Sertifikasi AI untuk Profesional: Manfaat dan Persiapan Uji Kompetensi

Sertifikasi AI profesional membantu membuktikan kompetensi Artificial Intelligence dan meningkatkan kesiapan karier di era kerja berbasis teknologi.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Artificial Intelligence atau AI semakin menjadi bagian dari kehidupan profesional. Teknologi ini tidak hanya digunakan oleh programmer atau perusahaan teknologi, tetapi mulai diterapkan dalam administrasi, bisnis, pemasaran, pendidikan, keuangan, sumber daya manusia, analisis data, hingga pelayanan publik.

Perubahan tersebut membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memahami AI semakin meningkat. Profesional tidak cukup hanya mengetahui istilah Artificial Intelligence, tetapi juga perlu memahami cara menggunakan AI secara tepat, mengevaluasi hasilnya, menjaga keamanan informasi, dan menerapkannya sesuai kebutuhan pekerjaan.

Dalam kondisi tersebut, sertifikasi AI profesional dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan sekaligus membuktikan kompetensi.

Sertifikasi bukan sekadar bukti bahwa seseorang pernah mengikuti pelatihan. Dalam konteks sertifikasi kompetensi, terdapat proses asesmen yang digunakan untuk menilai apakah peserta telah memenuhi kompetensi sesuai skema yang diujikan.

Bagi profesional, pemahaman mengenai proses tersebut penting agar persiapan tidak hanya berfokus pada penggunaan tools AI, tetapi juga pada kemampuan menerapkan AI secara efektif dan bertanggung jawab.

Apa Itu Sertifikasi AI Profesional?

Sertifikasi AI profesional adalah proses pengakuan kompetensi seseorang dalam bidang Artificial Intelligence melalui asesmen berdasarkan standar atau skema kompetensi tertentu.

Sertifikasi dapat memiliki fokus yang berbeda-beda. Ada yang lebih menekankan kemampuan teknis seperti machine learning dan data science, sementara skema lainnya dapat berfokus pada implementasi AI untuk kebutuhan pekerjaan tertentu.

Karena itu, seseorang sebaiknya tidak memilih sertifikasi hanya berdasarkan nama “AI”. Hal yang lebih penting adalah melihat:

  • nama skema;
  • unit kompetensi;
  • persyaratan peserta;
  • metode asesmen;
  • lembaga sertifikasi;
  • asesor;
  • masa berlaku atau ketentuan sertifikat;
  • relevansi skema dengan pekerjaan.

Di Indonesia, sistem sertifikasi kompetensi kerja melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), skema sertifikasi, dan asesor kompetensi.

Untuk memastikan informasi sertifikasi, calon peserta dapat memeriksa direktori LSP resmi BNSP.


Sertifikasi AI Profesional vs Pelatihan AI

Keduanya sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda.

Aspek Pelatihan AI Sertifikasi AI
Tujuan Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Membuktikan kompetensi
Kegiatan utama Belajar dan praktik Asesmen kompetensi
Output Bukti mengikuti pelatihan Sertifikat kompetensi jika memenuhi ketentuan
Fokus Proses pembelajaran Penilaian kompetensi
Peserta Belajar dari dasar hingga lanjutan Menunjukkan kemampuan sesuai skema
Persiapan Materi dan praktik Materi, praktik, bukti kompetensi, dan asesmen

Artinya, mengikuti pelatihan belum otomatis berarti seseorang kompeten dalam konteks sertifikasi.

Pelatihan dapat menjadi salah satu sarana persiapan, tetapi hasil akhirnya tetap ditentukan melalui proses asesmen sesuai skema yang diikuti.


Mengapa Sertifikasi AI Semakin Relevan?

Perkembangan AI membuat kebutuhan kompetensi digital ikut berubah.

Profesional sekarang dapat berhadapan dengan berbagai pekerjaan yang melibatkan AI, misalnya:

  • membuat konten menggunakan AI;
  • menganalisis informasi;
  • mengotomatisasi pekerjaan administratif;
  • menggunakan AI untuk produktivitas;
  • mengolah data;
  • membuat laporan;
  • membantu proses bisnis;
  • mengembangkan solusi berbasis AI.

Kementerian Komunikasi dan Digital pada 2026 menyampaikan bahwa adopsi AI di Indonesia telah mencapai tingkat yang tinggi, tetapi pemanfaatannya untuk produktivitas dan penciptaan nilai masih perlu terus diperkuat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tantangannya bukan lagi sekadar “apakah seseorang menggunakan AI?”, tetapi juga “seberapa baik AI digunakan untuk menghasilkan nilai?”

Di sinilah kompetensi profesional menjadi penting.


Manfaat Sertifikasi AI untuk Profesional

Sertifikasi AI dapat memberikan manfaat dari sisi kompetensi maupun pengembangan karier.

1. Membantu Membuktikan Kompetensi

Salah satu manfaat utama sertifikasi adalah adanya bukti formal bahwa kompetensi seseorang telah dinilai berdasarkan skema tertentu.

Bagi profesional, hal ini dapat membantu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan yang dimiliki.

Sertifikasi tidak menggantikan pengalaman kerja, tetapi dapat menjadi pelengkap bagi:

Pengalaman + Kompetensi + Portofolio + Sertifikasi.


2. Meningkatkan Kepercayaan Profesional

Ketika seseorang menawarkan layanan atau menjalankan pekerjaan yang berkaitan dengan AI, bukti kompetensi dapat membantu meningkatkan kepercayaan stakeholder.

Misalnya pada:

  • konsultan;
  • trainer;
  • tenaga administrasi;
  • digital specialist;
  • data professional;
  • business professional;
  • project professional.

Tentunya, tingkat kepercayaan tetap bergantung pada kemampuan nyata dan pengalaman seseorang.


3. Mendukung Pengembangan Karier

AI mulai masuk ke berbagai jenis pekerjaan.

Profesional yang sebelumnya bekerja pada bidang tertentu dapat mengembangkan kompetensi AI untuk memperluas perannya.

Contohnya:

Staf Administrasi

Administrasi → digital administration → AI-assisted administration → AI productivity specialist.

Marketing

Marketing → digital marketing → AI-assisted marketing → AI-driven marketing.

Data

Data Analyst → advanced analytics → machine learning → AI/data specialist.

Dengan demikian, AI dapat menjadi kompetensi tambahan yang memperkuat profesi utama.


4. Mendukung Upskilling

Upskilling berarti meningkatkan kemampuan dalam pekerjaan yang sedang dijalankan.

Contohnya, seorang staf administrasi tidak harus menjadi AI engineer.

Ia dapat meningkatkan kemampuan dalam:

  • menggunakan AI untuk dokumen;
  • membuat ringkasan;
  • mengolah informasi;
  • menyusun laporan;
  • mengotomatisasi pekerjaan;
  • menggunakan AI secara aman.

Kompetensi tersebut tetap relevan dengan pekerjaan utamanya.


5. Mendukung Reskilling

AI juga dapat digunakan sebagai bagian dari strategi perpindahan karier.

Misalnya seorang profesional dari bidang nonteknis ingin masuk ke pekerjaan digital.

Ia dapat memulai dari:

Digital Literacy → AI Literacy → AI Tools → Praktik → Portofolio → Sertifikasi → Pengalaman.

Tidak semua orang harus langsung mempelajari machine learning yang kompleks.

Jalur kompetensi dapat disesuaikan dengan tujuan karier.


Siapa yang Membutuhkan Sertifikasi AI Profesional?

Sertifikasi AI tidak hanya ditujukan untuk programmer.

Calon peserta dapat berasal dari berbagai latar belakang, tergantung skema sertifikasi yang tersedia.

Profesional IT

Dapat memperdalam kompetensi:

  • machine learning;
  • data;
  • AI implementation;
  • software;
  • automation.

Tenaga Administrasi

Dapat mengembangkan kompetensi:

  • AI productivity;
  • document processing;
  • information management;
  • automation.

Profesional Bisnis

Dapat menggunakan AI untuk:

  • analisis bisnis;
  • produktivitas;
  • pemasaran;
  • customer experience;
  • pengambilan keputusan.

HR Professional

AI dapat membantu:

  • administrasi HR;
  • analisis informasi;
  • penyusunan dokumen;
  • learning and development;
  • workforce analytics.

Dosen dan Pengajar

AI dapat digunakan untuk:

  • pengembangan materi;
  • riset;
  • analisis;
  • pembelajaran;
  • produktivitas akademik.

Kompetensi yang Perlu Disiapkan

Persiapan sertifikasi AI profesional sebaiknya dimulai dari pemahaman mengenai kompetensi yang akan dinilai.

Kompetensi dapat berbeda berdasarkan skema, tetapi beberapa kemampuan berikut sering relevan dalam penerapan AI profesional.

AI Literacy

Peserta perlu memahami konsep dasar:

  • Artificial Intelligence;
  • machine learning;
  • generative AI;
  • automation;
  • data;
  • model AI;
  • penggunaan AI dalam pekerjaan.

Pemahaman ini membantu peserta mengetahui kapan teknologi tertentu tepat digunakan.


Kemampuan Menggunakan AI Tools

Profesional perlu mampu memilih dan menggunakan tools AI sesuai kebutuhan.

Contohnya:

  • AI generatif;
  • AI untuk pengolahan dokumen;
  • AI untuk analisis;
  • AI untuk produktivitas;
  • AI untuk komunikasi;
  • AI untuk otomatisasi.

Yang penting bukan jumlah tools yang dikuasai, tetapi kemampuan memilih tools yang sesuai dengan masalah.


Prompting

Kemampuan memberikan instruksi kepada AI menjadi semakin penting.

Prompt yang baik dapat menjelaskan:

Role → Context → Task → Format → Constraint → Expected Output.

Contohnya:

Bertindak sebagai staf administrasi profesional. Buat ringkasan laporan kegiatan berikut menjadi lima poin utama untuk bahan rapat manajemen. Gunakan bahasa formal dan jangan mengubah angka yang terdapat dalam dokumen.

Instruksi tersebut jauh lebih spesifik daripada sekadar:

Ringkas dokumen ini.


Data Literacy

AI sangat berkaitan dengan data.

Karena itu, peserta perlu memahami:

  • sumber data;
  • struktur data;
  • kualitas data;
  • validitas;
  • interpretasi;
  • privasi;
  • keamanan.

Kemampuan ini sangat penting agar pengguna tidak sekadar menerima output AI tanpa memahami data yang menjadi dasarnya.


Critical Thinking

AI dapat memberikan jawaban yang terlihat meyakinkan meskipun terdapat kesalahan.

Profesional perlu mampu:

  • memeriksa fakta;
  • membandingkan sumber;
  • mengidentifikasi kesalahan;
  • memeriksa konteks;
  • menguji hasil;
  • menentukan apakah output layak digunakan.

Dengan kata lain, kemampuan mengevaluasi AI sama pentingnya dengan kemampuan menggunakan AI.


Etika dan Keamanan AI

Profesional juga perlu memahami risiko penggunaan AI.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • data pribadi;
  • dokumen rahasia;
  • informasi perusahaan;
  • hak cipta;
  • bias;
  • keamanan;
  • transparansi;
  • akuntabilitas.

Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mengembangkan kebijakan dan kerangka terkait etika serta tata kelola AI di Indonesia.


Bagaimana Proses Uji Kompetensi AI?

Proses dapat berbeda berdasarkan LSP dan skema sertifikasi yang digunakan.

Secara umum, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Memilih skema

↓

2. Memeriksa persyaratan

↓

3. Melakukan pendaftaran

↓

4. Mempersiapkan bukti kompetensi

↓

5. Mengikuti asesmen

↓

6. Asesor melakukan penilaian

↓

7. Penetapan hasil

↓

8. Sertifikat diterbitkan bagi peserta yang memenuhi ketentuan kompetensi

Karena setiap skema memiliki persyaratan berbeda, peserta perlu membaca informasi resmi sebelum mengikuti proses.

BNSP juga menyediakan berbagai pedoman terkait asesmen kompetensi dan penerbitan sertifikat kompetensi.


Contoh Skema AI yang Relevan untuk Profesional

Tidak semua sertifikasi AI memiliki fokus yang sama.

Salah satu contoh yang saat ini tercantum pada profil BNSP LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika adalah AI Implementation for Administrative Productivity.

Pada profil BNSP, skema tersebut tercatat memiliki 10 unit kompetensi. LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika sendiri tercatat sebagai LSP berstatus aktif pada direktori BNSP.

Skema seperti ini menunjukkan bahwa kompetensi AI dapat diarahkan pada kebutuhan pekerjaan tertentu, bukan hanya pada pengembangan teknologi AI secara teknis.

Untuk profesional nonteknis, pendekatan berbasis implementasi seperti ini dapat lebih dekat dengan kebutuhan pekerjaan sehari-hari.


Persiapan Sertifikasi AI Profesional

Agar lebih siap mengikuti uji kompetensi, peserta dapat melakukan beberapa langkah.

1. Pelajari Skema Sertifikasi

Jangan langsung belajar semua materi AI.

Pertama, pahami skema yang akan diikuti.

Perhatikan:

  • unit kompetensi;
  • persyaratan;
  • metode asesmen;
  • bukti yang dibutuhkan;
  • ruang lingkup kompetensi.

Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih terarah.


2. Petakan Kompetensi yang Sudah Dimiliki

Buat tabel sederhana:

Kompetensi Kondisi Saat Ini Perlu Ditingkatkan
AI Literacy Dasar Ya
Prompting Menengah Ya
Data Literacy Dasar Ya
AI Tools Menengah Ya
Critical Thinking Baik Sedikit
Etika AI Dasar Ya

Pemetaan ini membantu menemukan gap kompetensi.


3. Praktik dengan Kasus Nyata

Jangan hanya membaca teori.

Gunakan AI untuk pekerjaan nyata.

Misalnya:

Kasus 1: membuat ringkasan dokumen.

Kasus 2: menyusun laporan.

Kasus 3: membuat email profesional.

Kasus 4: mengolah informasi.

Kasus 5: membuat workflow otomatis.

Kasus 6: mengevaluasi output AI.

Praktik seperti ini membantu membangun pengalaman yang dapat dijelaskan ketika proses asesmen berlangsung.


Bangun Portofolio AI

Portofolio dapat membantu menunjukkan bagaimana AI benar-benar digunakan.

Contohnya:

Portofolio 1 — AI untuk Administrasi

Membuat workflow untuk mengubah informasi rapat menjadi draft notulen.

Portofolio 2 — AI untuk Laporan

Menggunakan AI untuk membantu menyusun ringkasan laporan bulanan.

Portofolio 3 — AI untuk Data

Menggunakan AI untuk membantu menemukan pola pada dataset sederhana.

Portofolio 4 — AI untuk Komunikasi

Membangun template prompt untuk membuat email berdasarkan jenis komunikasi.

Portofolio 5 — AI untuk Produktivitas

Membuat workflow pekerjaan yang menggabungkan AI dengan tools digital lainnya.

Portofolio tidak harus rumit.

Yang penting dapat menjelaskan:

Masalah → Solusi AI → Proses → Output → Evaluasi.


Latihan Menjelaskan Cara Kerja AI

Dalam asesmen kompetensi, kemampuan melakukan pekerjaan bukan satu-satunya hal yang penting.

Peserta juga perlu memahami mengapa suatu metode digunakan.

Misalnya, jangan hanya mengatakan:

Saya menggunakan AI untuk membuat laporan.

Tetapi mampu menjelaskan:

Saya menggunakan AI untuk membuat draft awal laporan karena pekerjaan tersebut bersifat repetitif. Setelah output dibuat, saya melakukan verifikasi terhadap data, angka, nama, dan informasi penting sebelum laporan digunakan.

Penjelasan seperti ini menunjukkan adanya pemahaman terhadap proses dan kontrol kualitas.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Persiapan

Beberapa kesalahan dapat membuat persiapan menjadi kurang efektif.

Hanya Menghafal Teori

Memahami definisi AI tanpa pernah menggunakannya dalam kasus nyata belum cukup untuk membangun kompetensi praktis.

Menguasai Banyak Tools tetapi Tidak Memahami Tujuan

Mengetahui banyak platform AI bukan berarti kompeten.

Yang lebih penting adalah memahami kapan, mengapa, dan bagaimana teknologi digunakan.

Tidak Membaca Skema

Peserta terkadang belajar materi AI secara umum tanpa melihat kompetensi yang sebenarnya dinilai.

Tidak Berlatih

Kemampuan praktis perlu dibangun melalui latihan.

Tidak Memahami Risiko AI

Penggunaan AI secara profesional harus memperhatikan keamanan data, validitas informasi, dan etika.


Sertifikasi AI dan Pengembangan Karier

Sertifikasi sebaiknya dipandang sebagai bagian dari perjalanan karier, bukan tujuan akhir.

Contohnya:

AI Literacy

↓

AI Tools

↓

AI Productivity

↓

Project Practice

↓

Portfolio

↓

Certification

↓

Professional Experience

Dengan pengalaman, kompetensi tersebut dapat dikembangkan ke area yang lebih spesifik.

Misalnya:

  • AI Business;
  • AI Data;
  • AI Productivity;
  • AI Automation;
  • Machine Learning;
  • Data Science;
  • AI Project Management.

Pilihan jalur bergantung pada latar belakang dan tujuan karier masing-masing profesional.


AI Profesional Tidak Selalu Berarti AI Engineer

Ini merupakan hal yang penting.

Ketika mendengar “profesional AI”, banyak orang langsung membayangkan seseorang yang harus menguasai:

  • Python;
  • machine learning;
  • neural networks;
  • deep learning;
  • model deployment.

Padahal, kebutuhan AI di dunia kerja jauh lebih luas.

Ada profesional yang menggunakan AI untuk produktivitas tanpa membangun model AI dari awal.

Contohnya:

HR + AI

Marketing + AI

Finance + AI

Administration + AI

Education + AI

Project Management + AI

Business + AI

Oleh karena itu, jalur sertifikasi AI profesional sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan pekerjaan, bukan semata-mata karena AI sedang populer.


Human Skill Tetap Penting

Semakin banyak pekerjaan dibantu AI, semakin penting pula kemampuan manusia yang tidak mudah digantikan oleh otomatisasi.

Beberapa di antaranya:

  • komunikasi;
  • kepemimpinan;
  • critical thinking;
  • kreativitas;
  • problem solving;
  • kolaborasi;
  • pengambilan keputusan.

AI dapat membantu menghasilkan alternatif, tetapi manusia tetap perlu menentukan apakah alternatif tersebut masuk akal dan sesuai dengan konteks.

World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 juga menunjukkan bahwa AI and big data termasuk kelompok keterampilan yang berkembang cepat, bersamaan dengan pentingnya berbagai kemampuan manusia.


Cara Memilih Program Sertifikasi AI Profesional

Sebelum mendaftar, gunakan checklist berikut:

  • Skema sesuai dengan pekerjaan.
  • Lembaga sertifikasi dapat diverifikasi.
  • Status LSP dapat diperiksa melalui BNSP.
  • Unit kompetensi jelas.
  • Persyaratan peserta tersedia.
  • Metode asesmen dijelaskan.
  • Asesor kompeten.
  • Jadwal dan lokasi jelas.
  • Biaya dijelaskan secara transparan.
  • Terdapat informasi kontak resmi.
  • Program tidak hanya menjual “sertifikat”, tetapi menjelaskan proses kompetensinya.

Jika sebuah program terlalu menekankan sertifikat tetapi tidak menjelaskan kompetensi yang dinilai, peserta sebaiknya melakukan verifikasi lebih lanjut.


Checklist Kesiapan Uji Kompetensi

Sebelum mengikuti asesmen, calon peserta dapat mengevaluasi dirinya:

Pemahaman

  • Memahami konsep dasar AI.
  • Memahami penggunaan AI dalam pekerjaan.
  • Memahami keterbatasan AI.

Praktik

  • Mampu menggunakan tools AI.
  • Mampu membuat prompt.
  • Mampu menyelesaikan kasus pekerjaan.
  • Mampu mengevaluasi output.

Data

  • Memahami kualitas data.
  • Memahami keamanan data.
  • Mampu membaca informasi dengan kritis.

Profesionalisme

  • Memahami etika AI.
  • Memahami privasi.
  • Mampu menjelaskan proses kerja.
  • Memiliki contoh penerapan AI.

Semakin banyak indikator yang terpenuhi, semakin baik kesiapan peserta.


Hubungan dengan Pilar Artificial Intelligence

Pembahasan sertifikasi AI profesional merupakan bagian dari pengembangan kompetensi Artificial Intelligence yang lebih luas.

Jika artikel ini menjadi bagian dari cluster konten PSKN, pembaca dapat melanjutkan pembahasan ke artikel utama:

Artificial Intelligence: Pengertian, Manfaat, Penerapan, dan Kompetensi AI di Era Digital

Dari artikel utama tersebut, pembaca dapat memahami konsep AI secara umum, kemudian memperdalam topik melalui pembahasan sertifikasi AI, AI untuk produktivitas administrasi, serta pengembangan kompetensi profesional.

Untuk informasi mengenai program uji sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan PSKN bersama LSP mitra, pembaca juga dapat melihat halaman Sertifikasi Kompetensi BNSP & Uji Kompetensi Profesional.


FAQ Sertifikasi AI Profesional

Apa itu sertifikasi AI profesional?

Sertifikasi AI profesional merupakan proses pengakuan kompetensi di bidang Artificial Intelligence melalui asesmen berdasarkan skema tertentu. Fokus kompetensinya dapat berbeda sesuai skema yang dipilih.

Apakah harus bisa coding untuk mengikuti sertifikasi AI?

Tidak selalu. Persyaratan dan kompetensi bergantung pada skema. Ada kompetensi AI yang bersifat teknis dan ada pula yang berfokus pada implementasi AI untuk kebutuhan pekerjaan tertentu.

Apakah sertifikasi AI sama dengan sertifikat pelatihan AI?

Tidak. Pelatihan berfokus pada proses pembelajaran, sedangkan sertifikasi kompetensi berfokus pada asesmen untuk menilai kompetensi berdasarkan skema tertentu.

Bagaimana cara mempersiapkan uji kompetensi AI?

Mulailah dengan memahami skema dan unit kompetensi, kemudian pelajari materi yang relevan, lakukan praktik menggunakan AI pada kasus nyata, siapkan bukti kompetensi yang diperlukan, dan latih kemampuan menjelaskan proses serta mengevaluasi hasil AI.


Kesimpulan

Sertifikasi AI profesional dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengembangan kompetensi di tengah semakin luasnya penggunaan Artificial Intelligence dalam dunia kerja.

Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan sertifikat, tetapi juga dengan proses membangun kompetensi yang lebih terarah. Profesional perlu memahami AI, mampu menggunakannya sesuai kebutuhan, dapat mengevaluasi hasil, memahami data, serta menerapkan prinsip keamanan dan etika.

Persiapan terbaik bukan sekadar menghafal teori AI. Peserta perlu memahami skema sertifikasi, berlatih menggunakan AI, mengerjakan kasus nyata, membangun portofolio, dan mampu menjelaskan proses penerapan AI secara profesional.

Pada akhirnya, sertifikasi akan lebih bernilai ketika didukung oleh kemampuan nyata.

Bangun kompetensi AI, buktikan kemampuan profesional, dan siapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin terintegrasi dengan teknologi.

Untuk informasi pelatihan dan uji kompetensi profesional, hubungi PSKN melalui WhatsApp 0812-6660-0643, telepon (021) 3454 426, email info@trainingpskn.com, atau kunjungi www.trainingpskn.com.

Sertifikasi AI profesional membantu membuktikan kompetensi Artificial Intelligence dan meningkatkan kesiapan karier di era kerja berbasis teknologi.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan