Meningkatkan Profesionalisme dan Akuntabilitas Pelayanan Kefarmasian di Era Transformasi Kesehatan
Dalam rangka memperkuat tata kelola dan pelaporan kefarmasian di lingkungan Dinas Kesehatan, StudiKnas Training Center (Pusat Studi Konsultasi Nasional) kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema “Optimalisasi Tata Kelola dan Pelaporan Kefarmasian untuk Mewujudkan Akuntabilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan”.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, dan diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada bulan November 2025.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pelayanan kefarmasian. Dengan tuntutan reformasi birokrasi dan transformasi kesehatan nasional yang semakin kuat, setiap aparatur di bidang farmasi dituntut untuk memiliki kemampuan manajerial, analitis, serta kemampuan teknis dalam menyusun dan melaporkan kegiatan kefarmasian secara akuntabel dan transparan.
Latar Belakang Penyelenggaraan
Pelayanan kefarmasian memegang peranan penting dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat. Kefarmasian tidak hanya mencakup penyediaan obat yang berkualitas dan terjangkau, tetapi juga pengelolaan, pendistribusian, serta pelaporan yang transparan dan terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional.
Seiring berkembangnya regulasi baru, seperti penguatan kebijakan sistem informasi kefarmasian, kewajiban pelaporan stok obat, dan penerapan standar akuntabilitas publik, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai tata kelola farmasi yang sesuai dengan regulasi dan pedoman teknis yang berlaku.
Di sinilah pentingnya kegiatan Bimtek seperti ini—untuk memberikan pembekalan dan penyegaran kepada para pejabat, tenaga kefarmasian, serta staf administrasi agar mampu bekerja dengan lebih sistematis, profesional, dan terarah.
Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan utama dari kegiatan Bimtek ini meliputi:
Meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip dasar tata kelola dan pelaporan kefarmasian yang efektif dan efisien.
Mendorong penerapan akuntabilitas publik dalam setiap tahapan pengelolaan obat dan alat kesehatan.
Meningkatkan kompetensi SDM Dinas Kesehatan dalam hal perencanaan kebutuhan obat, pengadaan, distribusi, hingga pelaporan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Menguatkan koordinasi antar unit pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan manajemen kefarmasian terpadu berbasis data.
Mendorong inovasi pelayanan dengan memanfaatkan sistem digital dan aplikasi pelaporan berbasis teknologi informasi.
Dengan pencapaian tujuan-tujuan tersebut, diharapkan peserta dapat membawa pulang pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan di daerah masing-masing, khususnya dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksanaan dan Metode Bimtek
Kegiatan ini dilaksanakan selama beberapa hari di salah satu hotel di Denpasar dengan suasana yang kondusif dan interaktif. Para peserta mengikuti berbagai sesi yang dikemas secara dinamis, meliputi:
Paparan Materi Interaktif: Pemaparan disampaikan oleh narasumber berpengalaman di bidang manajemen kefarmasian dan kebijakan publik kesehatan.
Diskusi dan Studi Kasus: Peserta diajak menganalisis permasalahan nyata yang sering muncul di lapangan terkait tata kelola obat dan pelaporan.
Simulasi dan Latihan Praktik: Termasuk latihan penyusunan laporan kefarmasian sesuai format baku serta simulasi penggunaan sistem pelaporan digital.
Sesi Tanya Jawab dan Evaluasi: Untuk memperdalam pemahaman dan menilai sejauh mana peningkatan kapasitas peserta selama pelatihan.
Metode pelatihan yang diterapkan oleh StudiKnas Training Center mengedepankan pendekatan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di lingkungan kerja mereka.
Materi Pokok yang Diajarkan
Beberapa pokok materi yang disampaikan selama kegiatan Bimtek ini antara lain:
Kebijakan Nasional dan Daerah tentang Pengelolaan Kefarmasian
Sistem Informasi Manajemen Kefarmasian (SIMK) dan Digitalisasi Laporan
Standar Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Kesehatan
Penyusunan dan Pelaporan Data Stok Obat dan Alkes
Pengendalian Mutu dan Audit Internal dalam Pelayanan Kefarmasian
Manajemen Risiko dan Kepatuhan dalam Pengelolaan Obat
Strategi Optimalisasi Akuntabilitas Layanan Kesehatan
Penyusunan Rencana Aksi Penguatan Tata Kelola Farmasi Daerah
Dengan cakupan materi yang komprehensif, peserta mendapatkan wawasan menyeluruh mengenai peran strategis tata kelola farmasi dalam sistem kesehatan daerah.
Suasana Kegiatan dan Antusiasme Peserta
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi.
Diskusi berlangsung aktif dengan banyak pertanyaan dan pengalaman lapangan yang dibagikan, menciptakan suasana belajar kolaboratif yang sangat positif.
Dalam sesi akhir kegiatan, peserta juga melakukan refleksi terhadap praktik manajemen farmasi yang selama ini dijalankan di daerah. Beberapa permasalahan yang diangkat, seperti keterlambatan pelaporan, kesulitan integrasi data, hingga kendala dalam pengadaan obat, menjadi bahan pembelajaran penting untuk perbaikan ke depan.
Manfaat yang Diperoleh Peserta
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh berbagai manfaat strategis, antara lain:
Peningkatan kompetensi teknis dan administratif dalam pengelolaan data kefarmasian.
Pemahaman mendalam mengenai regulasi dan standar nasional pelayanan farmasi.
Kemampuan menyusun laporan kefarmasian secara akurat dan akuntabel.
Wawasan baru tentang penerapan sistem digital pelaporan obat dan alat kesehatan.
Penguatan jejaring kerja dan kolaborasi antar tenaga farmasi dan pengelola program kesehatan.
Dengan demikian, hasil akhir dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu peserta, tetapi juga memperkuat kelembagaan Dinas Kesehatan secara keseluruhan.
Penutupan dan Harapan ke Depan
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyampaian pesan motivasi dari perwakilan StudiKnas Training Center. Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menegaskan kembali pentingnya peningkatan kompetensi SDM kesehatan sebagai bagian dari transformasi sektor kesehatan nasional.
Peserta juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar, profesional, dan sangat relevan dengan kebutuhan lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dapat terus meningkatkan mutu tata kelola kefarmasian dan memperkuat sistem pelaporan yang transparan, efektif, dan berbasis teknologi informasi.
Komitmen bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan lembaga pelatihan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Tentang StudiKnas Training Center
StudiKnas Training Center – Pusat Studi Konsultasi Nasional merupakan lembaga penyelenggara pelatihan dan konsultasi profesional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah, lembaga teknis, dan sektor swasta.
Dengan pengalaman panjang dalam menyelenggarakan Bimtek, Diklat, dan Workshop di berbagai bidang, StudiKnas terus berkomitmen memberikan layanan pelatihan yang relevan, inovatif, dan berbasis praktik nyata.
Melalui program-program seperti Bimtek Tata Kelola Kefarmasian ini, StudiKnas berperan aktif dalam mendukung terciptanya SDM unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan era digital pemerintahan modern.
📍 Lokasi Kegiatan: Denpasar, Bali
🗓️ Waktu: November 2025
🏢 Peserta: Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau
📞 Kontak: 0812 6660 0643
🌐 Website: www.trainingpskn.com
📸 IG: @training_pskn

Kegiatan Bimtek Dinas Kesehatan Pulang Pisau di Bali membahas tata kelola dan pelaporan kefarmasian untuk meningkatkan akuntabilitas layanan kesehatan.