Panduan Pengelolaan Sirkulasi Perpustakaan Menggunakan SLiMS: Peminjaman dan Pengembalian

Pelajari panduan pengelolaan sirkulasi perpustakaan menggunakan SLiMS, mulai dari peminjaman, pengembalian, perpanjangan hingga monitoring transaksi.

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Pengelolaan sirkulasi merupakan salah satu aktivitas paling penting dalam operasional perpustakaan. Setiap hari, pustakawan perlu menangani berbagai kegiatan seperti peminjaman buku, pengembalian koleksi, perpanjangan masa pinjam, pemantauan keterlambatan, hingga pengecekan riwayat transaksi anggota.

Jika seluruh proses tersebut masih dilakukan secara manual, pengelolaan sirkulasi dapat membutuhkan waktu lebih lama dan berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan. Karena itu, perpustakaan membutuhkan sistem otomasi yang dapat membantu mengelola transaksi secara lebih terstruktur.

Salah satu sistem yang dapat digunakan untuk mendukung otomasi perpustakaan adalah SLiMS (Senayan Library Management System). Melalui SLiMS, aktivitas sirkulasi dapat dikelola secara digital sehingga data transaksi koleksi dan anggota lebih mudah dipantau.

Artikel ini merupakan bagian dari Pelatihan Perpustakaan Berbasis SLiMS (Senayan Library Management System): Panduan Lengkap untuk Meningkatkan Kompetensi Pengelolaan Perpustakaan dan secara khusus membahas panduan pengelolaan sirkulasi, mulai dari peminjaman hingga pengembalian koleksi.


Apa Itu Sirkulasi Perpustakaan?

Sirkulasi perpustakaan adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pergerakan koleksi dari perpustakaan kepada pemustaka dan pengembaliannya setelah digunakan.

Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Anggota → Pencarian Koleksi → Peminjaman → Penggunaan → Pengembalian

Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat dilengkapi dengan:

Perpanjangan → Keterlambatan → Denda → Penyelesaian Transaksi

Pengelolaan sirkulasi yang baik penting karena berkaitan langsung dengan ketersediaan koleksi dan kualitas pelayanan perpustakaan.


Mengapa Pengelolaan Sirkulasi Perlu Menggunakan Sistem Digital?

Penggunaan sistem otomasi dapat membantu pustakawan mengurangi pekerjaan pencatatan secara manual.

Beberapa manfaatnya antara lain:

1. Mempercepat Transaksi

Pustakawan dapat memproses transaksi anggota melalui sistem tanpa harus mencatat seluruh informasi secara manual.

2. Mengurangi Risiko Kesalahan Pencatatan

Data transaksi tersimpan dalam sistem sehingga lebih mudah ditelusuri kembali.

3. Memudahkan Pemantauan Koleksi

Pustakawan dapat mengetahui status koleksi berdasarkan transaksi yang tercatat.

4. Memudahkan Pengelolaan Anggota

Data anggota dapat dikaitkan dengan aktivitas peminjaman dan pengembalian.

5. Mendukung Pelaporan

Data transaksi dapat digunakan untuk membantu menghasilkan informasi mengenai aktivitas layanan perpustakaan.


Mengenal Modul Sirkulasi pada SLiMS

Dalam pengelolaan perpustakaan berbasis SLiMS, sirkulasi menjadi salah satu bagian penting yang perlu dipahami oleh pustakawan maupun operator.

Secara umum, pengelolaan sirkulasi berkaitan dengan:

  • Data anggota.
  • Data koleksi.
  • Transaksi peminjaman.
  • Transaksi pengembalian.
  • Perpanjangan peminjaman.
  • Keterlambatan.
  • Denda sesuai kebijakan perpustakaan.
  • Riwayat transaksi.

Penggunaan setiap fitur perlu disesuaikan dengan konfigurasi dan kebijakan masing-masing perpustakaan.


Persiapan Sebelum Menggunakan Sirkulasi SLiMS

Sebelum melakukan transaksi, pastikan data dasar perpustakaan sudah tersedia dan sesuai.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah:

Data Anggota

Pastikan anggota sudah terdaftar dalam sistem dan informasi keanggotaannya masih aktif.

Data Bibliografi

Koleksi yang akan dipinjam harus sudah memiliki data bibliografi yang benar.

Data Eksemplar

Setiap koleksi fisik yang dapat dipinjam perlu memiliki data item atau eksemplar yang sesuai.

Aturan Peminjaman

Perpustakaan perlu menentukan kebijakan seperti:

  • Lama masa peminjaman.
  • Jumlah maksimal koleksi.
  • Ketentuan perpanjangan.
  • Ketentuan keterlambatan.
  • Ketentuan denda apabila diterapkan.

Hak Akses Petugas

Pengguna sistem perlu memiliki akses sesuai tugas dan tanggung jawabnya.


Cara Melakukan Peminjaman Buku Menggunakan SLiMS

Berikut alur umum yang dapat digunakan sebagai panduan pembelajaran.

1. Identifikasi Anggota

Langkah pertama adalah mencari dan memastikan identitas anggota yang akan melakukan peminjaman.

Pustakawan dapat memeriksa informasi seperti:

  • Nomor anggota.
  • Nama anggota.
  • Status keanggotaan.
  • Masa berlaku keanggotaan.
  • Riwayat transaksi apabila diperlukan.

Tahap ini penting untuk memastikan transaksi dilakukan pada akun anggota yang benar.


2. Periksa Koleksi yang Akan Dipinjam

Setelah anggota teridentifikasi, pustakawan perlu memastikan koleksi yang akan dipinjam tersedia dan dapat dipinjam sesuai aturan perpustakaan.

Hal yang dapat diperiksa meliputi:

  • Judul.
  • Pengarang.
  • Kode koleksi.
  • Status koleksi.
  • Lokasi.
  • Ketersediaan.

Jika koleksi sedang dipinjam atau memiliki status tertentu, transaksi perlu disesuaikan dengan kebijakan perpustakaan.


3. Masukkan Koleksi ke Transaksi

Setelah anggota dan koleksi teridentifikasi, pustakawan melakukan proses transaksi peminjaman melalui modul sirkulasi.

Sistem kemudian akan mencatat hubungan antara:

Anggota + Koleksi + Tanggal Peminjaman + Jatuh Tempo

Informasi tersebut menjadi bagian dari riwayat transaksi.


4. Periksa Batas Peminjaman

Perpustakaan dapat memiliki aturan mengenai jumlah koleksi yang boleh dipinjam oleh seorang anggota.

Contohnya, suatu perpustakaan menetapkan:

Setiap anggota dapat meminjam maksimal sejumlah koleksi dalam periode tertentu.

Ketentuan tersebut harus dikonfigurasikan dan diterapkan secara konsisten.


5. Konfirmasi Transaksi

Setelah seluruh data diperiksa, transaksi dapat diselesaikan.

Pustakawan sebaiknya memastikan:

  • Anggota sudah benar.
  • Koleksi sudah benar.
  • Tanggal transaksi sesuai.
  • Jatuh tempo sesuai aturan.
  • Tidak terdapat masalah pada status anggota atau koleksi.

Dengan proses verifikasi tersebut, risiko kesalahan transaksi dapat diminimalkan.


Cara Melakukan Pengembalian Buku Menggunakan SLiMS

Pengembalian merupakan proses ketika koleksi yang sebelumnya dipinjam dikembalikan kepada perpustakaan.

Secara umum, alurnya adalah:

Identifikasi Transaksi → Periksa Koleksi → Proses Pengembalian → Periksa Keterlambatan → Selesaikan Transaksi


1. Identifikasi Transaksi Peminjaman

Pustakawan mencari transaksi peminjaman berdasarkan data anggota atau informasi koleksi.

Tujuannya adalah memastikan bahwa buku yang dikembalikan memang tercatat sebagai koleksi yang sedang dipinjam oleh anggota tersebut.


2. Periksa Kondisi Koleksi

Selain mencatat pengembalian, pustakawan juga dapat melakukan pemeriksaan kondisi fisik koleksi.

Periksa apakah:

  • Buku dalam kondisi baik.
  • Ada halaman yang rusak.
  • Sampul mengalami kerusakan.
  • Koleksi mengalami kehilangan bagian tertentu.
  • Terdapat kondisi lain yang perlu ditindaklanjuti.

Jika perpustakaan memiliki SOP khusus mengenai kerusakan koleksi, proses selanjutnya dapat mengikuti ketentuan tersebut.


3. Proses Pengembalian dalam Sistem

Setelah koleksi diperiksa, pustakawan memproses pengembalian pada sistem.

Status transaksi akan diperbarui sehingga koleksi dapat kembali tercatat sebagai tersedia apabila tidak ada kondisi lain yang menyebabkan koleksi perlu ditahan atau diberi status tertentu.


Bagaimana Jika Buku Terlambat Dikembalikan?

Keterlambatan merupakan salah satu kondisi yang perlu dikelola dalam layanan sirkulasi.

Misalnya:

Tanggal jatuh tempo: 10 September
Tanggal pengembalian: 15 September

Artinya terdapat selisih waktu antara tanggal yang ditentukan dengan tanggal pengembalian.

Jika perpustakaan menerapkan denda atau sanksi keterlambatan, sistem dan prosedur internal dapat digunakan untuk membantu menghitung dan mencatat kewajiban anggota.

Namun, besaran denda tidak dapat disamaratakan karena setiap perpustakaan dapat memiliki kebijakan yang berbeda.


Perpanjangan Masa Peminjaman

Dalam kondisi tertentu, anggota mungkin membutuhkan tambahan waktu untuk menggunakan koleksi.

Perpustakaan dapat menerapkan kebijakan perpanjangan sesuai kebutuhan.

Sebelum memberikan perpanjangan, pustakawan dapat memeriksa:

  • Apakah koleksi dapat diperpanjang?
  • Apakah anggota masih memenuhi syarat?
  • Apakah koleksi sedang dibutuhkan atau dipesan anggota lain?
  • Apakah jumlah perpanjangan masih sesuai aturan?

Jika diperbolehkan, transaksi dapat diperbarui melalui sistem sesuai konfigurasi perpustakaan.


Pengelolaan Riwayat Transaksi

Salah satu keuntungan pengelolaan sirkulasi secara digital adalah adanya pencatatan transaksi yang lebih terstruktur.

Riwayat dapat membantu pustakawan melihat aktivitas seperti:

  • Koleksi yang pernah dipinjam.
  • Waktu peminjaman.
  • Waktu pengembalian.
  • Status transaksi.
  • Aktivitas anggota.

Informasi tersebut dapat membantu ketika perpustakaan perlu melakukan penelusuran transaksi tertentu.


Mengelola Status Koleksi

Status koleksi menjadi bagian penting dalam sistem sirkulasi.

Sebuah buku dapat memiliki kondisi atau status yang berbeda, misalnya:

Status Keterangan
Tersedia Koleksi dapat digunakan atau dipinjam sesuai aturan
Dipinjam Koleksi sedang berada pada anggota
Terlambat Koleksi belum dikembalikan setelah jatuh tempo
Rusak Koleksi memerlukan penanganan tertentu
Hilang Koleksi dinyatakan hilang sesuai prosedur
Tidak tersedia Koleksi tidak dapat dipinjam untuk sementara

Pengelolaan status harus dilakukan secara konsisten agar informasi pada sistem sesuai dengan kondisi sebenarnya.


Pentingnya SOP dalam Pengelolaan Sirkulasi

Penggunaan SLiMS akan lebih efektif apabila didukung dengan Standard Operating Procedure (SOP).

SOP dapat mengatur:

Prosedur Peminjaman

Menjelaskan langkah yang harus dilakukan petugas ketika anggota meminjam koleksi.

Prosedur Pengembalian

Mengatur proses penerimaan dan pemeriksaan koleksi.

Prosedur Keterlambatan

Menjelaskan tindakan ketika anggota terlambat mengembalikan koleksi.

Prosedur Kerusakan

Mengatur bagaimana koleksi yang rusak ditangani.

Prosedur Kehilangan

Menentukan langkah yang dilakukan apabila koleksi tidak dapat dikembalikan.

Prosedur Perpanjangan

Menentukan kondisi dan batasan ketika anggota meminta perpanjangan.

SOP membantu memastikan setiap petugas menjalankan proses dengan cara yang seragam.


Pelatihan-Pelatihan Perpustakaan Berbasis SLiMS (Senayan Library Management System):

  1. Pelatihan SLiMS untuk Pemula: Panduan Lengkap Mengelola Perpustakaan Digital
  2. Cara Menggunakan SLiMS untuk Katalogisasi, Bibliografi, dan Pengelolaan Koleksi Perpustakaan
  3. Bimtek SLiMS untuk Pustakawan: Meningkatkan Kompetensi Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Digital
  4. Implementasi SLiMS di Perpustakaan Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Instansi Pemerintah

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengelolaan Sirkulasi

Meskipun menggunakan sistem digital, kesalahan masih dapat terjadi apabila prosedur tidak diterapkan dengan baik.

1. Salah Memilih Anggota

Petugas memilih akun anggota yang tidak sesuai.

Solusi:
Lakukan verifikasi identitas sebelum transaksi.

2. Salah Memilih Eksemplar

Judul buku benar, tetapi item atau eksemplar yang dipilih tidak sesuai.

Solusi:
Periksa kode atau identitas koleksi sebelum menyelesaikan transaksi.

3. Tidak Memeriksa Status Koleksi

Koleksi yang seharusnya tidak dipinjam diproses sebagai transaksi biasa.

Solusi:
Pastikan status koleksi diperiksa terlebih dahulu.

4. Mengabaikan Transaksi Terlambat

Keterlambatan tidak ditindaklanjuti sesuai SOP.

Solusi:
Lakukan monitoring transaksi secara berkala.

5. Data Tidak Konsisten

Petugas menggunakan prosedur berbeda ketika mengelola transaksi.

Solusi:
Gunakan SOP dan berikan pelatihan yang sama kepada seluruh petugas.


Tips Mengelola Sirkulasi SLiMS Secara Efektif

Agar layanan sirkulasi berjalan lebih optimal, perpustakaan dapat menerapkan beberapa tips berikut.

Gunakan Data Anggota yang Akurat

Perbarui informasi anggota secara berkala.

Pastikan Data Koleksi Lengkap

Katalogisasi dan data eksemplar harus dikelola dengan baik sebelum koleksi digunakan dalam transaksi.

Terapkan Aturan Peminjaman Secara Konsisten

Jangan membuat pengecualian tanpa prosedur yang jelas.

Lakukan Monitoring Transaksi

Periksa transaksi aktif dan transaksi yang mendekati atau melewati tanggal jatuh tempo.

Periksa Koleksi Saat Dikembalikan

Jangan hanya mengubah status transaksi, tetapi perhatikan juga kondisi fisik koleksi.

Lakukan Backup Database

Data transaksi merupakan bagian penting dari database perpustakaan sehingga perlu dikelola dan dicadangkan secara berkala.

Tingkatkan Kompetensi Petugas

Operator dan pustakawan perlu memahami tidak hanya cara menggunakan sistem, tetapi juga prosedur layanan sirkulasi.


Manfaat Pengelolaan Sirkulasi Berbasis SLiMS

Jika diterapkan dengan baik, sistem otomasi dapat membantu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.

Pelayanan Lebih Cepat

Proses pencatatan transaksi dapat dilakukan melalui sistem.

Data Lebih Terorganisir

Informasi transaksi tersimpan secara lebih sistematis.

Monitoring Lebih Mudah

Petugas dapat menelusuri aktivitas peminjaman dan pengembalian.

Pengelolaan Koleksi Lebih Efektif

Status koleksi dapat diperbarui berdasarkan transaksi.

Mendukung Evaluasi Layanan

Data transaksi dapat digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi aktivitas perpustakaan.


Contoh Alur Sirkulasi Perpustakaan Menggunakan SLiMS

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh alur sederhana.

Tahap 1 — Anggota datang

Tahap 2 — Petugas memeriksa data anggota

Tahap 3 — Koleksi dipilih

Tahap 4 — Petugas memeriksa status koleksi

Tahap 5 — Transaksi peminjaman dicatat dalam SLiMS

Tahap 6 — Sistem mencatat tanggal transaksi dan jatuh tempo sesuai konfigurasi

Tahap 7 — Anggota mengembalikan koleksi

Tahap 8 — Petugas memeriksa kondisi koleksi

Tahap 9 — Transaksi pengembalian diproses

Tahap 10 — Koleksi kembali dikelola sesuai statusnya

Alur tersebut dapat disesuaikan dengan SOP dan kebutuhan masing-masing perpustakaan.


Mengapa Pustakawan Perlu Menguasai Modul Sirkulasi?

Modul sirkulasi berhubungan langsung dengan aktivitas pelayanan kepada pemustaka. Kesalahan dalam pengoperasian dapat memengaruhi informasi mengenai status koleksi maupun transaksi anggota.

Karena itu, pustakawan perlu memahami:

  • Alur transaksi.
  • Pengelolaan data anggota.
  • Pengelolaan koleksi.
  • Peminjaman.
  • Pengembalian.
  • Perpanjangan.
  • Keterlambatan.
  • Pengelolaan status.
  • Riwayat transaksi.
  • Pelaporan.

Kemampuan tersebut akan membantu pustakawan menggunakan SLiMS sebagai bagian dari proses kerja, bukan sekadar sebagai aplikasi pencatatan.


Pelatihan SLiMS untuk Meningkatkan Kompetensi Pengelola Sirkulasi

Penguasaan modul sirkulasi akan lebih mudah jika peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung.

Dalam Pelatihan SLiMS, peserta dapat diberikan simulasi berdasarkan kondisi nyata di perpustakaan, seperti:

  • Membuat data anggota.
  • Melakukan transaksi peminjaman.
  • Melakukan pengembalian.
  • Melakukan perpanjangan.
  • Menangani transaksi terlambat.
  • Memeriksa status koleksi.
  • Melihat riwayat transaksi.
  • Mengelola laporan.
  • Melakukan troubleshooting sederhana.

Metode praktik membantu peserta memahami hubungan antara data anggota, koleksi, dan transaksi.


Kesimpulan

Pengelolaan sirkulasi perpustakaan menggunakan SLiMS dapat membantu perpustakaan mengelola proses peminjaman dan pengembalian secara lebih terstruktur.

Mulai dari identifikasi anggota, pengecekan koleksi, pencatatan peminjaman, pengelolaan jatuh tempo, pengembalian, perpanjangan, hingga monitoring transaksi dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan sirkulasi digital.

Namun, teknologi bukan satu-satunya faktor keberhasilan. Perpustakaan juga membutuhkan data yang akurat, SOP yang jelas, petugas yang kompeten, serta pengelolaan database yang baik.

Dengan kombinasi sistem dan kompetensi SDM yang tepat, layanan sirkulasi dapat menjadi lebih efektif dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pemustaka.


FAQ

Apa itu sirkulasi perpustakaan?

Sirkulasi adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan peminjaman, pengembalian, perpanjangan, dan pemantauan penggunaan koleksi perpustakaan oleh anggota.

Apakah SLiMS dapat digunakan untuk peminjaman dan pengembalian buku?

Ya, pengelolaan transaksi sirkulasi merupakan salah satu fungsi utama yang dapat dipelajari dalam penggunaan SLiMS.

Apakah SLiMS dapat mencatat keterlambatan pengembalian?

Pengelolaan keterlambatan dapat dilakukan berdasarkan konfigurasi dan kebijakan sirkulasi yang diterapkan oleh perpustakaan.

Apakah anggota dapat melakukan perpanjangan peminjaman?

Perpanjangan dapat diterapkan sesuai aturan dan konfigurasi perpustakaan, termasuk batasan atau kondisi tertentu.

Mengapa SOP diperlukan dalam pengelolaan sirkulasi?

SOP membantu memastikan setiap petugas melakukan proses peminjaman, pengembalian, keterlambatan, dan penanganan koleksi menggunakan prosedur yang konsisten.

Siapa yang perlu mengikuti pelatihan sirkulasi SLiMS?

Pelatihan dapat ditujukan kepada pustakawan, operator perpustakaan, tenaga administrasi, maupun staf yang bertanggung jawab terhadap layanan sirkulasi.


Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Sirkulasi Perpustakaan

Pengelolaan peminjaman dan pengembalian yang efektif membutuhkan perpaduan antara sistem otomasi, prosedur kerja, dan kompetensi SDM.

Melalui Pelatihan Perpustakaan Berbasis SLiMS, pustakawan dan pengelola perpustakaan dapat mempelajari penggunaan sistem secara lebih terstruktur melalui materi, praktik langsung, dan studi kasus.

PSKN Training Center siap membantu institusi meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan dalam mendukung proses digitalisasi layanan.

Tingkatkan kompetensi, optimalkan sirkulasi, dan wujudkan layanan perpustakaan yang lebih modern dan efisien.

Pusat Studi & Konsultasi Nasional (PSKN) Training Center
📱 0812-6660-0643
📧 info@pskn.co.id
🌐 www.pskn.co.id


Pelajari panduan pengelolaan sirkulasi perpustakaan menggunakan SLiMS, mulai dari peminjaman, pengembalian, perpanjangan hingga monitoring transaksi.

Juli 2026 Agustus 2026 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026 Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026 November 2026 Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026 Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026 Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026 Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026 Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026 Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan