Industry-Specific Corporate Training: Panduan Lengkap Pengembangan Kompetensi SDM Sesuai Kebutuhan Industri

Industry-Specific Corporate Training membantu perusahaan mengembangkan kompetensi SDM melalui pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan industri.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Setiap industri memiliki karakteristik, proses kerja, risiko, regulasi, teknologi, serta kebutuhan kompetensi yang berbeda. Kompetensi yang dibutuhkan oleh karyawan perusahaan manufaktur belum tentu sama dengan kompetensi tenaga profesional di sektor perbankan, rumah sakit, pertambangan, konstruksi, telekomunikasi, maupun logistik.

Karena itu, program pelatihan perusahaan tidak selalu efektif apabila menggunakan materi yang sama untuk seluruh organisasi.

Industry-Specific Corporate Training hadir sebagai pendekatan pengembangan kompetensi yang menyesuaikan materi, metode, studi kasus, dan tujuan pembelajaran dengan karakteristik industri serta kebutuhan organisasi.

Dalam struktur Corporate Training & Professional Development, cluster ini memiliki posisi yang penting karena menjadi penghubung antara pengembangan kompetensi SDM dengan kebutuhan spesifik sektor industri.

Program dapat diarahkan untuk berbagai sektor, antara lain:

  • Manufacturing;
  • Mining;
  • Energy;
  • Construction;
  • Banking;
  • Healthcare;
  • Logistics;
  • Telecommunications;
  • BUMN/BUMD;
  • sektor pemerintahan;
  • pendidikan;
  • hospitality;
  • retail;
  • teknologi;
  • jasa profesional.

Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari konsep umum, tetapi juga memahami bagaimana kompetensi tersebut diterapkan dalam konteks pekerjaan mereka.


Apa Itu Industry-Specific Corporate Training?

Industry-Specific Corporate Training adalah program pelatihan profesional yang dirancang berdasarkan karakteristik, kebutuhan, tantangan, risiko, proses bisnis, teknologi, dan lingkungan kerja pada industri tertentu.

Jika pelatihan umum menjelaskan konsep secara luas, maka industry-specific training berusaha menjawab pertanyaan:

“Bagaimana kompetensi ini diterapkan dalam industri dan pekerjaan yang kami jalankan?”

Sebagai contoh, pelatihan risk management untuk perusahaan pertambangan dapat menggunakan studi kasus terkait keselamatan tambang, operasional alat berat, lingkungan, dan supply chain.

Sementara risk management untuk perbankan dapat lebih banyak membahas risiko kredit, operasional, teknologi, kepatuhan, dan keamanan data.

Konsep dasarnya sama, tetapi konteks penerapannya berbeda.


Mengapa Pelatihan Berbasis Industri Penting?

Pelatihan yang relevan dengan industri dapat memberikan manfaat lebih besar karena peserta belajar berdasarkan situasi yang dekat dengan pekerjaan mereka.

1. Materi Lebih Relevan

Materi dapat disesuaikan dengan proses kerja dan tantangan industri.

2. Studi Kasus Lebih Kontekstual

Peserta dapat membahas kasus yang memiliki kemiripan dengan kondisi organisasi.

3. Mempercepat Penerapan

Pengetahuan yang diperoleh lebih mudah diterapkan karena berhubungan langsung dengan pekerjaan.

4. Mengurangi Competency Gap

Program dapat dirancang berdasarkan kompetensi spesifik yang dibutuhkan industri.

5. Mendukung Produktivitas

Peningkatan kompetensi yang tepat dapat membantu memperbaiki proses kerja.

6. Mendukung Transformasi Bisnis

SDM dapat dipersiapkan menghadapi perubahan teknologi, regulasi, pasar, dan model bisnis.

7. Memperkuat Daya Saing Organisasi

Kompetensi SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri dapat menjadi salah satu fondasi daya saing perusahaan.


Industry-Specific Training vs General Corporate Training

Keduanya sama-sama penting, tetapi memiliki pendekatan berbeda.

Aspek General Corporate Training Industry-Specific Training
Materi Umum Spesifik industri
Studi kasus Lintas industri Berdasarkan sektor
Fokus Kompetensi umum Kompetensi dan konteks industri
Peserta Beragam Lebih tersegmentasi
Contoh Leadership Leadership untuk sektor tertentu
Penerapan Luas Lebih kontekstual
Customization Sedang Tinggi

General training dapat digunakan untuk membangun kompetensi dasar, sedangkan industry-specific training memperdalam kemampuan sesuai lingkungan kerja.


Jenis Industry-Specific Corporate Training

Dalam cluster ini, program dapat dikembangkan berdasarkan sektor industri.

1. Manufacturing Training

Industri manufaktur membutuhkan kompetensi yang berkaitan dengan produksi, kualitas, keselamatan, maintenance, supply chain, dan efisiensi.

Program dapat mencakup:

  • Production Management;
  • Quality Management;
  • Lean Manufacturing;
  • Operational Excellence;
  • Supply Chain Management;
  • Warehouse Management;
  • Maintenance Management;
  • HSE;
  • Occupational Safety;
  • Process Improvement;
  • Cost Efficiency;
  • Continuous Improvement.

Pelatihan dapat menggunakan studi kasus yang berkaitan dengan production line, downtime, defect, inventory, maupun productivity.


2. Mining Training

Industri pertambangan memiliki karakteristik operasional dan risiko yang kompleks.

Program dapat dikembangkan untuk:

  • Mining Management;
  • Mine Safety;
  • Risk Management;
  • HSE;
  • Environmental Management;
  • Operational Excellence;
  • Heavy Equipment Management;
  • Supply Chain;
  • Project Management;
  • Leadership;
  • Emergency Response.

Pendekatan pelatihan perlu memperhatikan karakteristik operasi pertambangan dan kebutuhan kompetensi masing-masing jabatan.


3. Energy Training

Sektor energi membutuhkan SDM dengan kompetensi teknis dan manajerial yang mendukung keandalan operasional.

Materi dapat mencakup:

  • Energy Management;
  • Operational Risk;
  • HSE;
  • Asset Management;
  • Maintenance;
  • Project Management;
  • Supply Chain;
  • Quality Management;
  • Environmental Management;
  • Leadership.

Program dapat disesuaikan dengan jenis energi dan karakteristik organisasi.


4. Construction Training

Industri konstruksi memiliki kebutuhan kompetensi yang kuat pada proyek, keselamatan, mutu, biaya, dan waktu.

Industry-Specific Training untuk konstruksi dapat mencakup:

  • Construction Project Management;
  • Project Cost Control;
  • Project Scheduling;
  • Contract Management;
  • Procurement;
  • Quality Control;
  • HSE;
  • Risk Management;
  • Site Management;
  • Construction Safety;
  • Leadership.

Studi kasus dapat menggunakan permasalahan seperti keterlambatan proyek, cost overrun, perubahan pekerjaan, risiko keselamatan, dan quality issue.


5. Banking Training

Industri perbankan memiliki kebutuhan kompetensi yang erat dengan layanan keuangan, risiko, kepatuhan, teknologi, dan customer experience.

Materi dapat mencakup:

  • Banking Management;
  • Risk Management;
  • Compliance;
  • Fraud Risk Management;
  • Internal Control;
  • Customer Experience;
  • Digital Banking;
  • Data Analytics;
  • Cybersecurity Awareness;
  • Leadership;
  • Business Development.

Pelatihan dapat disesuaikan dengan fungsi peserta seperti frontliner, credit, risk, compliance, operations, maupun management.


6. Healthcare Training

Organisasi kesehatan membutuhkan SDM yang mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperhatikan keselamatan dan efisiensi operasional.

Program dapat mencakup:

  • Healthcare Management;
  • Quality Management;
  • Patient Safety;
  • Risk Management;
  • HSE;
  • Service Excellence;
  • Leadership;
  • Communication;
  • Hospital Operations;
  • Digital Healthcare;
  • Data Management.

Materi dapat disesuaikan dengan rumah sakit, klinik, laboratorium, maupun organisasi kesehatan lainnya.


7. Logistics Training

Industri logistik sangat bergantung pada ketepatan waktu, efisiensi biaya, pengelolaan gudang, transportasi, dan supply chain.

Materi dapat mencakup:

  • Logistics Management;
  • Supply Chain Management;
  • Warehouse Management;
  • Inventory Management;
  • Transportation Management;
  • Distribution;
  • Fleet Management;
  • Procurement;
  • Customer Service;
  • Logistics Risk Management.

Indikator seperti delivery time, order fulfillment, inventory accuracy, dan logistics cost dapat digunakan dalam evaluasi.


8. Telecommunications Training

Industri telekomunikasi membutuhkan kompetensi teknis, digital, customer experience, project management, dan pengelolaan infrastruktur.

Program dapat mencakup:

  • Telecommunications Management;
  • Project Management;
  • Network Operations;
  • Digital Transformation;
  • Data Analytics;
  • Cybersecurity Awareness;
  • Customer Experience;
  • Service Management;
  • Risk Management;
  • Leadership.

Perubahan teknologi membuat continuous learning menjadi semakin penting dalam sektor ini.


9. BUMN dan BUMD Training

BUMN dan BUMD memiliki karakteristik organisasi yang membutuhkan kombinasi kompetensi bisnis, tata kelola, pelayanan, risiko, dan pengembangan SDM.

Materi dapat dikembangkan untuk:

  • Corporate Governance;
  • Risk Management;
  • Strategic Management;
  • Performance Management;
  • Leadership;
  • Procurement;
  • Financial Management;
  • Digital Transformation;
  • Service Excellence;
  • Change Management.

Program juga dapat disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan masing-masing perusahaan.


Industry-Specific Corporate Training Berdasarkan Fungsi

Selain berdasarkan sektor, program juga dapat dikembangkan berdasarkan fungsi pekerjaan.

Human Resources

  • HR Management;
  • Talent Management;
  • Competency Management;
  • Performance Management;
  • HR Analytics.

Finance

  • Financial Management;
  • Budgeting;
  • Financial Analysis;
  • Cost Control;
  • Financial Reporting.

Procurement

  • Strategic Procurement;
  • Purchasing;
  • Vendor Management;
  • Contract Management;
  • Supply Chain.

Operations

  • Operational Excellence;
  • Process Improvement;
  • Quality Management;
  • SOP;
  • Productivity.

Sales & Marketing

  • Sales Management;
  • Marketing Strategy;
  • Customer Experience;
  • Digital Marketing;
  • Key Account Management.

Risk & Compliance

  • Enterprise Risk Management;
  • Compliance;
  • Internal Control;
  • Corporate Governance;
  • Fraud Risk Management.

Project

  • Project Management;
  • Project Planning;
  • Project Risk;
  • Cost Control;
  • Monitoring & Evaluation.

Kompetensi yang Dapat Dikembangkan

Industry-Specific Corporate Training dapat mengembangkan kombinasi kompetensi teknis, manajerial, digital, dan interpersonal.

Jenis Kompetensi Contoh
Technical Skills Kompetensi teknis sesuai industri
Management Planning dan resource management
Leadership Team leadership dan decision making
Risk Risk identification dan mitigation
Quality Quality assurance dan control
Safety HSE dan operational safety
Digital Data, AI, automation
Communication Business communication
Problem Solving Root cause analysis
Strategic Thinking Business dan industry strategy

Pendekatan ini membuat pengembangan kompetensi lebih komprehensif.


Industry Competency Mapping

Salah satu langkah penting dalam pelatihan berbasis industri adalah melakukan competency mapping.

Organisasi dapat memetakan:

Jabatan → Tugas → Kompetensi → Level Kompetensi → Competency Gap → Training

Contohnya:

Jabatan Kompetensi Gap Program
Supervisor Produksi Production Management Sedang Production Management Training
Procurement Staff Vendor Management Tinggi Vendor Management Training
HSE Officer Risk Assessment Sedang Risk Assessment Training
Finance Staff Financial Analysis Rendah Financial Analysis Training
Manager Strategic Leadership Tinggi Strategic Leadership Training

Dengan pemetaan tersebut, training tidak hanya berdasarkan tren, tetapi berdasarkan kebutuhan kompetensi.


Training Needs Analysis Berbasis Industri

Training Needs Analysis (TNA) merupakan fondasi penting dalam penyusunan program.

TNA dapat dilakukan dengan melihat tiga tingkat kebutuhan.

Organizational Level

Apa tantangan organisasi?

Misalnya:

  • produktivitas menurun;
  • kualitas tidak konsisten;
  • biaya meningkat;
  • transformasi digital;
  • perubahan regulasi.

Job Level

Kompetensi apa yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan?

Individual Level

Kompetensi apa yang masih menjadi gap pada masing-masing peserta?

Ketiga analisis tersebut kemudian digabungkan untuk menentukan prioritas training.


Contoh TNA Industry-Specific

Misalnya sebuah perusahaan manufaktur mengalami peningkatan produk cacat.

Analisis:

Business Problem
Defect meningkat.

Process Problem
Kontrol kualitas belum konsisten.

Competency Gap
Quality Control dan Root Cause Analysis.

Training Program
Quality Control & Continuous Improvement Training.

Post Training
Monitoring defect rate dan improvement action.

Pendekatan ini membuat training memiliki hubungan yang jelas dengan permasalahan bisnis.


Metode Pelaksanaan Industry-Specific Training

Karena karakteristik setiap industri berbeda, metode pembelajaran perlu dibuat aplikatif.

Case Study Industri

Kasus menggunakan situasi yang relevan dengan sektor peserta.

Workshop

Peserta mengerjakan tools atau dokumen yang digunakan dalam pekerjaan.

Simulation

Peserta menghadapi skenario yang menyerupai situasi kerja.

Group Discussion

Peserta bertukar pengalaman mengenai masalah industri.

Problem Solving

Peserta menyelesaikan permasalahan berdasarkan kondisi nyata.

Role Play

Cocok untuk leadership, negotiation, customer service, dan communication.

Project-Based Learning

Peserta menghasilkan action plan atau improvement project yang dapat diterapkan setelah pelatihan.


Customized Corporate Training

Salah satu keunggulan pendekatan industry-specific adalah fleksibilitas customization.

Materi dapat disesuaikan dengan:

  • profil perusahaan;
  • industri;
  • proses bisnis;
  • struktur organisasi;
  • jabatan peserta;
  • SOP;
  • regulasi;
  • teknologi;
  • risiko;
  • target KPI.

Dengan demikian, perusahaan tidak harus memilih program berdasarkan judul pelatihan saja.

Program dapat dirancang berdasarkan business problem dan competency gap.


Inhouse Industry-Specific Training

Inhouse Training sangat sesuai untuk program berbasis industri karena perusahaan dapat menentukan kebutuhan peserta dan konteks pembelajaran.

Misalnya perusahaan konstruksi membutuhkan pelatihan:

Project Management + Risk Management + Construction Safety

Sementara perusahaan logistik dapat membutuhkan:

Supply Chain + Warehouse + Inventory + Logistics Management

Program dapat dilakukan dengan satu tema utama maupun kombinasi beberapa kompetensi.

PSKN menyediakan layanan In-House Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, perusahaan, BUMN, BUMD, maupun instansi pemerintah.

Inhouse Training PSKN


Online dan Offline Industry Training

Program industry-specific tidak selalu harus dilakukan secara tatap muka.

Online Training

Cocok untuk:

  • knowledge sharing;
  • konsep;
  • diskusi;
  • webinar;
  • awareness training;
  • refreshment.

Offline Training

Cocok untuk:

  • workshop;
  • simulasi;
  • role play;
  • praktik;
  • group exercise.

Inhouse Training

Cocok untuk organisasi yang membutuhkan:

  • customization;
  • studi kasus internal;
  • peserta dari satu organisasi;
  • action plan;
  • pembahasan permasalahan perusahaan.

Pemilihan format sebaiknya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.


Digital Transformation dalam Industry-Specific Training

Transformasi digital telah memengaruhi hampir seluruh sektor.

Kompetensi digital dapat diintegrasikan ke dalam industry training melalui:

  • Artificial Intelligence;
  • Generative AI;
  • Data Analytics;
  • Power BI;
  • Excel;
  • Automation;
  • Digital Office;
  • Cybersecurity Awareness;
  • Digital Process Management.

Namun, teknologi sebaiknya tidak diberikan secara terpisah dari kebutuhan bisnis.

Pertanyaan utamanya bukan hanya:

“Teknologi apa yang harus dipelajari?”

Tetapi:

“Masalah bisnis apa yang dapat diselesaikan menggunakan teknologi tersebut?”


AI untuk Pengembangan Kompetensi Industri

AI dapat menjadi salah satu materi yang semakin relevan dalam industry-specific training.

Contohnya:

Industri Contoh Penerapan
Manufacturing Analisis proses dan predictive maintenance
Banking Analisis data dan fraud detection
Healthcare Data dan administrative productivity
Logistics Forecasting dan optimasi
Retail Customer analysis
Telecommunications Network analytics
Mining Data operasional dan predictive analysis

Implementasi AI tetap membutuhkan governance, validasi, keamanan data, dan pengawasan manusia.


Mengukur Keberhasilan Industry-Specific Training

Evaluasi sebaiknya dilakukan dari beberapa sisi.

Level 1 — Reaction

Apakah peserta merasa materi relevan?

Level 2 — Learning

Apakah pengetahuan dan keterampilan meningkat?

Level 3 — Application

Apakah peserta menerapkan kompetensi di tempat kerja?

Level 4 — Business Impact

Apakah terdapat perubahan pada indikator organisasi?

Contoh indikator:

  • productivity;
  • quality;
  • cost;
  • safety;
  • customer satisfaction;
  • delivery;
  • compliance;
  • operational efficiency.

Dengan demikian, training dapat dievaluasi berdasarkan dampaknya, bukan hanya jumlah peserta atau tingkat kepuasan.


Tantangan Industry-Specific Corporate Training

Materi Terlalu Umum

Jika materi tidak mempertimbangkan karakteristik industri, peserta dapat kesulitan menghubungkannya dengan pekerjaan.

Kurangnya Data Internal

Customization membutuhkan informasi yang cukup mengenai kebutuhan organisasi.

Perbedaan Level Peserta

Peserta dengan pengalaman berbeda membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda.

Sulit Mengukur Dampak

Perusahaan perlu menentukan KPI sejak awal agar dampak training dapat dievaluasi.

Perubahan Industri

Teknologi, regulasi, dan model bisnis dapat berubah sehingga materi perlu diperbarui secara berkala.


Cara Memilih Industry-Specific Corporate Training

Sebelum menentukan program, perusahaan dapat menggunakan beberapa pertanyaan berikut:

Pertanyaan Tujuan
Industri apa yang dijalankan? Menentukan konteks
Apa tantangan utama bisnis? Menentukan fokus
Kompetensi apa yang dibutuhkan? Menentukan materi
Siapa peserta? Menentukan level
Apa competency gap? Menentukan prioritas
Apa KPI yang ingin diperbaiki? Menentukan target
Apakah ada SOP khusus? Menentukan customization
Apakah ada perubahan teknologi? Menentukan digital skills
Apakah perlu studi kasus internal? Menentukan metode
Apakah training membutuhkan praktik? Menentukan format

Hubungan dengan Corporate Training & Professional Development

Industry-Specific Corporate Training merupakan salah satu dari berbagai cluster dalam Corporate Training & Professional Development.

Jika Corporate Training menjadi kerangka besar pengembangan kompetensi, maka Industry-Specific Training memberikan konteks industri terhadap kompetensi tersebut.

Contohnya:

Corporate Training

→ Leadership Training

→ Finance Training

→ Risk Training

→ Digital Training

→ Supply Chain Training

Kemudian kompetensi tersebut dapat disesuaikan dengan:

Manufacturing / Mining / Banking / Healthcare / Construction / Logistics / Telecommunications / BUMN-BUMD

Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat membangun learning ecosystem yang lebih terarah.

Untuk memahami kerangka layanan pengembangan kompetensi perusahaan secara lebih luas, program ini dapat dikaitkan dengan halaman Corporate Training PSKN.

Corporate Training PSKN


Roadmap Industry-Specific Corporate Training

Pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara bertahap.

Tahap 1 — Industry Awareness

Memahami karakteristik, tantangan, risiko, dan perubahan industri.

Tahap 2 — Core Competency

Mengembangkan kompetensi dasar sesuai jabatan.

Tahap 3 — Functional Competency

Memperkuat kompetensi teknis masing-masing fungsi.

Tahap 4 — Advanced Competency

Mengembangkan kemampuan analitis, problem solving, dan strategic thinking.

Tahap 5 — Leadership

Mempersiapkan supervisor, manager, dan future leader.

Tahap 6 — Digital & Innovation

Mengintegrasikan teknologi, data, AI, dan automation.

Tahap 7 — Continuous Development

Melakukan pembelajaran berkelanjutan berdasarkan perubahan industri.


Tren Industry-Specific Corporate Training

Skills-Based Development

Perusahaan semakin berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan, bukan hanya latar belakang pendidikan.

Digital Skills

Kompetensi digital semakin dibutuhkan hampir di seluruh industri.

AI Literacy

Pemahaman AI menjadi semakin penting bagi berbagai fungsi pekerjaan.

Continuous Learning

Karyawan perlu terus memperbarui kompetensinya karena perubahan industri berlangsung cepat.

Data-Driven Decision Making

Pengambilan keputusan semakin membutuhkan kemampuan membaca dan menggunakan data.

Cross-Functional Skills

Karyawan perlu memahami hubungan antara satu fungsi dengan fungsi lainnya.

Sustainability

Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola semakin relevan dalam pengelolaan organisasi dan rantai pasok.


Industry-Specific Training sebagai Investasi SDM

Training berbasis industri sebaiknya dipandang sebagai investasi, bukan sekadar biaya.

Investasi tersebut dapat memberikan manfaat dalam bentuk:

  • peningkatan kompetensi;
  • peningkatan produktivitas;
  • pengurangan kesalahan;
  • peningkatan kualitas;
  • pengendalian risiko;
  • peningkatan efisiensi;
  • peningkatan kemampuan beradaptasi;
  • penguatan leadership;
  • kesiapan menghadapi perubahan industri.

Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika training diikuti dengan coaching, monitoring, evaluasi, dan penerapan di tempat kerja.


FAQ Industry-Specific Corporate Training

Apa yang dimaksud Industry-Specific Corporate Training?

Industry-Specific Corporate Training adalah program pengembangan kompetensi yang dirancang berdasarkan karakteristik, kebutuhan, proses bisnis, risiko, teknologi, dan tantangan industri tertentu.

Industri apa saja yang dapat mengikuti program ini?

Program dapat dikembangkan untuk manufaktur, pertambangan, energi, konstruksi, perbankan, kesehatan, logistik, telekomunikasi, BUMN/BUMD, pemerintahan, retail, teknologi, hospitality, dan berbagai sektor lainnya.

Apa perbedaan industry-specific training dengan pelatihan umum?

Pelatihan umum berfokus pada kompetensi yang dapat diterapkan secara luas, sedangkan industry-specific training menggunakan konteks, studi kasus, proses, risiko, dan kebutuhan yang lebih spesifik terhadap industri peserta.

Apakah materinya dapat disesuaikan dengan perusahaan?

Ya. Materi dapat disesuaikan berdasarkan industri, jabatan peserta, SOP, proses bisnis, competency gap, teknologi, risiko, serta target organisasi.


Kesimpulan

Industry-Specific Corporate Training merupakan pendekatan pengembangan SDM yang menempatkan kebutuhan industri sebagai bagian penting dalam desain pelatihan.

Program tidak hanya memberikan teori, tetapi dapat mengintegrasikan kompetensi teknis, manajerial, digital, leadership, quality, HSE, risk management, supply chain, finance, hingga business strategy sesuai karakteristik sektor yang dilayani.

Pendekatan berbasis industri membantu perusahaan menciptakan pelatihan yang lebih relevan karena peserta mempelajari kompetensi melalui konteks yang dekat dengan pekerjaan mereka.

Mulai dari manufacturing, mining, energy, construction, banking, healthcare, logistics, telecommunications, hingga BUMN/BUMD, setiap sektor dapat memiliki learning roadmap yang berbeda.

Karena itu, penyusunan program sebaiknya dimulai dari business problem, competency mapping, Training Needs Analysis, dan target kinerja, kemudian diterjemahkan menjadi program pembelajaran yang sesuai.

Kembangkan kompetensi SDM sesuai karakteristik industri Anda bersama PSKN. Rancang program Corporate Training yang lebih relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan bisnis untuk membangun SDM yang siap menghadapi perubahan dan tantangan industri.

Industry-Specific Corporate Training membantu perusahaan mengembangkan kompetensi SDM melalui pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan industri.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan