Apa Itu Harga Perkiraan Sendiri (HPS)?

Tingkatkan kompetensi tim pengadaan di instansi Anda melalui In-House Training Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bersama PSKN Training Center. Dapatkan materi berbasis regulasi terbaru, studi kasus, praktik penyusunan HPS, serta pendampingan dari trainer berpengalaman agar proses pengadaan semakin efektif, efisien, dan akuntabel.

🚀 Konsultasikan kebutuhan pelatihan Anda hari ini dan dapatkan proposal resmi tanpa biaya.

📄 Download Proposal    📅 Jadwalkan Presentasi 

Tag Terkait

Rp5.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, salah satu dokumen yang memiliki peran sangat penting adalah Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Dokumen ini menjadi dasar bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam menetapkan kewajaran harga suatu pekerjaan sehingga proses pengadaan dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Masih banyak praktisi pengadaan yang memahami HPS hanya sebagai daftar harga atau estimasi anggaran. Padahal, HPS memiliki fungsi yang jauh lebih luas, mulai dari dasar evaluasi penawaran hingga alat pengendalian agar tidak terjadi pemborosan anggaran negara.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami secara lengkap mengenai pengertian HPS, dasar hukum, tujuan, manfaat, prinsip penyusunan, metode penyusunan, komponen, hingga kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunannya.

Bagi instansi yang ingin meningkatkan kompetensi SDM di bidang pengadaan, mengikuti In-House Training Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap proses pengadaan berjalan sesuai regulasi.

Pengertian Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perkiraan harga barang atau jasa yang disusun secara profesional oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum proses pemilihan penyedia dilaksanakan.

HPS bukan sekadar angka perkiraan, tetapi merupakan hasil analisis harga pasar yang memperhitungkan berbagai komponen biaya seperti:

  • Harga bahan baku
  • Upah tenaga kerja
  • Biaya transportasi
  • Biaya distribusi
  • Pajak
  • Overhead
  • Keuntungan yang wajar
  • Risiko pekerjaan

Dengan demikian, HPS mencerminkan harga yang realistis sesuai kondisi pasar pada saat penyusunan.

Dasar Hukum Penyusunan HPS

Penyusunan HPS diatur dalam berbagai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, di antaranya:

  • Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya.
  • Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021.
  • Peraturan LKPP mengenai Pedoman Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri.
  • Ketentuan teknis yang diterbitkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Referensi resmi dapat dipelajari melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di https://www.lkpp.go.id.


Mengapa HPS Sangat Penting?

Tanpa adanya HPS yang baik, proses pengadaan memiliki risiko besar seperti:

  • Harga terlalu mahal
  • Harga terlalu rendah
  • Gagal tender
  • Penyedia tidak berminat
  • Kerugian negara
  • Potensi temuan audit
  • Sengketa kontrak

Sebaliknya, HPS yang disusun secara profesional mampu menciptakan proses pengadaan yang lebih sehat.


Tujuan Penyusunan HPS

Secara umum, HPS memiliki beberapa tujuan utama.

1. Menentukan Kewajaran Harga

Harga yang digunakan dalam pengadaan harus sesuai dengan kondisi pasar.

2. Menjadi Acuan Evaluasi Penawaran

Panitia pengadaan dapat membandingkan penawaran peserta terhadap HPS.

3. Menghindari Pemborosan Anggaran

Belanja pemerintah harus memberikan value for money.

4. Menjamin Efisiensi Pengadaan

Pengadaan tidak boleh menghabiskan anggaran secara berlebihan.

5. Mendukung Akuntabilitas

Setiap angka yang digunakan memiliki dasar perhitungan yang jelas.


Fungsi HPS Dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Beberapa fungsi penting HPS meliputi:

  • Dasar evaluasi harga penawaran.
  • Acuan negosiasi harga.
  • Dasar pengendalian anggaran.
  • Alat mitigasi risiko mark-up.
  • Bukti pertanggungjawaban auditor.
  • Dasar penyusunan kontrak.
  • Acuan efisiensi belanja pemerintah.

Prinsip Penyusunan HPS

Penyusunan HPS harus memenuhi beberapa prinsip berikut.

Objektif

Disusun berdasarkan data nyata.

Transparan

Sumber data dapat dijelaskan.

Akuntabel

Dapat dipertanggungjawabkan.

Efisien

Menghasilkan harga yang optimal.

Aktual

Menggunakan harga terbaru.


Komponen Penyusun HPS

Dalam praktiknya, HPS terdiri atas berbagai komponen biaya.

KomponenPenjelasan
Harga BarangHarga pasar terbaru
Biaya PengirimanOngkos distribusi
PajakPPN dan pajak lainnya
AsuransiBila diperlukan
OverheadBiaya operasional
KeuntunganMargin keuntungan yang wajar
RisikoRisiko pelaksanaan pekerjaan

Sumber Data Penyusunan HPS

Beberapa sumber data yang dapat digunakan antara lain:

  • Survei pasar
  • Penawaran resmi dari beberapa penyedia
  • Katalog elektronik
  • Kontrak sejenis
  • Daftar harga distributor
  • Data BPS
  • Data kementerian teknis
  • Harga produsen
  • Referensi proyek sebelumnya

Semakin banyak sumber yang digunakan, semakin baik kualitas HPS.


Metode Penyusunan HPS

1. Survei Harga Pasar

Metode yang paling umum dilakukan.

2. Benchmark

Membandingkan harga dengan pekerjaan serupa.

3. Historical Price

Menggunakan data kontrak sebelumnya.

4. Analisis Biaya

Menghitung seluruh komponen biaya satu per satu.

5. Analisis AHSP

Digunakan khusus pekerjaan konstruksi.


Langkah-Langkah Menyusun HPS

Tahapan umum penyusunan HPS meliputi:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan.
  2. Menentukan spesifikasi teknis.
  3. Mengumpulkan data harga.
  4. Melakukan survei pasar.
  5. Menghitung seluruh komponen biaya.
  6. Menentukan keuntungan wajar.
  7. Memasukkan pajak.
  8. Menyusun dokumen HPS.
  9. Melakukan reviu internal.
  10. Menetapkan HPS.

Faktor yang Mempengaruhi Besarnya HPS

Nilai HPS dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Inflasi
  • Nilai tukar
  • Harga bahan baku
  • Kondisi geografis
  • Lokasi pekerjaan
  • Waktu pelaksanaan
  • Volume pekerjaan
  • Ketersediaan barang
  • Risiko distribusi
  • Kondisi ekonomi nasional

Kesalahan yang Sering Terjadi Dalam Penyusunan HPS

Kesalahan yang masih sering ditemukan antara lain:

  • Menggunakan harga lama.
  • Tidak melakukan survei pasar.
  • Hanya mengambil satu penawaran.
  • Tidak menghitung biaya distribusi.
  • Salah menghitung pajak.
  • Tidak memperhitungkan keuntungan wajar.
  • Mengabaikan kondisi daerah.
  • Menggunakan spesifikasi yang tidak sesuai.

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan HPS tidak mencerminkan kondisi pasar sebenarnya dan berpotensi menimbulkan permasalahan pada saat proses pengadaan maupun pemeriksaan.


Perbedaan HPS dan Pagu Anggaran

HPSPagu Anggaran
Estimasi harga wajarBatas anggaran yang tersedia
Berdasarkan survei pasarBerdasarkan dokumen anggaran
Digunakan dalam evaluasiDigunakan sebagai batas belanja
Disusun PPKDitetapkan dalam DPA/DIPA

Siapa yang Bertanggung Jawab Menyusun HPS?

Penyusunan HPS menjadi tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dalam praktiknya, PPK dapat dibantu oleh:

  • Tim teknis
  • Konsultan
  • Ahli estimasi biaya
  • Pejabat pengadaan
  • Unit kerja teknis

Walaupun demikian, tanggung jawab akhir tetap berada pada PPK.


Manfaat HPS Bagi Instansi Pemerintah

Instansi pemerintah memperoleh banyak manfaat dari penyusunan HPS yang tepat, antara lain:

  • Efisiensi penggunaan anggaran.
  • Pengadaan lebih kompetitif.
  • Mengurangi potensi sengketa.
  • Meminimalkan risiko audit.
  • Mendukung tata kelola yang baik.
  • Meningkatkan transparansi.
  • Mempercepat proses evaluasi.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Penyusun HPS

Perubahan regulasi dan dinamika harga pasar menuntut aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensinya. Pelatihan mengenai penyusunan HPS memberikan pemahaman praktis mengenai teknik survei harga, analisis biaya, penyusunan dokumen, hingga studi kasus yang sering dihadapi di lapangan.

Melalui In-House Training Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) peserta dapat mempelajari penyusunan HPS secara sistematis sesuai ketentuan yang berlaku serta memperoleh praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan instansi.

Kesimpulan

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) merupakan salah satu fondasi utama dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. HPS bukan sekadar daftar harga, melainkan hasil analisis yang disusun secara profesional berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyusunan HPS yang baik akan mendukung efisiensi anggaran, meningkatkan kualitas proses pengadaan, mengurangi risiko temuan audit, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Oleh karena itu, setiap PPK dan tim pengadaan perlu memahami prinsip, metode, serta teknik penyusunan HPS agar mampu menghasilkan estimasi harga yang wajar sesuai kondisi pasar dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)?

HPS adalah estimasi harga barang atau jasa yang disusun oleh PPK berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai acuan dalam proses pengadaan.

Apakah HPS sama dengan pagu anggaran?

Tidak. HPS merupakan estimasi harga yang wajar berdasarkan kondisi pasar, sedangkan pagu anggaran adalah batas maksimum dana yang tersedia dalam dokumen anggaran.

Siapa yang bertanggung jawab menyusun HPS?

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertanggung jawab menyusun HPS, dengan dukungan tim teknis atau tenaga ahli apabila diperlukan.

Mengapa survei pasar penting dalam penyusunan HPS?

Survei pasar memastikan bahwa harga yang digunakan dalam HPS mencerminkan kondisi pasar terkini sehingga menghasilkan estimasi yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Konsultasikan Kebutuhan Pelatihan Anda

Ingin meningkatkan kemampuan tim dalam menyusun HPS? Pelajari program In-House Training Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dirancang khusus untuk organisasi Anda.

Layanan yang tersedia:

  • 📄 Download Proposal
  • 📅 Jadwalkan Presentasi
  • 💬 Konsultasi Program Pelatihan
  • 💰 Permintaan Penawaran
  • 📞 Hubungi Tim Corporate Training
Juli 2026Agustus 2026Setember  2026
Kamis – Jum’at, 02-03 Juli 2026Kamis – Jum’at, 06-07 Agustus 2026Kamis – Jum’at, 03-04 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 09-10 Juli 2026Kamis – Jum’at, 13-14 Agustus 2026Kamis – Jum’at, 10-11 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 16-17 Juli 2026Kamis – Jum’at, 20-21 Agustus 2026Kamis – Jum’at, 17-18 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 23-24 Juli 2026Kamis – Jum’at, 27-28 Agustus 2026Kamis – Jum’at, 24-25 Setember  2026
Kamis – Jum’at, 30-31 Juli 2026

 

Oktober 2026November 2026Desember  2026
Kamis – Jum’at, 01-02 Oktober 2026Kamis – Jum’at, 05-06 November 2026Kamis – Jum’at, 03-04 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 08-09 Oktober 2026Kamis – Jum’at, 12-13 November 2026Kamis – Jum’at, 10-11 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 15-16 Oktober 2026Kamis – Jum’at, 19-20 November 2026Kamis – Jum’at, 17-18 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2026Kamis – Jum’at, 26-27 November 2026Kamis – Jum’at, 24-25 Desember 2026
Kamis – Jum’at, 29-30 Oktober 2026

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan