mendukung pengembangan karier.

Coaching memberikan ruang bagi individu untuk mengeksplorasi tujuan, tantangan, pilihan, dan tindakan. Sementara itu, mentoring memberikan kesempatan bagi karyawan untuk belajar dari pengalaman dan wawasan profesional yang lebih berpengalaman.

Apabila dirancang secara sistematis, coaching dan mentoring dapat terintegrasi dengan performance management, talent management, career development, succession planning, leadership development, serta learning & development.

Karena itu, organisasi perlu melihat coaching dan mentoring bukan sebagai aktivitas tambahan semata, tetapi sebagai bagian dari ekosistem Human Capital yang membantu memastikan pengembangan kompetensi berjalan secara berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan organisasi.


Bangun budaya pengembangan SDM yang lebih kuat melalui Coaching & Mentoring Training. Tingkatkan kemampuan leader, supervisor, HR, dan Human Capital dalam membimbing karyawan, mengembangkan potensi, serta mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

Coaching & Mentoring Training membantu organisasi mengembangkan kompetensi, kinerja, kepemimpinan, dan potensi karyawan secara berkelanjutan.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan