Jakarta, 12 Desember 2024 – PT. Telkom Sigma (Sigma), sebagai salah satu pilar utama dalam ekosistem digital dan teknologi di Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui penyelenggaraan Inhouse Training (IHT) yang intensif.
Pelatihan bertajuk “Teknik Perhitungan, Verifikasi dan Implementasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)” ini sukses digelar selama dua hari penuh, yakni pada tanggal 11 hingga 12 Desember 2024, di Jakarta. Kerja sama strategis dijalin dengan StudiKnas Training Center (PSKN), sebuah lembaga yang diakui memiliki keahlian mendalam dalam regulasi dan implementasi TKDN.
Langkah proaktif PT. Telkom Sigma ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk memastikan setiap pengadaan dan pengembangan solusi teknologi yang dilakukan perusahaan memiliki dampak multiplier effect yang maksimal terhadap pertumbuhan industri nasional. Di tengah percepatan transformasi digital dan besarnya kebutuhan infrastruktur TIK, peran Telkom Sigma dalam mengoptimalkan TKDN menjadi sangat krusial.
Pelatihan internal (IHT) dipilih sebagai format yang paling efektif karena memungkinkan penyesuaian materi secara spesifik dengan case study yang relevan dengan bisnis inti PT. Telkom Sigma, mulai dari layanan cloud, sistem integrasi, hingga digital platform. Hal ini memastikan bahwa pengetahuan yang diterima peserta langsung dapat diaplikasikan untuk menghasilkan solusi yang tidak hanya berteknologi tinggi, tetapi juga compliant dan berkontribusi pada kemandirian bangsa.
Fokus Materi dan Antusiasme Peserta
Sesi inhouse training ini diikuti secara antusias oleh puluhan perwakilan kunci dari berbagai departemen di PT. Telkom Sigma, termasuk tim pengadaan (Procurement), keuangan (Finance), pengembangan produk (Product Development), dan legal (Legal). Kehadiran peserta lintas divisi ini menunjukkan kesadaran perusahaan bahwa implementasi TKDN adalah tanggung jawab bersama yang terintegrasi di seluruh rantai nilai bisnis.
Materi pelatihan yang disampaikan oleh tim ahli dari PSKN dirancang komprehensif, mencakup spektrum penuh dari teori dasar hingga praktik penghitungan dan verifikasi yang kompleks. Beberapa modul utama yang menjadi sorotan meliputi:
- Pemahaman Regulasi Terbaru dan Landscape Kebijakan: Mendalami Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri (Permen) terbaru, termasuk dinamika perubahan kebijakan di tahun 2024/2025 yang semakin ketat, seperti yang terlihat pada sektor ketenagalistrikan (Permen ESDM) atau industri spesifik (Permenperin). Materi ini berfokus pada potensi sanksi dan penghargaan (insentif) yang terkait dengan pencapaian target TKDN.
- Teknik Perhitungan TKDN Barang dan Jasa: Peserta dibekali metode praktis dan simulasi untuk menghitung nilai TKDN. Ini mencakup perhitungan biaya tidak langsung (overhead), nilai bahan baku lokal, tenaga kerja langsung, dan local content pada jasa TIK yang seringkali memiliki kompleksitas tersendiri dibandingkan produk manufaktur.
- Prosedur Verifikasi dan Sertifikasi TKDN: Memahami alur kerja resmi, persyaratan dokumen, dan peran lembaga verifikator (seperti Surveyor Indonesia atau Sucofindo) dalam mendapatkan Sertifikat TKDN (S-TKDN) yang valid.
- Strategi Peningkatan dan Kepatuhan (Compliance): Membahas langkah-langkah nyata yang dapat diambil Telkom Sigma untuk meningkatkan persentase TKDN pada produk dan jasanya, termasuk kemitraan strategis dengan UMKM lokal dan vendor teknologi domestik.
Antusiasme peserta tercermin dalam tingginya interaksi selama sesi studi kasus. Para peserta secara aktif membahas tantangan spesifik yang mereka hadapi di lapangan, terutama dalam mengkalkulasi TKDN untuk pengadaan solusi software dan hardware dengan komponen impor yang signifikan.
Urgensi TKDN di Sektor Teknologi dan Digital
TKDN bukan lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi mandat ekonomi nasional yang strategis. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri secara agresif untuk mencapai kemandirian ekonomi, menekan defisit perdagangan, dan menciptakan lapangan kerja.
Di sektor TIK, urgensi ini semakin tinggi. Ketergantungan terhadap produk dan teknologi asing dalam pengadaan barang dan jasa, terutama di BUMN seperti Telkom Sigma, dapat menimbulkan risiko keamanan data, masalah kedaulatan digital, dan kerugian ekonomi. Oleh karena itu, inhouse training ini hadir sebagai langkah mitigasi risiko sekaligus peluang bisnis.
Dengan menguasai teknik perhitungan TKDN secara presisi, PT. Telkom Sigma dapat:
- Memenangkan Proyek Pemerintah: Kepatuhan dan capaian nilai TKDN yang tinggi menjadi syarat wajib dan keunggulan kompetitif dalam tender pengadaan barang/jasa pemerintah dan BUMN lainnya.
- Optimalisasi Anggaran: Dengan mengidentifikasi potensi sumber daya lokal, perusahaan dapat mengurangi biaya logistik dan valuta asing.
- Peta Jalan Produk: Hasil pelatihan ini akan membantu divisi Product Development menyusun peta jalan produk baru yang dirancang sejak awal dengan fokus pada kandungan lokal yang tinggi.
Peran StudiKnas Training Center (PSKN) sebagai Mitra Kompeten
Pemilihan StudiKnas Training Center (PSKN) sebagai mitra penyelenggara menunjukkan keseriusan PT. Telkom Sigma dalam mendapatkan materi yang berkualitas dan terpercaya. PSKN dikenal memiliki track record yang kuat dalam memberikan pelatihan regulasi, governance, dan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk BUMN.
Para trainer dari PSKN yang terlibat dalam IHT ini adalah praktisi yang tidak hanya memahami teori regulasi, tetapi juga berpengalaman dalam mendampingi proses sertifikasi dan audit TKDN di berbagai perusahaan besar. Pendekatan pelatihan yang aplikatif dan didukung dengan contoh kasus industri teknologi memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif, mengubah pemahaman regulasi menjadi kemampuan operasional yang nyata.
Komitmen Jangka Panjang dan Dampak Multiplier Effect
“Kami menyadari bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri adalah kunci untuk memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Pelatihan dua hari ini hanyalah permulaan. Setelah ini, kami berharap setiap individu yang telah dilatih dapat menjadi agent of change di divisinya masing-masing, memastikan bahwa komitmen TKDN ini terinternalisasi dalam setiap proses bisnis PT. Telkom Sigma,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan manajemen di sela-sela penutupan acara.
Dampak jangka panjang dari inhouse training ini diprediksi akan sangat luas:
- Kualitas SDM: Meningkatkan hard skills staf dalam kalkulasi finansial dan kepatuhan regulasi.
- Ekosistem Lokal: Mendorong PT. Telkom Sigma untuk semakin banyak bermitra dengan developer perangkat lunak, penyedia jasa, dan produsen komponen teknologi dalam negeri, menciptakan demand yang stabil bagi industri lokal.
- Reputasi Perusahaan: Memperkuat citra PT. Telkom Sigma sebagai perusahaan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab dan berkomitmen tinggi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Melalui sinergi antara komitmen perusahaan, kompetensi staf, dan dukungan mitra pelatihan seperti PSKN, PT. Telkom Sigma optimis dapat menjadi benchmark bagi perusahaan TIK lainnya dalam mengimplementasikan kebijakan TKDN secara cerdas dan strategis, demi mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.

Inhouse Training TKDN PT. Telkom Sigma 11-12 Desember 2024. Pahami strategi perusahaan dalam menguasai perhitungan dan verifikasi TKDN untuk mendukung kedaulatan industri digital nasional.