Pelatihan ESG Strategy Mastery: Mengintegrasikan Bisnis Berkelanjutan dalam Roadmap BUMN 2026-2030

Tingkatkan daya saing melalui Pelatihan ESG Strategy Mastery untuk Roadmap BUMN 2026-2030. Panduan lengkap integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis BUMN.

Tag Terkait

Rp4.000.000

Deskripsi dan Penjelasan

Dunia korporasi global saat ini tengah menyaksikan transformasi paling signifikan sejak Revolusi Industri. Fokus bisnis telah bergeser dari sekadar pengejaran laba jangka pendek menjadi penciptaan nilai jangka panjang yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau yang dikenal dengan istilah ESG (Environmental, Social, and Governance). Di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan krusial sebagai agen pembangunan sekaligus lokomotif ekonomi nasional. Oleh karena itu, menyelaraskan operasional BUMN dengan prinsip ESG bukan lagi sebuah opsi, melainkan keharusan strategis, terutama dalam menyongsong Roadmap BUMN 2026-2030.

Melalui Pelatihan ESG Strategy Mastery, para pemimpin dan pengambil kebijakan di BUMN dibekali dengan kerangka kerja untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap lini bisnis. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana strategi ESG menjadi pilar utama dalam peta jalan BUMN periode berikutnya, serta mengapa kompetensi ini menjadi aset paling berharga bagi profesional di sektor publik maupun privat.


Urgensi ESG dalam Menghadapi Peta Jalan BUMN Masa Depan

Roadmap BUMN 2026-2030 dirancang untuk memperkuat daya saing BUMN di kancah global. Tantangan yang dihadapi tidak hanya datang dari persaingan pasar, tetapi juga dari tuntutan investor internasional dan lembaga pembiayaan yang kini mewajibkan kepatuhan terhadap standar ESG. Tanpa strategi ESG yang solid, BUMN berisiko kehilangan akses terhadap green financing dan menghadapi hambatan ekspor di pasar yang memiliki regulasi emisi ketat, seperti Uni Eropa.

Selain tekanan eksternal, dorongan internal dari pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan POJK No. 51/2017 telah menetapkan kewajiban bagi lembaga jasa keuangan dan perusahaan terbuka untuk menyusun Laporan Keberlanjutan. Dalam periode 2026-2030, ekspektasi ini akan meningkat menjadi standar kinerja operasional harian, di mana setiap keputusan investasi BUMN harus melalui penyaringan (screening) ESG yang ketat.


Memahami Tiga Pilar ESG sebagai Fondasi Strategis

Dalam pelatihan ini, peserta diajak mendalami tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak bisnis berkelanjutan. Ketiga pilar ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkelindan dalam membentuk reputasi dan ketahanan perusahaan.

Pilar Environmental: Melampaui Sekadar Penanaman Pohon

Fokus lingkungan dalam ESG sering kali disalahpahami hanya sebatas kegiatan CSR penghijauan. Dalam konteks strategis, pilar ini mencakup:

  • Transisi Energi: Bagaimana BUMN energi mulai mendiversifikasi portofolio mereka ke arah Energi Baru Terbarukan (EBT).

  • Manajemen Karbon: Implementasi Carbon Tax dan Carbon Trading yang akan menjadi komponen biaya nyata di masa depan.

  • Ekonomi Sirkular: Mengoptimalkan penggunaan sumber daya melalui proses daur ulang dan pengurangan limbah dalam rantai pasok.

Pilar Social: Membangun Modal Manusia dan Dampak Masyarakat

Sektor sosial berfokus pada hubungan BUMN dengan manusia. Poin-poin kritisnya meliputi:

  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3): Standar keselamatan yang tinggi sebagai bentuk perlindungan aset manusia.

  • Keanekaragaman dan Inklusi: Menciptakan lingkungan kerja yang adil tanpa diskriminasi, yang terbukti meningkatkan inovasi.

  • Hubungan Komunitas: Transformasi dari bantuan tunai menjadi program pemberdayaan masyarakat yang menciptakan kemandirian ekonomi.

Pilar Governance: Mesin Transparansi dan Etika

Tata kelola adalah perekat yang menyatukan pilar lingkungan dan sosial. Tanpa tata kelola yang baik, inisiatif keberlanjutan hanya akan menjadi greenwashing.

  • Anti-Korupsi dan Integritas: Penguatan sistem pengawasan internal dan manajemen risiko.

  • Transparansi Pelaporan: Ketersediaan data yang akurat dan dapat diverifikasi oleh pihak ketiga.

  • Struktur Dewan: Peran komisaris dalam mengawasi isu-isu keberlanjutan secara aktif.


Kurikulum Pelatihan ESG Strategy Mastery untuk Level Eksekutif

Untuk mencapai kompetensi “mastery”, pelatihan ini disusun dengan pendekatan yang praktis dan berbasis data. Berikut adalah struktur modul yang biasanya diberikan kepada peserta dari lingkungan BUMN:

Modul PelatihanCakupan MateriKompetensi yang Dihasilkan
Pondasi ESG & RegulasiStandar global (GRI, SASB, TCFD) dan regulasi lokal (POJK).Kepatuhan hukum dan standar internasional.
Materiality AssessmentTeknik identifikasi isu kritis yang berdampak pada finansial.Kemampuan memprioritaskan isu ESG yang relevan.
ESG Data ManagementDigitalisasi pengumpulan data emisi dan sosial.Keahlian dalam mengolah data menjadi laporan strategis.
Sustainable FinanceInstrumen Green Bond, Sukuk, dan Sustainability-linked Loans.Akses ke sumber pendanaan murah dan berkelanjutan.
ESG LeadershipBudaya keberlanjutan dan manajemen perubahan.Kemampuan memimpin transformasi organisasi.

Strategi Integrasi ESG dalam Roadmap BUMN 2026-2030

Bagaimana sebuah BUMN mulai mengintegrasikan ESG ke dalam dokumen rencana strategis (RJPP) mereka untuk periode 2026-2030? Pelatihan ini memberikan langkah-langkah metodis:

1. Diagnosis dan Gap Analysis

Langkah awal adalah melihat posisi BUMN saat ini dibandingkan dengan pemimpin industri global. Analisis kesenjangan ini membantu perusahaan memahami apa yang masih kurang, apakah itu dalam hal kebijakan, sumber daya manusia, atau infrastruktur teknologi untuk memantau emisi.

2. Penentuan KPI Keberlanjutan

Integrasi hanya akan berhasil jika aspek ESG dimasukkan ke dalam Key Performance Indicators (KPI) manajemen. Jika seorang direktur hanya dinilai berdasarkan laba bersih, maka isu lingkungan akan selalu dikesampingkan. Dalam Roadmap 2026-2030, KPI harus mencakup skor intensitas emisi atau tingkat kepuasan komunitas sekitar.

3. Penyelarasan dengan Agenda Nasional (SDGs)

BUMN harus memastikan bahwa target perusahaan selaras dengan target pemerintah dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Misalnya, BUMN infrastruktur harus mendukung target akses air bersih atau pemukiman yang layak, yang semuanya harus terdokumentasi dalam strategi ESG perusahaan.


Tantangan Nyata Implementasi ESG di Lingkungan BUMN

Tidak dapat dipungkiri bahwa implementasi ESG memiliki tantangan yang kompleks. Beberapa kendala yang sering ditemui dan dibahas dalam pelatihan meliputi:

  • Biaya Investasi Awal: Teknologi ramah lingkungan seringkali mahal di awal, meskipun menghemat biaya di jangka panjang.

  • Budaya Organisasi: Mengubah pola pikir karyawan yang sudah terbiasa dengan cara-cara lama yang tidak berkelanjutan.

  • Kesiapan Data: Mengumpulkan data dari ribuan vendor atau unit kerja di seluruh Indonesia bukanlah tugas yang mudah.

  • Ketidaksamaan Standar: Adanya berbagai kerangka pelaporan global terkadang membuat manajemen bingung dalam memilih standar mana yang harus diikuti.


Studi Kasus 1: Transformasi Hijau Sektor Energi (PT Pertamina)

Pertamina adalah contoh nyata bagaimana sebuah BUMN menghadapi dilema energi fosil. Melalui strategi ESG yang kuat, Pertamina mulai mengalihkan fokus dari “Oil & Gas Company” menjadi “Energy Company”.

  • Inisiatif: Pengembangan Geothermal dan Bioenergi.

  • Hasil: Penurunan emisi karbon yang signifikan dan peningkatan rating ESG dari lembaga internasional seperti Sustainalytics, yang kemudian mempermudah mereka mendapatkan pendanaan internasional untuk proyek transisi energi.


Studi Kasus 2: Keberlanjutan Inklusi Keuangan (Bank Rakyat Indonesia – BRI)

BRI telah membuktikan bahwa pilar “Social” dapat menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Dengan fokus pada segmen UMKM, BRI menjalankan strategi ESG yang berfokus pada inklusi keuangan.

  • Inisiatif: Penyaluran kredit berkelanjutan kepada jutaan pengusaha mikro.

  • Hasil: BRI sukses menerbitkan Sustainability Bond dengan permintaan yang meluap dari investor global, menunjukkan bahwa pasar sangat menghargai dampak sosial yang terukur.


Studi Kasus 3: Digitalisasi Hijau (Telkom Indonesia)

Telkom mengintegrasikan ESG melalui pilar lingkungan dan tata kelola digital. Mereka berfokus pada efisiensi energi di Data Center dan memastikan perlindungan data privasi konsumen sebagai bagian dari tata kelola yang baik.

  • Inisiatif: Implementasi Green Data Center dan sistem keamanan siber yang berlapis.

  • Hasil: Peningkatan kepercayaan investor dan efisiensi biaya listrik yang merupakan beban operasional terbesar di industri telekomunikasi.


Artikel Terkait:

  1. Panduan Praktis Materiality Assessment untuk BUMN Sektor Infrastruktur

  2. Cara Mengukur ROI dari Investasi Sosial dan Lingkungan di Perusahaan BUMN

  3. Mengenal Green Bond: Peluang Pendanaan Baru untuk Transformasi BUMN 2030

  4. Manajemen Risiko Perubahan Iklim: Menghadapi Tantangan Roadmap BUMN 2026-2030

  5. Teknologi Blockchain: Solusi Transparansi Tata Kelola dalam Rantai Pasok BUMN


Peran Teknologi Digital dalam Memonitor Kinerja ESG

Di era 2026-2030, manajemen ESG tidak mungkin lagi dilakukan secara manual menggunakan tabel excel sederhana. Pelatihan ESG Strategy Mastery menekankan pentingnya penggunaan platform digital.

  • Real-time Monitoring: Memantau konsumsi energi dan emisi secara langsung dari sensor di lapangan.

  • Blockchain untuk Transparansi: Menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi asal-usul bahan baku dalam rantai pasok agar bebas dari praktik perusakan hutan atau kerja paksa.

  • AI untuk Prediksi Risiko: Menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi dampak perubahan iklim terhadap aset fisik BUMN, seperti pelabuhan atau jaringan listrik.


Keuntungan Finansial dari Implementasi Strategi ESG

Implementasi ESG seringkali dianggap sebagai beban biaya, padahal fakta menunjukkan sebaliknya. Berbagai studi membuktikan bahwa perusahaan dengan skor ESG tinggi memiliki performa finansial yang lebih stabil.

  1. Efisiensi Biaya: Pengurangan limbah dan penghematan energi secara langsung menurunkan beban operasional.

  2. Mitigasi Risiko: Menghindari denda regulasi dan tuntutan hukum dari masyarakat terkait pencemaran.

  3. Premi Harga: Konsumen modern bersedia membayar lebih untuk produk atau layanan yang dihasilkan secara etis.

  4. Loyalitas Karyawan: Tingkat pergantian karyawan (turnover) lebih rendah karena karyawan merasa bangga bekerja di perusahaan yang bertanggung jawab.


Membangun Budaya Keberlanjutan di Seluruh Jenjang Organisasi

Integrasi ESG dalam Roadmap BUMN 2026-2030 membutuhkan perubahan budaya. Hal ini tidak bisa hanya dipahami oleh level Direksi.

  • Edukasi Menyeluruh: Setiap karyawan, hingga tingkat operasional terkecil, harus memahami mengapa mereka tidak boleh membuang limbah sembarangan atau mengapa integritas data itu penting.

  • Insentif Hijau: Memberikan penghargaan bagi unit kerja yang berhasil mencapai target efisiensi energi atau inovasi sosial terkecil sekalipun.

  • Duta ESG internal: Membentuk komunitas internal yang menjadi katalisator bagi perubahan perilaku di lingkungan kantor.


Masa Depan BUMN di Tahun 2030: Menjadi Pemain Global yang Beretika

Visi BUMN di tahun 2030 adalah menjadi perusahaan berkelas dunia. Namun, di panggung dunia, etika bisnis adalah “tiket masuk”. Perusahaan yang mengabaikan ESG akan dikucilkan dari ekosistem bisnis modern. Dengan mengikuti Pelatihan ESG Strategy Mastery, BUMN tidak hanya bersiap untuk patuh, tetapi bersiap untuk memimpin.

Integrasi ini juga membantu Indonesia mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060. BUMN, dengan skala ekonominya yang besar, memiliki kekuatan untuk mengubah pasar. Jika seluruh BUMN menerapkan standar pengadaan barang ramah lingkungan, maka seluruh ekosistem vendor di Indonesia akan ikut berubah.


Standar Pelaporan Internasional yang Harus Dikuasai

Dalam modul lanjutan Pelatihan ESG Strategy Mastery, peserta akan diajarkan cara menyusun laporan menggunakan kerangka kerja yang diakui dunia:

  • Global Reporting Initiative (GRI): Standar paling populer yang fokus pada dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial.

  • Sustainability Accounting Standards Board (SASB): Standar yang lebih spesifik industri dan fokus pada kepentingan investor.

  • Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD): Standar yang wajib dikuasai untuk menjelaskan risiko perubahan iklim terhadap stabilitas keuangan perusahaan.

  • Integrated Reporting (IR): Cara menyatukan laporan tahunan keuangan dengan laporan keberlanjutan dalam satu narasi yang utuh.


Menghadapi Tahun Transisi 2025: Persiapan Menuju 2026

Tahun 2025 akan menjadi tahun krusial bagi BUMN untuk melakukan “bersih-bersih” dan penataan strategi. Sebelum memasuki Roadmap 2026, setiap BUMN disarankan untuk:

  1. Melakukan audit keberlanjutan secara menyeluruh.

  2. Membentuk departemen khusus atau komite ESG di bawah pengawasan langsung direksi.

  3. Melatih setidaknya 30% dari talenta kunci mereka melalui program pelatihan ESG yang tersertifikasi.


Kesimpulan: ESG Sebagai Warisan untuk Generasi Mendatang

Pada akhirnya, mengintegrasikan bisnis berkelanjutan dalam Roadmap BUMN 2026-2030 bukan hanya soal angka dan rating. Ini adalah soal warisan (legacy). BUMN didirikan untuk kemakmuran rakyat, dan kemakmuran tidak akan bisa tercapai jika lingkungan kita rusak atau kesenjangan sosial semakin melebar.

Melalui Pelatihan ESG Strategy Mastery, manajemen BUMN memiliki kesempatan untuk menulis ulang sejarah korporasi Indonesia—sebuah sejarah di mana pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan kelestarian alam dan keadilan sosial.


Tingkatkan daya saing melalui Pelatihan ESG Strategy Mastery untuk Roadmap BUMN 2026-2030. Panduan lengkap integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis BUMN.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa itu Pelatihan ESG Strategy Mastery dan mengapa spesifik untuk BUMN?

Pelatihan ini adalah program pengembangan kapasitas tingkat lanjut yang dirancang untuk membekali manajemen dengan keterampilan menyusun, mengimplementasikan, dan melaporkan strategi keberlanjutan. Spesifik untuk BUMN karena peran strategis mereka dalam ekonomi nasional dan kewajiban mereka mendukung target pembangunan berkelanjutan pemerintah.

2. Apakah ESG hanya relevan untuk BUMN di sektor energi atau manufaktur?

Tidak. ESG relevan untuk semua sektor. BUMN di sektor perbankan fokus pada sustainable finance, sektor telekomunikasi fokus pada privasi data dan efisiensi energi data center, dan sektor jasa fokus pada pengembangan modal manusia dan tata kelola transparan.

3. Bagaimana strategi ESG memengaruhi rating perusahaan di mata investor?

Investor kini menggunakan skor ESG sebagai proksi untuk manajemen risiko. Perusahaan dengan strategi ESG yang jelas dianggap lebih tangguh terhadap guncangan regulasi, perubahan iklim, dan konflik sosial, sehingga dinilai memiliki risiko investasi yang lebih rendah.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan ESG ke dalam Roadmap BUMN?

Proses integrasi menyeluruh biasanya memakan waktu 1-3 tahun, tergantung pada kompleksitas organisasi. Namun, langkah-langkah strategis harus dimulai sejak penyusunan rencana jangka panjang (RJPP) untuk periode 2026-2030.

5. Apakah pelatihan ini membantu BUMN dalam mencapai target Net Zero Emission Indonesia?

Sangat membantu. Pelatihan ini mencakup metodologi penghitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan penyusunan strategi dekarbonisasi yang realistis namun ambisius sesuai dengan target nasional.

6. Apa dampak kegagalan BUMN dalam menerapkan ESG pada tahun 2026 nanti?

Risikonya meliputi kesulitan mendapatkan pendanaan internasional, potensi boikot produk di pasar global, denda regulasi dari otoritas terkait, serta penurunan citra perusahaan di mata publik yang semakin sadar akan isu lingkungan dan sosial.

7. Standar mana yang paling baik digunakan untuk pelaporan ESG BUMN?

OJK mewajibkan standar yang selaras dengan POJK 51/2017. Namun, untuk menarik investor global, sangat disarankan untuk mengadopsi standar GRI dan TCFD karena kedua standar ini paling banyak diterima secara internasional.



Jangan biarkan organisasi Anda tertinggal dalam arus perubahan global yang menuntut keberlanjutan di setiap lini. Bekali tim strategis Anda dengan pemahaman mendalam dan alat praktis melalui program pengembangan kapasitas terbaik. Jadilah bagian dari transformasi besar menuju BUMN yang lebih tangguh, beretika, dan berdampak nyata bagi bangsa. Daftarkan tim manajemen Anda dalam sesi Pelatihan ESG Strategy Mastery sekarang untuk mengamankan posisi BUMN Anda dalam Roadmap 2026-2030. Bersama-sama, kita bangun bisnis yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi kehidupan bagi generasi mendatang!

Bulan Juli 2025

Bulan Agustus 2025

Bulan September 2025

Kamis-Jumat, 10-11 Juli 2025Kamis-Jumat, 7-8 Agustus 2025Kamis-Jumat, 4-5 September 2025
Kamis-Jumat, 17-18 Juli 2025Kamis-Jumat, 14-15 Agustus 2025Kamis-Jumat, 11-12 September 2025
Kamis-Jumat, 24-25 Juli 2025Kamis-Jumat, 20-21 Agustus 2025Kamis-Jumat, 18-19 September 2025
Rabu-Kamis, 30-31 Juli 2025Kamis-Jumat, 28-29 Agustus 2025kamis-jumat, 25-26 September 2025

Bulan Oktober 2025

Bulan November 2025

Bulan Desember 2025

Kamis-Jumat, 2-3 Oktober 2025Kamis-Jumat, 6-7 November 2025Kamis-Jumat, 4-5 Desember 2025
Kamis-Jumat, 9-10 Oktober 2025Kamis-Jumat, 13-14 November 2025Kamis-Jumat, 11-12 Desember 2025
Kamis-Jumat, 16-17 Oktober 2025Kamis-Jumat, 20-21 November 2025Kamis-Jumat, 18-19 Desember 2025
Kamis-Jumat, 23-24oktober 2025kamis-jumat, 27-28 November 2025kamis-jumat, 25-26 Desember 2025

Jakarta

Yello hotel harmoni


Jl. Hayam Wuruk No.6, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120


Yogjakarta

Unisi Hotel Malioboro

Jl. Ps. Kembang No.42, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271


Surabaya

Hotel La Lisa Surabaya

Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284


Malang

Gets Hotel Malang

Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119


Samarinda

Hotel Horison Samarinda

Jl. Imam Bonjol No.9, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242


 Bandung

Best Western Premier La Grande
Jl. Merdeka No.25-29, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117


Bali

Hotel ZIA Bali – Kuta

Jl. ​Ciung Wanara 17, Br. Tegal, Kuta, Kec. Kuta, Kuta, Bali 80361


Lombok

Montana Premier Senggigi

Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83355

Labuhan Bajo

Parlezo Hotel

GV6M+282, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim


Makassar

favehotel Pantai Losari – Makassar

Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


Manado

Whiz Prime Hotel Megamas Manado

Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara 95111


Banjarmasin

favehotel Ahmad Yani Banjarmasin

Jl. Ahmad Yani No.Km.2 No.35, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122


Palembang

BATIQA Hotel Palembang

Jl. Kapten A. Rivai No.219, 26 Ilir D. I, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121


Medan

favehotel S. Parman – Medan

Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152


Kota batu

Gendhis Batu Boutique Hotel

Jl. Panglima Sudirman No.7, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65311


Bogor

Amaris Hotel Padjajaran Bogor

Jl. Raya Pajajaran No.25, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

TIDAK MENGINAP
Rp. 4.000.000
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
Rp. 5.000.000
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
Rp. 2.500.000
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
Note: Biaya dapat berubah sesuai lokasi dan Durasi Pelatihan/Bimtek yang di laksanakan